Langsung ke konten utama

15.1 - BANGUN KESHALIHAN SOSIAL

 Artikel ini merupakan REWRITE dari buku Best Seller  "ZERO to HERO (Mendahsyatkan Pribadi Biasa Menjadi Luar Biasa)"

Penulis - Solikhin Abu Izzudin

╼╾

Bangun Keshalihan Sosial

"Manakala nilai hidup ini hanya untuk diri kita, maka akan tampak bagi kita bahwa kehidupan kecil dan singkat. Yang dimulai sejak kita memahami arti hidup dan berakhir hingga batas umur kita. Tetapi apabila kita hidup juga untuk orang lain maka jadilah hidup ini bermakna panjang dan dalam. Bermula dari adanya kemanusiaan itu sendiri dan berlanjut sampai kita meninggalkan dunia ini." (Sayyid Quthub, Arafah Ar-Ruuh, hlm. 9)

    Imam Ahmad pernah ditanya tentang pemimpin yang perkasa namun kurang baik perangainya dan orang shalih namun lemah. Lalu dengan yang manakah jihad harus dilakukan ? Maka dia menjawab, "Orang kuat yang kurang baik, keburukan perangainya menjadi tanggung jawabnya sendiri sedangkan kekuatannya demi kebaikan orang-orang Muslim. Sedangkan orang shalih yang lemah, maka keshalihannya hanya bermanfaat bagi dirinya sendiri, dan kelemahannya membahayakan kaum Muslim. Jadi berjihadlah bersama orang yang perkasa meski tidak baik perangainya."

Belajar menjadi "Aku Sosial"

    Mengakhiri tulisan ini, mari kita simak nasihat Ustadz KH Rahmat Abdullah Allahu Yarham. Beliau orang biasa. Lulusan sekolah 'Aliyah. Biasa. Setingkat SLTA. Tapi, prestasinya sungguh luar biasa. Menguasai bermacam-macam bahasa dan cabang ilmu pengetahuan. Barangkali kalau kita mendengar tausiyah-tausiyah beliau langsung akan merasakan dan berkomentar "Ini adalah nasihat seorang profesor doktor..." Media Massa Islam dan para aktifis dakwah menempatkan beliau sebagai Syaikhut Tarbiyah. Padahal syarat seorang bisa disebut syaikh bila di Timur Tengah menurut DR. Mu'inudinillah, sangat komplrks. Yakni mesti menguasai berbagai cabang ilmu seperti hadits, fiqih, tafsir, bahasa, sastra, budaya, psikologi dan berbagai ilmu alat. Ustadz Rahmat mendapat gelar Syaikhut Tarbiyah karena berbagai macam ilmu dan bahasa beliau kuasai dengan baik. Hal itu bisa kita simak dalam karya-karya beliau. Untuk membaca kedalaman pesan yang beliau tuturkan mesti dibaca berulang-ulang karena saratnya makna yang dibawa. Beliau layak sebagai syaikh, apalagi bila dipadukan dengan kelembutan, kesederhanaan, ketawadhu'an, dan ketulusan cinta beliau. Beliau adalah guru cinta. Beliau orang yang "paling kaya" dalam kesederhanaan, pengorbanan dan keteguhan sikap.

    Penulis berjumpa beliau dua kali di Solo dan di Karanganyar. NAsehat dan tulisan beliau selalu mengisi hati, mengalir menjadi inspirasi, dan memberi ruh baru serta menghadirkan cara unik dalam memandang hidup. Hidup lebih terasa, berbeda, dan bermakna bersamanya.

    Salah satu nasehat monumental beliau disampaikan pada tanggan 1 September 2001 jam 15.40 WIB di Solo. Penulis terinspirasi dengan nasehat beliau bagaimana dengan keterbatasan yang ada kita bisa mendahsyatkan pribadi biasa dengan prestasi luar biasa. Ini jawaban dan solusi atas permasalahan yang sering dikeluhkan : sulitnya berprestasi, sulitnya berdakwah, melakukan rekrutmen orang pada kebaikan, rumitnya masalah nikah, keluarga, kompleksnya problem juru dakwah dan berbagai masalah yang terus ada tak ada habisnya. Memandang dengan cara berbeda, itu kuncinya. Misalnya membludak muslimah yang siap nikah, bagaimana solusinya ? Beliau pun mengusulkan "Madrasah Ummu Sulaim". Agar para muslimah menjadi hero --atau herawati ? Ini tambahan oenulis--, siap menjadi daiyah dan murabbiyah yang mengkader "Abu Thalhah- Abu Thalhah" baru ke dalam barisan dakwah, menjadi hero, dan syahid.

    Nasehat beliau ini penulis syarahkan dengan bahasa tulis kami yang shaif ini semampunya agar lebih mudah dipahami. Maka mohon maaf ya Syaikh bila ada kekurangan di dalamnya dan terlalu dangkal kami memahaminya.



Next Episode → 15.2 - BANGUN KESHALIHAN SOSIAL || KUNCINYA ADALAH OPTIMALISASI WAKTU

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RIYADHUSH SHALIHIN - BAB IKHLAS DAN MENGHADIRKAN NIAT DALAM SEGALA PERBUATAN, PERKATAAN, DAN KEADAAN, BAIK YANG NAMPAK MAUPUN YANG TERSEMBUNYI

Referensi penjelasan detail : Ust.Khalid Basalamah        Ust. Syafiq Riza Basalamah ~~~~~~~~      Allah Ta'ala berfirman : وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ   ۝٥ "Dan mereka tidak diperintahkan kecuali agar beribadah kepada Allah dengan mengikhlaskan²⁴ agama (ketaatan) kepadaNya juga menjadi orang-orang yang lurus,²⁵ dan juga agar mendirikan shalat dan menunaikkan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar)." (Qs. Al-Bayyinah : 5). ___ ²⁴ Saya katakan, Dalam ayat ini terdapat dalil wajibnya niat dalam seluruh ibadah, baik ibadah tersebut memang tujuan utama seperti shalat misalnya, maupun hanya sebagai perantara untuk ibadah lainnya seperti bersuci. Hal itu karena ikhlas tidak mungkin terjadi tanpa niat. Ini adalah madzhab mayoritas ulama, dan inilah yang benar, yang tidak ada keraguan tentangnya. ___ ²⁵ Y...

HSI-SILSILAH 05 - HALAQOH 14 - Tanda-Tanda Besar Dekatnya Hari Kiamat

 السّلام عليكم ورحمة الله و بر كاته  ... الحمد لله و الصلاة والسلام على رسول الله و على اله و صحبه اجمعين ꜜꜜꜜ Tanda-tanda besar dekatnya hari kiamat adalah 10 tanda menjelang datangnya hari kiamat. Yang apabila sudah muncul 10 tanda tersebut, maka akan terjadilah hari kiamat. Tanda-tanda besar tersebut apabila muncul satu, maka akan segera diikuti oleh yang lain. Suatu saat Nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam melihat para Shahābat sedang saling berbicara.      Maka Beliau bertanya, “Apa yang sedang kalian bicarakan?”      Merekapun menjawab, “Kami sedang mengingat hari kiamat.”      Maka, Beliau Shallallāhu ‘Alayhi wa Sallam bersabda : إِنَّهَا لَنْ تَقُومَ حَتَّى تَرَوْنَ قَبْلَهَا عَشْرَ آيَاتٍ “Sesungguhnya tidak akan bangkit hari kiamat tersebut sampai kalian melihat sebelumnya 10 tanda-tanda.” Kemudian Beliau Shallallāhu ‘Alayhi wa Sallam menyebutkan 10 tanda tersebut. Asap Dajjal Daabbah (seekor hewan melata) Terbitnya...

KISAH ORANG SHALIH - ABU SULAIMAN AD-DARANI (Aku Pantas Menangis)

  ┈┈◅◁◈◈▷▻┈┈ ABU SULAIMAN AD-DARANI Aku Pantas Menangis ┈┈◅◁◈◈▷▻┈┈     Ahmad bin Abu al-Hawari berkata,     "Ketika aku menemui Abu Sulaiman ad-Darani, ia sedang menangis, maka aku bertanya, 'Tuan, apa yang membuat Anda menangis ?'     Dia menjawab, 'Wahai Ahmad, orang-orang yang mencintai Allah, jika hari telah malam, mereka mulai membentangkan telapak kaki mereka (berdiri mengerjakan shalat), lalu air mata mereka membasahi pipi dalam rukuk dan sujud. Ketika mereka sedang dalam keadaan demikian itu, Allah Subhanahu Wa Ta'ala menyaksikan mereka memanggil,  'Wahai Jibril, demi MataKu, siapakah yang sedang membaca Firman-Firman-Ku dengan penuh kenikmatan itu dan damai dalam ber munajat kepadaKu? Sesungguhnya Aku mengawasi mereka, mendengar perkataan, melihat rintihan dan tangis mereka ! Serulah wahai Jibril dan tanyakan kepada mereka, 'Kegundahan apa yang Aku lihat pada kalian ini ? Apakah telah datang seseorang kepada kalian yang menyampaikan berit...