Langsung ke konten utama

6.3 - BERCITA-CITALAH || Cita-cita Dunia

 Artikel ini merupakan REWRITE dari buku Best Seller  "ZERO to HERO (Mendahsyatkan Pribadi Biasa Menjadi Luar Biasa)"

Penulis - Solikhin Abu Izzudin

╼╾

Cita-cita Dunia

Hari ini harus lebih baik daripada kemarin

Ibrahim Al Harbi, yang berguru pada Imam Ahmad mengatakan, "Aku telah menyertai Imam Ahmad bin Hanbal selama dua puluh tahun. Saat musim dingin atau musim panas, siang atau malam, tak pernah aku dapati kecuali ia lebih baik dari sebelumnya." (Manaqib Ibnu Hanbal, Ibnul Jauzy)

Salah satu ungkapan cita-cita adalah doa. Seperti saat orang tua memberi nama anaknya, ia punya harapan, doa dan permohonan. "Rabbij 'alnii muqiimash shalaati wa min  dzuriyaatii ... Ya Allah jadikan aku dan keluargaku orang-orang yang mendirikan shalat..." Itu salah satu contoh, do'a Nabi Ibrahim buat diri dan keluarganya. Kita juga punya do'a. Do'a sapu jagat, andalan seluruh umat. Yakni do'a pamungkas, "Robbanaa aatina fiddun-ya hasanah wafil aakhirati hasanah waqinaa 'adzaa bannar.. Ya Allah berikanlah kami kebahagiaan di dunia dan berikan pula kebaikan di akhirat dan jauhkanlah kami dari siksa api neraka." (QS. Al-Baqarah : 201)

Doa itu adalah wajah cita-cita kita. Namun sudahkah kita menghayati cita-cita kita itu? Lalu tahukah kita apa yang sebenarnya yang kita citakan? Seperti doa itu "Ya Allah berikanlah kami kebahagiaan akhirat, rata-rata sudah jelas yakni surga segala kenikmatannya. Tapi apa makna kebahagiaan dunia? Menurut Said Ibnu Musayyib, kebahagiaan dunia itu adalah wanita shalihah.

Rasulullah Sholallahu 'alayhi wa sallam bersabda, "Dunia itu adalah perhiasan dan sebaik-aik perhiasan dunia adalah wanita shalihah." (HR. Muslim)

Lalu siapakah wanita shalihah itu ?

"Kalau dipandang menyenangkan hati, kalau diperintah ia taat, kalau ditinggal pergi ia menjaga diri dan harta suaminya."

Istri Imam Ali Ath-Thantawi - Seorang Syaikh di Al Azhar - pernah mengungkapkan cita-ctanya. Apa cita-citanya? Sederhana. Salah satunya beliau ingin memiliki rumah sendiri agar tidak ngontrak terus.

Berikut ini sekedar contoh cita-cita dunia. Silahkan Anda merenungkannya : sudahkah memiliki dan meraihnya? Cita-cita ini boleh di contoh lho.

  1. Memiliki hati yang bersih (salimul aqidah). Karena ia merupakan modal segala modal sebelum yang lainnya.
  2. Dapat mampu beribadah dengan baik dan benar (shahihul ibadah) sebagai rasa syukur dan membuka pintu-pintu kebaikan dan kebahagiaan yang lebih besar.
  3. Memiliki penghasilan yang cukup untuk memenuhi kehidupan sehari-hari dan menghindarkan diri dari kehinaan.
  4. Memiliki pekerjaan dan dapat meningkatkan kualitas pekerjaan dan karir ('amal) serta penghasilan.
  5. Terjaga kesehatan (qowiyul jism) sehingga bisa merasakan kenikmatan hidup. Karena kesehatan merupakan harta yang tak ternilai harganya dan mahkota yang luhur derajatnya.
  6. Memiliki peningkatan keuangan dan rasa aman (qodirun 'ala kasb) dari tekanan hutang dan penguasaan orang lain.
  7. Memiliki kendaraan yang baik. "Engkau sebab kebahagiaan mukmin adalah rumah yang luas, kendaraan yang lancar, lisan yang selalu bersyukur dan istri shalihah."
  8. Memiliki ketenangan jiwa, keteguhan hati dan kepercayaan diri (mati'nul khuluq) sehingga dapat dengan tulus mempercayai orang lain dan mendapat kepercayaan yang baik.
  9. Dibebaskannya hati dari segala penyakit hati seperti iri, dengki, sombong, dan prasangka buruk. Karena semua penyakit hati akan merusak tubuh, akal dan menghinakan pemiliknya pada kenistaan.
  10. Bisa diterima dalam pergaulan (akseptabilitas) karena diakui memiliki kepribadian yang baik dan dapat bergaul dengan orang lain (ukhuwah).
  11. Kebahagiaan dan kedamaian akal budi (akal sehat). Yakni terpeliharanya kehormatan akal, pikiran, berkembangnya wawasan sehingga mampu menempatkan diri dengan pas di ranah kehidupan. Ini dapat dicapai dengan pengembangan diri (taqwiimudz dzaat) dan pendidikan diri (tarbiyah dzatiyah).
  12. Memiliki kebebasan dalam menentukan sasaran dan arah hidup, serta keteraturan program diri (munadzoman fi syu'nihi). Bebas mengaktualisasikan dirinya dan mengekspresikan kepribadiannya dengan baik.
  13. Memiliki kedidiplinan diri yang dapat diandalkan untuk meniti kesuksesan yang lebih besar dan dapat menguasai diri (mujahiduna linafsihi) dalam menghadapi masalah.
  14. Mendapat limpahan cinta dan penghargaan dari orang sekelilingnya. Selalu dalam semangat untuk mencintai dan dicintai
  15. Memiliki waktu-waktu untuk berkarya dan menuangkan gagasan menjadi amal unggulan disertai rasa tanggung jawab (mas'uliyah) yang besar.
  16. Memiliki jaringan luas dalam pergaulan, banyak memiliki kawan dan erat dalam persahabatan.
  17. Memiliki kedewasaan dalam menentukan peran dan memiliki kematangan secara alturistik (bermanfaat bagi orang lain, naafi'un lighairi) dan menjadi tua secara mulus.
  18. Tulus dalam berbagi, berbakti, mengabdi dan memberi sehingga hati benar-benar memiliki kebaikan diri sebagai investasi dan tidak tamak dengan apa yang dimiliki orang lain.
  19. Mampu mengambil peluang-peluang kebaikan yang ada untuk meningkatkan kredit point di hadapan Allah dan kewibawaan di hadapan manusia.
  20. Memiliki kemampuan mengambil hikmah dan ibrah dari setiap peristiwa serta dapat mengaitkan hidup dengan kematian. Ini akan meneguhkan prinsip membuka ketenangan bathin, kebenaran jiwa dan menghasilkan kebesaran cita-cita. 
  21. Menjadi pribadi penting yang excellent, dibutuhkan dan diperhitungkan untuk berperan. Tetapi juga siap menerima orang lain untuk memimpin dan dipimpin. Inilah makna hikmah "tawadhu' terhadap kebenaran".
  22. Mampu berjihad di jalan Allah dengan segenap potensi yang dimilikinya sehingga dapat hidup bahagia dengan apa yang ada dan dapat meraih husnul khatimah di akhirnya. Syahid di jalan Allah.
Itulah beberapa contoh sederhana cita-cita yang dapat penulis paparkan. Tentu masih banyak yang tercecer dari cita-cita dunia yang ada. Seperti cita-cita Aa' Gym menjadi pilot yang dapat mengendarai pesawat. Sementara Reza M.Syarif menjadi mantan pilot yang kini banyak menggali kreatifitas dakwah dan pelatihan untuk menghadirkan pribadi-pribadi pilihan. Dan setiap pilihan ada resiko yang harus "dibayar".




Komentar

Postingan populer dari blog ini

RIYADHUSH SHALIHIN - BAB IKHLAS DAN MENGHADIRKAN NIAT DALAM SEGALA PERBUATAN, PERKATAAN, DAN KEADAAN, BAIK YANG NAMPAK MAUPUN YANG TERSEMBUNYI

Referensi penjelasan detail : Ust.Khalid Basalamah        Ust. Syafiq Riza Basalamah ~~~~~~~~      Allah Ta'ala berfirman : وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ   ۝٥ "Dan mereka tidak diperintahkan kecuali agar beribadah kepada Allah dengan mengikhlaskan²⁴ agama (ketaatan) kepadaNya juga menjadi orang-orang yang lurus,²⁵ dan juga agar mendirikan shalat dan menunaikkan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar)." (Qs. Al-Bayyinah : 5). ___ ²⁴ Saya katakan, Dalam ayat ini terdapat dalil wajibnya niat dalam seluruh ibadah, baik ibadah tersebut memang tujuan utama seperti shalat misalnya, maupun hanya sebagai perantara untuk ibadah lainnya seperti bersuci. Hal itu karena ikhlas tidak mungkin terjadi tanpa niat. Ini adalah madzhab mayoritas ulama, dan inilah yang benar, yang tidak ada keraguan tentangnya. ___ ²⁵ Y...

HSI-SILSILAH 05 - HALAQOH 14 - Tanda-Tanda Besar Dekatnya Hari Kiamat

 السّلام عليكم ورحمة الله و بر كاته  ... الحمد لله و الصلاة والسلام على رسول الله و على اله و صحبه اجمعين ꜜꜜꜜ Tanda-tanda besar dekatnya hari kiamat adalah 10 tanda menjelang datangnya hari kiamat. Yang apabila sudah muncul 10 tanda tersebut, maka akan terjadilah hari kiamat. Tanda-tanda besar tersebut apabila muncul satu, maka akan segera diikuti oleh yang lain. Suatu saat Nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam melihat para Shahābat sedang saling berbicara.      Maka Beliau bertanya, “Apa yang sedang kalian bicarakan?”      Merekapun menjawab, “Kami sedang mengingat hari kiamat.”      Maka, Beliau Shallallāhu ‘Alayhi wa Sallam bersabda : إِنَّهَا لَنْ تَقُومَ حَتَّى تَرَوْنَ قَبْلَهَا عَشْرَ آيَاتٍ “Sesungguhnya tidak akan bangkit hari kiamat tersebut sampai kalian melihat sebelumnya 10 tanda-tanda.” Kemudian Beliau Shallallāhu ‘Alayhi wa Sallam menyebutkan 10 tanda tersebut. Asap Dajjal Daabbah (seekor hewan melata) Terbitnya...

#I.1 BERHENTI MENJADI "PEOPLE PLEASER !" - Tentang Kapan Harus Peduli dan Kapan Harus Tidak Ambil Pusing

Ajukan pertanyaan berikut kepada diri sendiri : Apakah saya stres, memiliki jadwal yang terlalu padat, dan/ atau merasa kewalahan ? Jika jawabannya "ya" untuk yang mana pun, berhentilah sejenak dan tanyakan : Mengapa ? Saya berani menebak jawaban yaitu : karena Anda terlalu banyak ambil pusing. Atau, lebih spesifik, karena Anda berpikir Anda wajib memusingkan semuanya. Saya siap membantu. Di sepanjang Artikel ini dan lanjutannya, Anda akan melihat istilah ambil pusing digunakan dalam dua cara : * Ada makna tidak formal dari sikap peduli terhadap sesuatu, yang dipertimbangkan untuk Langkah 1 (memutuskan apa yang tidak usah Anda pusingkan). * Ada makna harfiah dari sikap sungguh peduli kepada seseorang atau sesuatu, dalam bentuk waktu, energi, dan/ atau uang. Ini dipertimbangkan untuk Langkah 2 (tidak ambil pusing tentang semua itu). Dalam kedua makna tadi, cara satu-satunya untuk mengubah hidup Anda menjadi lebih baik adalah dengan berhenti ambil pusing atas banyak di antarany...