Langsung ke konten utama

2.1 - DEMI MASA || Momentum = Prestasi

  Artikel ini merupakan REWRITE dari buku Best Seller  "ZERO to HERO (Mendahsyatkan Pribadi Biasa Menjadi Luar Biasa)"

Penulis - Solikhin Abu Izzudin

╼╾

 Barangsiapa yang tidak menyibukkan diri dalam kebaikan niscaya ia akan disibukkan dalam keburukan.

 

Demi Masa

by : Raihan

Demi masa .... Sesungguhnya manusia kerugian

Melainkan yang beriman dan beramal shalih ...

a... a... a... a... a... a... a... a... a... a...

Gunakan kesempatan ... yang masih diberi moga kita takkan menyesal

Masa usia kita ... jangan disiakan karna ia takkan kembali

Ingat lima perkara sebelum lima perkara


Sehat sebelum sakit

Kaya sebelum miskin

Muda sebelum tua

Lapang sebelum sempit

Hidup sebelum mati ...

Hidup sebelum mati ...

╼╾

Momentum = Prestasi

Aku akan duduk di sebuah tempat yang tidak kuberikan sedikit pun tempat untuk syaitan.

(Umar bin Abdul Aziz)

➠ Anugerah Waktu

Waktu adalah momentum untuk berprestasi. Demi masa, demikianlah Allah bersumpah. Bukan main-main tentunya, karena Allah menegaskan setalah bahwa sesungguhnya manusia pasti akan merugi kalau tidak memperhatikan waktu, kecuali 4 golongan :

  1. Orang yang beriman
  2. Orang yang beramal shalih
  3. Orang yang menasihati dalam kebenaran
  4. Orang yang menasihati dalam kesabaran
Sebagaimana firman Allah dala Al-Ashr ayat 1-3 :
"Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya metaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran."

Menyikapi ayat ini, Imam Syafi'i Rahimahullah berkata, "Seandainya manusia memahami ayat ini cukuplah agama ini baginya ..." Apa maksudnya ? Surat ini merupakan intisari bahwa hidup adalah kumpulan waktu. Yang tak mampu menggunakan waktu dialah orang yang dijamin bakal rugi, persis orang yang sudah mati. Karena hidupnya seperti mayat yang beku, hidup tak sopan mati bikin bau. Ujuduhu ka-adamihi, keberadaannya seperti tak ada, karena tak ada gunanya. Tak ada yang menganggap dan menghiraukan. Bahkan banyak yang menyesali dan merutuki, mengapa orang seperti ini kok masih hidup, malah panjang umur ? Kalau dia mati banyak orang yang bersyukur.
Rasulullah Sholallahu 'alayhi Wa Sallam bersabda, "Perumpamaan orang yang mengingat Allah dengan orang yang tidak mengingat-Nya seperti orang yang hidup dengan orang mati." (HR. Bukhari dan Abu Musa Al Asy'ari)

Orang hidup yang sudah mati inilah yang kini banyak berkeliaran, mendominasi, mempengaruhi dan menebar petaka. Kadang kita pun takut karenanya karena mereka di sekitar kita, kadang menjelma menjadi diri kita.

Siapa sih yang ingin hidup sekedar pemain figuran, penonton urakan, atau artis murahan tanpa peran jelas karena prinsip dan visi misinya tak karuan. Berbagai momentum lewat, kesuksesan minggat, bahagia pun mencelat.

Rasulullah Sholallahu 'alayhi wa Sallam bersabda, "Ada dua nikmat, di mana banyak orang yang tertipu dengan keduanya : nikmat sehat dan waktu luang." (HR. Bukhari dari Ibnu Abbas)

Waktu adalah kunci sukses kita. Dalam buku Tarbiyah Dzatiyah Kiat Sukses Manajemen Diri, hal ini telah penulis tuntas dengan pernik-perniknya.

Mengambil inspirasi dari telaah Imam Syafi'i atas Surat Al Ashr ini plus pengalaman beliau dalam mengoptimalkan waktu, kita lejitkan potensi biasa dengan prestasi luar biasa. Kuncinya adalah memberdayakan waktu, memberdayakandiri, memberdayakan sarana, menemukan momentum, melahirkan ide segar, kerja dengan benar 'tuk hasilkan karya besar.


Next Episode Demi masa - Berhitung ... Mulai !

 

Komentar