Langsung ke konten utama

10.9 - MILIKI VISI, MISI, PERSEPSI DAN FILOSOFI || NILAI DUNIA DALAM PANDANGAN NABI

 Artikel ini merupakan REWRITE dari buku Best Seller  "ZERO to HERO (Mendahsyatkan Pribadi Biasa Menjadi Luar Biasa)"

Penulis - Solikhin Abu Izzudin

╼╾

Nilai Dunia dalam Pandangan Nabi

    Untuk lebih lega dalam memandang dunia dan menempatkannya sesuai proporsinya, mari kita simak bagaimana Rasulullah Sholallahu 'alayhi wa Sallam menggambarkan dunia dalam berbagai hadits :

Dunia adalah setitik air di tengah lautan

    Al Mustaurid bin Syaddad Rodhiyallahu 'Anhu berkata, Rasulullah Sholallahu 'alayhi wa Sallam bersabda, "Tiadalah perbandingan dunia ini dengan akhirat, kecuali seperti seorang yang memasukkan jarinya ke dalam lautan luas, maka perhatikanlah yang tersisa." (HR. Muslim)

☛ Dunia Lebih Hina dari Bangkai Kambing Kuper

    Dari Jabir Rodhiyallahu 'anhu, Rasulullah Sholallahu 'alayhi wa Sallam bersabda, "Demi Allah, sungguh dunia ini lebih hina dalam pandangan Allah daripada bangkai kambing kuper dan cacat ini dalam pandangan kalian." (HR. Muslim)

☛ Dunia adalah penjara mukmin dan surga bagi kaum kafir

    Dari Abu Hurairah Rodhiyallahu 'Anhu, ia berkata, Rasulullah Sholallahu 'alayhi wa sallam bersabda, "Dunia adalah penjara bagi orang-orang mukmin dan sebagai surga bagi orang-orang kafir." (HR. Muslim)

☛ Dunia Ibarat Sayap Nyamuk

    Sahl bin Sa'ad As Sa'idy Rodhiyallahu 'Anhu berkata, Rasulullah Sholallahu 'alayhi wa Sallam bersabda, "Andaikata dunia ini bernilai di sisi Allah sebesar sayap nyamuk, niscaya tidak akan diberikannya kepada orang kafir meski hanya diberikannya kepada orang kafir meski hanya seteguk air." (HR. Tirmidzi)

☛ Dunia ini Terlaknat kecuali Dzikrullah

    Dari Abu Hurairah Rodiyallahu 'anhu, saya mendengar Rasulullah Sholallahu 'alayhi wa Sallam bersabda, "Ketahuilah bahwa dunia terkutuk dan semua yang ada di dalamnya terlaknat, kecuali dzikrullah dan segala apa yang serupa atau sederajat dengan itu, dan orang alim yang mengerti serta orang yang mempelajari." (HR. Tirmidzi)

☛ Hiduplah di Dunia Laksana Musafir

    Ibnu Umar Rhodiyallahu 'anhu berkata, Rasulullah Sholallahu 'alayhi Wa Sallam memegang bahuku sembari berkata, "Jadilah engkau di dunia ini bagaikan orang asing atau orang yang dalam perjalanan." Ibnu Umar sendiri berkata, "Jika engkau berada di waktu sore, maka janganlah mengharapkan akan hidup sampai pagi. Dan jika kamu pada waktu pagi, janganlah menantikan sore. Pergunakanlah masa sehat itu untuk bekal masa sakit, dan masa hidup untuk bekal kematian." (HR. Bukhari)

☛ Zuhudlah Terhadap Dunia

    Dari Abul Abbas Sahl bin Sa'ad As-Sa'idiy Rodhiyallahu 'anhu, yang berkata, "Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah Sholallahu 'alayhi Wa Sallam dan berkata, "Ya Rasulullah, tunjukkanlah kepadaku suatu amal yang jika aku lakukan maka aku dicintai oleh Allah dan manusia." Nabi Sholallahu 'alayhi Wa Sallam menjawab, "Zuhudlah terhadap dunia, niscaya Allah akan mencintaimu dan zuhudlah terhadap sesuatu yang dimiliki orang lain, niscaya setiap orang cinta kepadamu." (HR. Ibnu Majah, dan lainnya, hadits Hasan)

☛ Menatap Orang yang Berada di Bawahnya

    Dari Abu Hurairah Rodhiyallahu 'anhu, ia berkata, Rasulullah Sholallahu 'alayhi Wa Sallam bersabda, "Lihatlah orang yang lebih menderita yang berada di bawahmu, dan janganlah melihat orang yang ada di atasmu, karena demikian itu lebih tepat, supaya orang tidak meremehkan nikmat karunia Allah kepadamu." (HR. Bukhari Muslim)

☛ Siapkan Bekal Kematian

    Abu Ya'la Syaddad bin Aus Rodhiyallahu 'anhu, berkata Rasulullah Sholallahu 'alayhi Wa Sallam bersabda, "Orang yang cerdas adalah orang yang mengorekasi dirinya dan mempersiapkan amal untuk bekal sesudah mati. Dan orang yang bodoh adalah yang selalu menurutkan hawa nafsunya dan berangan-angan kepada Allah". (HR. Tirmidzi)


Tidur yang Berpahala

"Sesungguhnya aku mencari pahala 

pada waktu tidurku sebagaimana aku 

mencarinya pada waktu terjagaku."

(Pesan Mu'adz bin Jabal Kepada

Abu Musa Al Asy'ari)


Agar Tidak Merugi

"Hari-hari adalah lembaran baru

untuk goresan amal perbuatan.

Jadikanlah hari-harimu sarat dengan 

amalan yang terbaik. Kesempatan 

itu akan segera lenyap secepat

perjalanan awan, dan menunda-nunda

pekerjaan tanda orang yang

merugi. Dan barangsiapa bersampan

kemalasan, ia akan tenggelam bersamanya."

(Ibnul Jauzy, Al Muhdisy, hlm.382)


╼◀❖▶╾


Next Episode → 11.1 - BE HERO ! LAKUKAN MAPPING || MAPPING DOSA ANGGOTA BADAN & MAPPING ALA NABI

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RIYADHUSH SHALIHIN - BAB IKHLAS DAN MENGHADIRKAN NIAT DALAM SEGALA PERBUATAN, PERKATAAN, DAN KEADAAN, BAIK YANG NAMPAK MAUPUN YANG TERSEMBUNYI

Referensi penjelasan detail : Ust.Khalid Basalamah        Ust. Syafiq Riza Basalamah ~~~~~~~~      Allah Ta'ala berfirman : وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ   ۝٥ "Dan mereka tidak diperintahkan kecuali agar beribadah kepada Allah dengan mengikhlaskan²⁴ agama (ketaatan) kepadaNya juga menjadi orang-orang yang lurus,²⁵ dan juga agar mendirikan shalat dan menunaikkan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar)." (Qs. Al-Bayyinah : 5). ___ ²⁴ Saya katakan, Dalam ayat ini terdapat dalil wajibnya niat dalam seluruh ibadah, baik ibadah tersebut memang tujuan utama seperti shalat misalnya, maupun hanya sebagai perantara untuk ibadah lainnya seperti bersuci. Hal itu karena ikhlas tidak mungkin terjadi tanpa niat. Ini adalah madzhab mayoritas ulama, dan inilah yang benar, yang tidak ada keraguan tentangnya. ___ ²⁵ Y...

HSI-SILSILAH 05 - HALAQOH 14 - Tanda-Tanda Besar Dekatnya Hari Kiamat

 السّلام عليكم ورحمة الله و بر كاته  ... الحمد لله و الصلاة والسلام على رسول الله و على اله و صحبه اجمعين ꜜꜜꜜ Tanda-tanda besar dekatnya hari kiamat adalah 10 tanda menjelang datangnya hari kiamat. Yang apabila sudah muncul 10 tanda tersebut, maka akan terjadilah hari kiamat. Tanda-tanda besar tersebut apabila muncul satu, maka akan segera diikuti oleh yang lain. Suatu saat Nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam melihat para Shahābat sedang saling berbicara.      Maka Beliau bertanya, “Apa yang sedang kalian bicarakan?”      Merekapun menjawab, “Kami sedang mengingat hari kiamat.”      Maka, Beliau Shallallāhu ‘Alayhi wa Sallam bersabda : إِنَّهَا لَنْ تَقُومَ حَتَّى تَرَوْنَ قَبْلَهَا عَشْرَ آيَاتٍ “Sesungguhnya tidak akan bangkit hari kiamat tersebut sampai kalian melihat sebelumnya 10 tanda-tanda.” Kemudian Beliau Shallallāhu ‘Alayhi wa Sallam menyebutkan 10 tanda tersebut. Asap Dajjal Daabbah (seekor hewan melata) Terbitnya...

#I.1 BERHENTI MENJADI "PEOPLE PLEASER !" - Tentang Kapan Harus Peduli dan Kapan Harus Tidak Ambil Pusing

Ajukan pertanyaan berikut kepada diri sendiri : Apakah saya stres, memiliki jadwal yang terlalu padat, dan/ atau merasa kewalahan ? Jika jawabannya "ya" untuk yang mana pun, berhentilah sejenak dan tanyakan : Mengapa ? Saya berani menebak jawaban yaitu : karena Anda terlalu banyak ambil pusing. Atau, lebih spesifik, karena Anda berpikir Anda wajib memusingkan semuanya. Saya siap membantu. Di sepanjang Artikel ini dan lanjutannya, Anda akan melihat istilah ambil pusing digunakan dalam dua cara : * Ada makna tidak formal dari sikap peduli terhadap sesuatu, yang dipertimbangkan untuk Langkah 1 (memutuskan apa yang tidak usah Anda pusingkan). * Ada makna harfiah dari sikap sungguh peduli kepada seseorang atau sesuatu, dalam bentuk waktu, energi, dan/ atau uang. Ini dipertimbangkan untuk Langkah 2 (tidak ambil pusing tentang semua itu). Dalam kedua makna tadi, cara satu-satunya untuk mengubah hidup Anda menjadi lebih baik adalah dengan berhenti ambil pusing atas banyak di antarany...