“Believe in yourself.” Kalimat seperti ini rasanya sudah sangat akrab di telinga kita. Kita bisa menemukannya hampir di mana-mana—dari buku, film, lagu, media sosial, sampai berbagai kalimat motivasi yang sering berseliweran di internet. Kita sering diberi semangat bahwa selama kita percaya pada diri sendiri, kita bisa meraih apa pun yang kita inginkan. Tapi kalau dipikir-pikir lagi, apakah benar sesederhana itu? Tentu saja tidak. Percaya pada diri sendiri bukan berarti kita otomatis bisa melakukan segala sesuatu. Kita tetap membutuhkan kemampuan, pengetahuan, usaha, kesempatan, proses, bahkan terkadang bantuan dari orang lain. Kalau hanya dengan percaya diri seseorang bisa melakukan apa saja, mungkin sejak kecil kita sudah percaya bahwa kita bisa terbang hanya dengan melompat dari tempat tinggi. ๐ Jadi, menurutku, ada perbedaan antara percaya bahwa kita mampu dan menganggap bahwa kita pasti mampu melakukan semuanya. Yang pertama bisa menjadi sesuatu yang sehat karena mendorong...
Pernah nggak kita berhenti sejenak dan bertanya, “Sebenarnya, seberapa penting sih cara kita memandang diri sendiri?” Kita sering sibuk memikirkan bagaimana orang lain melihat kita, apakah kita cukup baik, cukup berhasil, cukup menarik, atau cukup berharga. Tanpa sadar, penilaian orang lain terkadang ikut menentukan bagaimana kita menilai diri sendiri. Padahal, memiliki pandangan yang sehat terhadap diri sendiri adalah bagian penting dalam menjalani kehidupan. Kita perlu tahu bahwa nilai diri kita tidak selalu ditentukan oleh pencapaian, penampilan, komentar orang lain, ataupun kesalahan yang pernah kita lakukan. Lalu, sebenarnya apa itu self-esteem ? Mengapa kita membutuhkannya? Dan bagaimana pengaruhnya terhadap cara kita menjalani hidup? Tulisan ini menjadi awal untuk mengenal lebih jauh tentang self-esteem dan bagaimana kita bisa belajar menghargai diri sendiri dengan lebih sehat. Seberapa Penting Self-Esteem dalam Hidup Kita? Selama ini kita mungkin sudah cukup sering mendengar ka...