Langsung ke konten utama

Postingan

HSI-SILSILAH 07 - HALAQOH 25 - Buah Beriman dengan Kitab-kitab Allah

            السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله و صحبه أجمعين      Diantara buah beriman dengan kitab-kitab Allah yang bisa kita petik adalah: 1.) Mendapatkan keutamaan-keutamaan beriman.  Diantaranya  : Hidayah di dunia Keamanan di akhirat Masuk ke dalam surga Dan lain-lain      Karena beriman dengan kitab Allah adalah bagian dari mewujudkan keimanan. 2.) Semakin mengetahui dan menyadari perhatian Allah dan kasih sayang-Nya kepada makhluk.      Semakin mencintai-Nya karena menurunkan kepada kita kitab yang berisi petunjuk dan cahaya supaya kita tenang di dunia dan bahagia di akhirat. Kita tidak dibiarkan tersesat dan terombang-ambing dengan hawa nafsu dan syahwat.      Dan bagi yang ingin melihat kebesaran nikmat Allah ini silakan dia melihat orang-orang yang hidup tanpa berpegang dengan kitab Allah; mereka dalam keadaan resah, bimbang, bingu...
Postingan terbaru

HSI-SILSILAH 07 - HALAQOH 24 - Penyimpangan-penyimpangan dalam Hal Iman dengan Kitab – Kitab Allah

          السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله و صحبه أجمعين      Diantara penyimpangan-penyimpangan di dalam hal iman dengan kitab-kitab Allah : 1.) Mengingkari keseluruhan atau sebagian kitab-kitab Allah meskipun hanya 1 huruf.      Allah Subhānahu wa Ta’āla berfirman, وَمَنْ يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالاً بَعِيداً “ Dan barangsiapa yang kufur kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari akhir, maka sungguh dia telah tersesat dengan kesesatan yang jauh. ” ( QS. An-Nisa : 136 )      Berkata ‘Abdullah Ibnu Mas’ud radhiyallāhu ‘anhu , مَنْ كَفَرَ بِحَرْفٍ مِنَ الْقُرْآنِ أَوْ بِآيَةٍ مِنْهُ فَقَدْ كَفَرَ بِهِ كُلِّهِ “ Barangsiapa yang kufur atau mengingkari satu huruf dari Al-Qur’an atau satu ayat darinya maka sungguh dia telah kufur atau mengingkari keseluruhannya. ” [ At...

HSI-SILSILAH 07 - HALAQOH 23 - Hukum Membaca Kitab-kitab Sebelum Al-Qur’an (Taurat dan Injil) yang Telah Diubah

        السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله و صحبه أجمعين      Para ulama menjelaskan bahwa hukum membacanya ada 2; ⑴ HARAM      Apabila maksudnya adalah mencari petunjuk di dalam kitab-kitab tersebut seakan-akan tidak mencukupkan dirinya dengan Al-Qur’an .      Karena Allah telah mengabarkan bahwa kitab-kitab tersebut sudah diubah, sudah tercampur antara yang haq dan yang bathil. ↪ Yang bathil jelas kita tinggalkan. ↪ Adapun yang haq, yang selamat dan tidak diubah maka Al-Qur’an yang dijaga oleh Allah dari perubahan telah mencukupi kita. ⚘ Tidak ada kebaikan yang kita butuhkan di dalam agama kita kecuali sudah diterangkan di dalam Al-Qur’an .      Allah Subhānahu wa Ta’āla berfirman, أَوَلَمْ يَكْفِهِمْ أَنَّا أَنزَلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ يُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَرَحْمَةً وَذِكْرَىٰ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ “ Apakah tidak mencukupi mereka ba...

HSI-SILSILAH 07 - HALAQOH 22 - Beramal, Ridha, dan Berserah Diri dengan Hukum-Hukum yang Belum Dihapus (Naskh) di Dalam Kitab-Kitab Allah

        السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله و صحبه أجمعين           Diantara cara beriman dengan kitab-kitab Allah; ⑷ Beramal, Ridha, dan berserah diri dengan hukum-hukum di dalam kitab-kitab tersebut, baik yang kita ketahui hikmahnya atau tidak.      Allah Subhānahu wa Ta’āla berfirman, وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُبِينًا “ Dan tidak pantas bagi seorang yang beriman laki-laki dan wanita, apabila Allah dan Rasul-Nya sudah menetapkan sebuah perkara, kemudian mereka memiliki pilihan yang lain di dalam urusan mereka. Dan barangsiapa yang memaksiati Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh telah sesat dengan kesesatan yang nyata. ” ( QS. Al-Ahzab : 36 )      Dan Allah berfirman, فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُ...

HSI-SILSILAH 07 - HALAQOH 21 - Membenarkan Kabar-Kabar yang Shahih di Dalam Kitab-kitab Allah

      السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله و صحبه أجمعين           Diantara cara beriman dengan kitab-kitab Allah; ⑶ Membenarkan kabar-kabar yang shahih di dalam kitab-kitab tersebut.      Seperti kabar-kabar di dalam Al-Qur’an dan kabar-kabar yang ada di dalam kitab-kitab sebelumnya yang belum diubah. ⇰ Maksudnya, wajib bagi orang yang beriman membenarkan: 1. Kabar-kabar yang ada di dalam Al-Qur’an seperti: Kisah-kisah umat terdahulu. Kejadian-kejadian di hari kiamat. Sifat-sifat surga dan neraka. Dan lain-lain. 2. Kabar-kabar yang ada di dalam kitab-kitab sebelumnya yang belum diubah. Dan barangsiapa yang mengingkarinya atau meragukannya maka sungguh dia telah kafir.      Adapun kabar-kabar yang ada di dalam kitab Taurat dan Injil setelah terjadi perubahan pada sebagian isinya maka kabar-kabar tersebut ada 3 macam  : 1. Kabar yang datang pembenarannya di dal...

HSI-SILSILAH 07 - HALAQOH 20 - Kitab Al-Qur’an Bagian 6

    السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله و صحبه أجمعين      Diantara Hak-hak Al-Qur’an: ❆ Ke Tiga| Mentadabburinya Allah telah menurunkan Al-Qur’an untuk dimengerti maknanya dan ditadabburi.      Allah Subhānahu wa Ta’āla berfirman, كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ “ Kitab yang Kami turunkan kepadamu berbarakah supaya mereka mentadabburi ayat-ayatnya dan supaya orang-orang yang berakal mengingat. ” [Qs. Sad: 29] Orang yang tidak mentadabburi Al-Qur’an maka ini menunjukkan kesesatan hati.      Allah Subhānahu wa Ta’āla berfirman, أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَىٰ قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا “ Apakah mereka tidak mentadaburi Al-Qur’an, ataukah di dalam hati-hati tersebut ada kunci-kuncinya. ” [Qs. Muhammad 24]      Semakin seseorang banyak mentadaburi Al-Qur’an dan memahami maknanya maka akan semakin ber...

Apakah Orang Junub Boleh Mengurus Pemakaman Jenazah ?

Mengantarkan jenazah ke liang lahat adalah amalan mulia yang dianjurkan. Namun, ada yang bertanya: “Kalau sedang junub, bolehkah ikut memakamkan jenazah?” Banyak yang mengira mandi junub wajib sebelum mengikuti prosesi pemakaman. Artikel ini membahas hukum syariat bagi orang junub yang ikut memakamkan jenazah agar jelas dan tidak ragu lagi. Pertanyaan: Saya belum sempat mandi junub tetapi ikut mengurus pemakaman jenazah. Bagaimana hukum syariat tentang hal ini? Terima kasih. Jawaban: Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para sahabat beliau. Amma ba’du: Tidak mengapa bagi seseorang yang sedang junub untuk ikut mengantar jenazah dan membantu pemakamannya. Hal ini karena tidak disyaratkan untuk bersuci dari hadats besar maupun kecil dalam prosesi mengikuti jenazah ataupun memakamkannya. Adapun yang disyaratkan untuk bersuci dari kedua jenis hadats itu hanyalah ketika hendak shalat jenazah. Mungkin penanya yang mulia sedikit bingung de...