Langsung ke konten utama

15.2 - BANGUN KESHALIHAN SOSIAL || KUNCINYA ADALAH OPTIMALISASI WAKTU

 Artikel ini merupakan REWRITE dari buku Best Seller  "ZERO to HERO (Mendahsyatkan Pribadi Biasa Menjadi Luar Biasa)"

Penulis - Solikhin Abu Izzudin

╼╾

Kuncinya Adalah Optimalisasi Waktu

    Sering kali kita berapologi dengan kesibukan untuk menghindari beban, mencari alasan untuk pembenaran kesalahan dan bermalas-malasan untuk perubahan karena sulitnya keadaan dan minimnya kemampuan. Mari kita lanjutkan kontemplasi surat Al Ashr, yaitu pada bagian" ... watawa shaubilhaq watawa shau bish-shabr ... saling menasihati dalam kebenaran dan saling menasihati dalam kesabaran."

    Bila pada ayat sebelumnya imam dan amal shalih sebagai kapasitas internal atau keshalihan pribadi, maka pada ayat berikutnya menunjukkan kapasitas eksternal atau keshalihan sosial. Energi untuk memberi. Sebagai air, ia suci lagi menyucikan. Sebagai pahlawan ia mujahid sejati yang menggerakkan dan mengorbankan semangat jihad. Semoga dai ia orator dan teladan. Sebagai hartawan ia entrepreneur juga dermawan. Sebagai pejabat ia jujur dan budiman, Begitulah Islam mengjarkan, menjadi pribadi shalih dengan memberikan manfaat, seperti air yang thahurun muthahharun. Suci lagi menyucikan. Suci bagi dirinya bermanfaat bagi yang lainnya.

    Sebagaimana air pribadi shalih akan memberi keshalihan sosial bila dikelola, diorganisir dalam amal jama'i, kerja kolektif untuk tujuan besar dan mulia. Air bila sendiri meski besar bisa jadi bencana, maka sebaiknya jadikan diri air yang bersih dan besar, siap dikelola untuk berbagai peran, pesan, keadaan sehingga manfaatnya luar biasa. Jadilah pribadi dahsyat dengan berjamaah, berlipatganda, dua puluh tujuh derajat nilainya.

    Untuk lebih jelasnya mari kita belajar bagaimana Nabi. Mari lihat perjalan Nabi sebagai pribadi manusiawi. Apakah beliau lahir dalam kemewahan dan berbagai fasilitas ? Tidak. Sebelum lahir sudah yatim. Berumur enam tahun yatim piatu. Ikut kakek dua tahun saja sampai usia delapan tahun. Selanjutnya ikut pamannya, Abu Thalib dan banyak anak. Menjadi penggembala kambing untuk mandiri dan membantu ekonomi pamannya. Berdagang ke negeri Syam, dan berbagai usaha dilalui. Semua layaknya manusia biasa. Tetapi justru itulah yang istimewa, beliau mengalami semua kepahitan dan penderitaan untuk berempati pada segala kesulitan yang dialami manusia. Ketika wahyu datang menitahkan dia sebagai Nabi, maka tak ada lagi kata istirahat baginya. Inilah kuncinya mendidik diri dengan waktu untuk menjadi pahlawan sejati.

    Rasulullah meraih keberkahan waktu beliau dengan banyak berjihad di jalan Allah. Interval waktu bagi Rasul adalah jihad sepanjang hayat. Tiga belas tahun di Makkah dengan penderitaan yang tak ada habisnya. Lalu hijrah ke Madinah. Hanya sepuluh tahun di Madinah, tapi prestasinya luar biasa. Memimpin 35 gazwah 'peperangan besar yang beliau ada di dalamnya' dan mengirim 27 sariyah 'peperangan kecil yang beliau menyusun strateginya.'

    Lalu bagaimana dengan kita, orang biasa agar mampu meraih keberkahan waktu ? Inilah rahasia yang mesti digali. Rasulullah mencontohkan dengan mengaktualisasikan semua potensi untuk berkhidmah, melayani dan memimpin. Karena pada prinsipnya setiap kader dakwah merupakan "pelayan" bagi dakwah. Kader umat pelayan umat. Kader bangsa pelayan bangsa. Adapun dakwah memberikan apresiasi yang baik terhadap kiprah para kadernya, memberi ruang gerak, membimbing, mengarahkan agar potensi itu maksimal manfaatnya.

    Karena itu penting membangun prestasi dengan ketulusan bukan ketenaran. Prestasi bukanlah popularitas. Popularitas bukanlah prestasi. Karena orang-orang yang dikagumi, disanjung belum tentu dibela. Karena itu dibutuhkan selalu keikhlasan.

    Seorang menjadi luar biasa apabila keshalihannya bisa ditransformasikan dalam ranah sosial Pribadinya hidup dan mampu menghidupkan hati yang mati, menggugah jiwa yang terlelap, membangun motivasi yang beku, mencairkan komunikasi yang kaku dan puncaknya mampu membuka pintu-pintu kebaikan bagi dirinya maupun orang sekitarnya. Ia bukan hanya hidup untuk dirinya sendiri tetapi memberikannya kepada orang lain.

    Rasulullah Sholallahu 'alayhi Wa Sallam. bersabda, "Barangsiapa di antara kamu yang mampu memberikan manfaat kepada saudaranya, maka hendaklah ia bersegera memberikan manfaat kepadanya". (Diriwayatkan Muslim dari Jabir Rodhiyallahu 'anhu)



Next Episode → 15.3 - BANGUN KESHALIHAN SOSIAL || TUJUH KATA KUNCI (Atsbatuhun mauqiifan)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RIYADHUSH SHALIHIN - BAB IKHLAS DAN MENGHADIRKAN NIAT DALAM SEGALA PERBUATAN, PERKATAAN, DAN KEADAAN, BAIK YANG NAMPAK MAUPUN YANG TERSEMBUNYI

Referensi penjelasan detail : Ust.Khalid Basalamah        Ust. Syafiq Riza Basalamah ~~~~~~~~      Allah Ta'ala berfirman : وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ   ۝٥ "Dan mereka tidak diperintahkan kecuali agar beribadah kepada Allah dengan mengikhlaskan²⁴ agama (ketaatan) kepadaNya juga menjadi orang-orang yang lurus,²⁵ dan juga agar mendirikan shalat dan menunaikkan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar)." (Qs. Al-Bayyinah : 5). ___ ²⁴ Saya katakan, Dalam ayat ini terdapat dalil wajibnya niat dalam seluruh ibadah, baik ibadah tersebut memang tujuan utama seperti shalat misalnya, maupun hanya sebagai perantara untuk ibadah lainnya seperti bersuci. Hal itu karena ikhlas tidak mungkin terjadi tanpa niat. Ini adalah madzhab mayoritas ulama, dan inilah yang benar, yang tidak ada keraguan tentangnya. ___ ²⁵ Y...

HSI-SILSILAH 05 - HALAQOH 14 - Tanda-Tanda Besar Dekatnya Hari Kiamat

 السّلام عليكم ورحمة الله و بر كاته  ... الحمد لله و الصلاة والسلام على رسول الله و على اله و صحبه اجمعين ꜜꜜꜜ Tanda-tanda besar dekatnya hari kiamat adalah 10 tanda menjelang datangnya hari kiamat. Yang apabila sudah muncul 10 tanda tersebut, maka akan terjadilah hari kiamat. Tanda-tanda besar tersebut apabila muncul satu, maka akan segera diikuti oleh yang lain. Suatu saat Nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam melihat para Shahābat sedang saling berbicara.      Maka Beliau bertanya, “Apa yang sedang kalian bicarakan?”      Merekapun menjawab, “Kami sedang mengingat hari kiamat.”      Maka, Beliau Shallallāhu ‘Alayhi wa Sallam bersabda : إِنَّهَا لَنْ تَقُومَ حَتَّى تَرَوْنَ قَبْلَهَا عَشْرَ آيَاتٍ “Sesungguhnya tidak akan bangkit hari kiamat tersebut sampai kalian melihat sebelumnya 10 tanda-tanda.” Kemudian Beliau Shallallāhu ‘Alayhi wa Sallam menyebutkan 10 tanda tersebut. Asap Dajjal Daabbah (seekor hewan melata) Terbitnya...

#I.1 BERHENTI MENJADI "PEOPLE PLEASER !" - Tentang Kapan Harus Peduli dan Kapan Harus Tidak Ambil Pusing

Ajukan pertanyaan berikut kepada diri sendiri : Apakah saya stres, memiliki jadwal yang terlalu padat, dan/ atau merasa kewalahan ? Jika jawabannya "ya" untuk yang mana pun, berhentilah sejenak dan tanyakan : Mengapa ? Saya berani menebak jawaban yaitu : karena Anda terlalu banyak ambil pusing. Atau, lebih spesifik, karena Anda berpikir Anda wajib memusingkan semuanya. Saya siap membantu. Di sepanjang Artikel ini dan lanjutannya, Anda akan melihat istilah ambil pusing digunakan dalam dua cara : * Ada makna tidak formal dari sikap peduli terhadap sesuatu, yang dipertimbangkan untuk Langkah 1 (memutuskan apa yang tidak usah Anda pusingkan). * Ada makna harfiah dari sikap sungguh peduli kepada seseorang atau sesuatu, dalam bentuk waktu, energi, dan/ atau uang. Ini dipertimbangkan untuk Langkah 2 (tidak ambil pusing tentang semua itu). Dalam kedua makna tadi, cara satu-satunya untuk mengubah hidup Anda menjadi lebih baik adalah dengan berhenti ambil pusing atas banyak di antarany...