Setelah beberapa kali membahas tentang self-esteem , mungkin muncul pertanyaan yang lebih sederhana: “Sebenarnya, self-esteem itu apa?” Ternyata, istilah ini tidak mudah diterjemahkan ke dalam satu kata dalam bahasa Indonesia. Kita mungkin mengenalnya sebagai percaya diri , menghargai diri sendiri , atau menghormati diri sendiri . Tetapi istilah-istilah tersebut sebenarnya memiliki makna yang tidak sepenuhnya sama dengan self-esteem . Self-confidence , self-worth , self-respect , dan self-esteem memang terdengar mirip. Namun, masing-masing mempunyai penekanan yang berbeda. Karena itu, daripada sibuk mencari satu kata yang paling tepat untuk menerjemahkannya, menurutku akan lebih mudah kalau kita memahami apa yang sebenarnya dimaksud dengan self-esteem. Bagaimana Kita Memandang Diri Sendiri? Secara sederhana, self-esteem berkaitan dengan bagaimana kita menilai, menghargai, dan memandang diri kita sendiri. Bukan hanya bagaimana kita melihat penampilan atau kemampuan ...
“Believe in yourself.” Kalimat seperti ini rasanya sudah sangat akrab di telinga kita. Kita bisa menemukannya hampir di mana-mana—dari buku, film, lagu, media sosial, sampai berbagai kalimat motivasi yang sering berseliweran di internet. Kita sering diberi semangat bahwa selama kita percaya pada diri sendiri, kita bisa meraih apa pun yang kita inginkan. Tapi kalau dipikir-pikir lagi, apakah benar sesederhana itu? Tentu saja tidak. Percaya pada diri sendiri bukan berarti kita otomatis bisa melakukan segala sesuatu. Kita tetap membutuhkan kemampuan, pengetahuan, usaha, kesempatan, proses, bahkan terkadang bantuan dari orang lain. Kalau hanya dengan percaya diri seseorang bisa melakukan apa saja, mungkin sejak kecil kita sudah percaya bahwa kita bisa terbang hanya dengan melompat dari tempat tinggi. 😄 Jadi, menurutku, ada perbedaan antara percaya bahwa kita mampu dan menganggap bahwa kita pasti mampu melakukan semuanya. Yang pertama bisa menjadi sesuatu yang sehat karena mendorong...