Langsung ke konten utama

Postingan

Self-Esteem, Konsep Diri, Citra Diri, dan Percaya Diri: Apa Bedanya?

Semakin membaca tentang self-esteem , aku justru menemukan semakin banyak istilah yang terdengar hampir sama. Ada self-concept , self-image , self-confidence , dan self-compassion . Kalau diterjemahkan sekilas, semuanya memang seperti membicarakan hal yang sama: tentang diri kita sendiri. Tapi ternyata, masing-masing memiliki fokus yang berbeda.      1. Self-Esteem dan Konsep Diri Konsep diri atau self-concept bisa dibilang sebagai gambaran tentang siapa diri kita menurut pemahaman kita sendiri. Seolah-olah kita sedang menjawab pertanyaan: “Siapa aku?” Dari pertanyaan sederhana itu, kita mulai mengenali banyak hal tentang diri sendiri. Apa yang kita sukai? Apa yang tidak kita sukai? Apa kebiasaan kita? Apa kelebihan dan kekurangan kita? Apa yang menjadi minat kita? Apa kemampuan yang kita miliki? Semua itu merupakan bagian dari bagaimana kita mengenali diri sendiri. Jadi, kalau konsep diri lebih banyak menjawab “siapa aku?” , self-esteem lebih berkaitan dengan “bagaiman...
Postingan terbaru

Self-Esteem dan Self-Acceptance: Apa Bedanya?

Semakin jauh membaca tentang self-esteem , aku menemukan istilah lain yang ternyata sering dianggap sama, yaitu self-acceptance atau penerimaan diri. Sekilas memang terdengar mirip. Sama-sama berbicara tentang hubungan kita dengan diri sendiri. Tapi ternyata keduanya memiliki perbedaan yang cukup penting.      Self-Esteem: Bagaimana Kita Menilai Diri Self-esteem lebih berkaitan dengan penilaian kita terhadap diri sendiri . Kita melihat kemampuan, penampilan, perilaku, pencapaian, atau kualitas yang kita miliki, kemudian secara tidak sadar memberikan penilaian: “Aku cukup baik.” “Aku kurang pintar.” “Aku berhasil.” “Aku tidak sehebat orang lain.” Artinya, ada proses mengevaluasi diri. Dan dalam proses tersebut, kita sering kali menggunakan sesuatu sebagai pembanding. Misalnya, kita merasa berhasil ketika pencapaian kita lebih baik dari sebelumnya. Atau sebaliknya, kita merasa kurang ketika melihat orang lain memiliki sesuatu yang menurut kita lebih baik. Itulah mengapa s...

Apa Sebenarnya yang Dimaksud dengan Self-Esteem?

Setelah beberapa kali membahas tentang self-esteem , mungkin muncul pertanyaan yang lebih sederhana: “Sebenarnya, self-esteem itu apa?” Ternyata, istilah ini tidak mudah diterjemahkan ke dalam satu kata dalam bahasa Indonesia. Kita mungkin mengenalnya sebagai percaya diri , menghargai diri sendiri , atau menghormati diri sendiri . Tetapi istilah-istilah tersebut sebenarnya memiliki makna yang tidak sepenuhnya sama dengan self-esteem . Self-confidence , self-worth , self-respect , dan self-esteem memang terdengar mirip. Namun, masing-masing mempunyai penekanan yang berbeda. Karena itu, daripada sibuk mencari satu kata yang paling tepat untuk menerjemahkannya, menurutku akan lebih mudah kalau kita memahami apa yang sebenarnya dimaksud dengan self-esteem.      Bagaimana Kita Memandang Diri Sendiri? Secara sederhana, self-esteem berkaitan dengan bagaimana kita menilai, menghargai, dan memandang diri kita sendiri. Bukan hanya bagaimana kita melihat penampilan atau kemampuan ...

Memahami Self-Esteem: Bukan Sekadar Percaya Diri

  “Believe in yourself.” Kalimat seperti ini rasanya sudah sangat akrab di telinga kita. Kita bisa menemukannya hampir di mana-mana—dari buku, film, lagu, media sosial, sampai berbagai kalimat motivasi yang sering berseliweran di internet. Kita sering diberi semangat bahwa selama kita percaya pada diri sendiri, kita bisa meraih apa pun yang kita inginkan. Tapi kalau dipikir-pikir lagi, apakah benar sesederhana itu? Tentu saja tidak. Percaya pada diri sendiri bukan berarti kita otomatis bisa melakukan segala sesuatu. Kita tetap membutuhkan kemampuan, pengetahuan, usaha, kesempatan, proses, bahkan terkadang bantuan dari orang lain. Kalau hanya dengan percaya diri seseorang bisa melakukan apa saja, mungkin sejak kecil kita sudah percaya bahwa kita bisa terbang hanya dengan melompat dari tempat tinggi. 😄 Jadi, menurutku, ada perbedaan antara percaya bahwa kita mampu dan menganggap bahwa kita pasti mampu melakukan semuanya. Yang pertama bisa menjadi sesuatu yang sehat karena mendorong...

Seberapa Penting Self-Esteem dalam Hidup Kita?

Pernah nggak kita berhenti sejenak dan bertanya, “Sebenarnya, seberapa penting sih cara kita memandang diri sendiri?” Kita sering sibuk memikirkan bagaimana orang lain melihat kita, apakah kita cukup baik, cukup berhasil, cukup menarik, atau cukup berharga. Tanpa sadar, penilaian orang lain terkadang ikut menentukan bagaimana kita menilai diri sendiri. Padahal, memiliki pandangan yang sehat terhadap diri sendiri adalah bagian penting dalam menjalani kehidupan. Kita perlu tahu bahwa nilai diri kita tidak selalu ditentukan oleh pencapaian, penampilan, komentar orang lain, ataupun kesalahan yang pernah kita lakukan. Lalu, sebenarnya apa itu self-esteem ? Mengapa kita membutuhkannya? Dan bagaimana pengaruhnya terhadap cara kita menjalani hidup? Tulisan ini menjadi awal untuk mengenal lebih jauh tentang self-esteem dan bagaimana kita bisa belajar menghargai diri sendiri dengan lebih sehat. Seberapa Penting Self-Esteem dalam Hidup Kita? Selama ini kita mungkin sudah cukup sering mendengar ka...

HSI-SILSILAH 08 - HALAQOH 03 - Cara Beriman kepada Para Rasul Bagian 1

                السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله و صحبه أجمعين      Cara beriman kepada para Rasul Allah mengandung beberapa perkara: 1.) Keyakinan yang dalam bahwa kenabian dan kerasulan adalah pilihan dari Allah, Allah memberikannya kepada siapa yang memang berhak dan yang paling afdhal dan sempurna.      Allah Subhānahu wa Ta’āla berfirman, اللَّهُ أَعْلَمُ حَيْثُ يَجْعَلُ رِسَالَتَهُ ۗ “ Allah lebih tau di mana Allah meletakkan risalah-Nya .” ( QS. Al-An’am : 124 )      Dan Allah Subhānahu wa Ta’āla berfirman, اللَّهُ يَصْطَفِي مِنَ الْمَلَائِكَةِ رُسُلًا وَمِنَ النَّاسِ ۚ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ بَصِيرٌ ” Allah memilih Rasul-Rasul dari kalangan malaikat dan dari kalangan manusia, sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat .”  ( Qs. Al-Hajj : 75 ) 2.) Keyakinan yang dalam bahwa mereka (para Rasul Allah) adalah makhluk Allah yang palin...

HSI-SILSILAH 08 - HALAQOH 02 - Perbedaan Antara Nabi Dan Rasul

                السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله و صحبه أجمعين Dalil-dalil menunjukkan adanya perbedaan antara Nabi dan Rasul .      Allah berfirman, وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ وَلَا نَبِيٍّ إِلَّا إِذَا تَمَنَّىٰ أَلْقَى الشَّيْطَانُ فِي أُمْنِيَّتِهِ “ Dan tidaklah kami mengutus seorang Rasul dan tidak pula seorang nabi sebelum engkau (wahai Muhammad) melainkan apabila dia mempunyai suatu keinginan syaitan pun memasukkan godaan-godaan ke dalam keinginannya tersebut. ” ( Qs.  Al-Hajj : 52 ) Ayat di atas menunjukkan bahwa Rasul berbeda dengan Nabi.      Ada ulama yang mengatakan bahwa Rasul diberi wahyu dan diperintahkan untuk menyampaikan, sedangkan Nabi diberi wahyu tetapi tidak diperintahkan untuk menyampaikan, namun ini adalah pendapat yang lemah karena ternyata dalil menunjukkan bahwa Nabi juga diutus dan diperintah menyampaikan wahyu sebaga...