Langsung ke konten utama

HSI-SILSILAH 05 - HALAQOH 69 - Al-Jannah dan Kenikmatannya (Bagian 4)

 السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Para penduduk surga akan masuk ke dalam surga seperti manusia yang berumur 33 tahun.

    Rasulullah Shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda,

يَدْخُلُ أَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَنَّةَ جُرْدًا مُرْدًا مُكَحَّلِينَ أَبْنَاءَ ثَلَاثِينَ أوْ ثَلَاثٍ وَثَلَاثِينَ سَنَةً

“Penduduk surga akan masuk ke dalam surga dalam keadaan kulit tidak berambut, tidak berjenggot, bercelak matanya, seperti manusia yang berumur 30 atau 33 tahun.” (Hadits Hasan Riwayat Tirmidzi)

Tiga puluh atau tiga puluh tiga adalah keraguan dari rawi.
    Dan di dalam hadits hasan yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Abu Hurairah Radhiyallāhu ‘anhu disebutkan bahwasanya mereka akan masuk surga dalam keadaan:

  • Kulit berwarna putih
  • Berumur 33 tahun
  • Dengan tinggi 60 hasta (satu hasta adalah dari satu siku ke ujung jari)
  • Allah akan menikahkan para laki-laki penduduk surga dengan bidadari yang sempurna kecantikannya.

    Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,

وَزَوَّجۡنَـٰهُم بِحُورٍ عِينٍ۬

“Dan Kami akan menikahkan mereka dengan bidadari-bidadari.” (QS At-Thur : 20)

    Dan yang dimaksud dengan Hur adalah wanita-wanita yang putih matanya sangat putih. Dan bagian hitam matanya sangat hitam.
    Dan ‘īn adalah wanita-wanita yang lebar matanya.

    Allah menyebutkan bahwasanya bidadari-bidadari tersebut besar payudaranya dan sebaya umurnya. (QS An-Naba’: 33)

  • Mereka diciptakan oleh Allah Subhānahu wa Ta’āla secara langsung dalam keadaan perawan dan penuh rasa cinta kepada suaminya (QS Al-Waqi’ah: 35-37)
  • Sangat cantik seperti mutiara yang tersimpan, yang tidak berubah warnanya (QS Al-Waqi’ah: 23)
  • Dan ada yang seperti batu mulia dan mereka menjaga pandangan mereka hanya untuk suaminya (QS Ar-Rahman: 56-58)
  • Para bidadari tersebut tidak pernah haidh dan mereka bersih dari segala kotoran (QS Al-Baqarah: 25)

    Rasulullah Shāllallāhu Alaihi Wasallam menyebutkan bahwasanya,
“Seandainya salah seorang bidadari muncul dan melihat ke bumi, niscaya dia akan menyinari apa yang ada di antara surga dan bumi. Dan niscaya akan memenuhi antara surga dan bumi dengan bau wangi. Dan sungguh khimar atau kerudung seorang bidadari lebih baik daripada dunia dan seisinya". (Hadits Riwayat Bukhari)

    Para bidadari tersebut akan cemburu bila suaminya yang sedang di dunia disakiti oleh istrinya di dunia (sebagaimana tersebut di dalam hadits yang shahih riwayat Tirmidzi dan Ibnu Majah).

“Lelaki penduduk surga akan diberi kekuatan 100 kali lipat dalam makan, minum, syahwat, dan mendatangi istrinya.” (Hadits shahih Riwayat Ath-Thabrani di dalam Al-Mu’jamul Kabiir)

Istri di dunia akan menjadi istri di akhirat apabila istri tersebut beriman.
    Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,

جَنَّـٰتُ عَدۡنٍ۬ يَدۡخُلُونَہَا وَمَن صَلَحَ مِنۡ ءَابَآٮِٕہِمۡ وَأَزۡوَٲجِهِمۡ وَذُرِّيَّـٰتِہِمۡ‌ۖ

“Surga-surga yang mereka akan masuk ke dalamnya dan juga orang-orang yang shalih dari bapak-bapak mereka, istri-istri mereka, dan keturunan-keturunan mereka.” (QS Ar-Ra’ad: 23)

    Para penduduk surga akan dilayani oleh anak-anak muda yang Allah ciptakan di dalam surga, mereka sangat indah dipandang dan banyak seperti mutiara-mutiara yang bertebaran → (Lihat Al-Waqi’ah: 17 dan Al-Insan: 19)

    Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini. Dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

Abdullah Roy

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RIYADHUSH SHALIHIN - BAB IKHLAS DAN MENGHADIRKAN NIAT DALAM SEGALA PERBUATAN, PERKATAAN, DAN KEADAAN, BAIK YANG NAMPAK MAUPUN YANG TERSEMBUNYI

Referensi penjelasan detail : Ust.Khalid Basalamah        Ust. Syafiq Riza Basalamah ~~~~~~~~      Allah Ta'ala berfirman : وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ   ۝٥ "Dan mereka tidak diperintahkan kecuali agar beribadah kepada Allah dengan mengikhlaskan²⁴ agama (ketaatan) kepadaNya juga menjadi orang-orang yang lurus,²⁵ dan juga agar mendirikan shalat dan menunaikkan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar)." (Qs. Al-Bayyinah : 5). ___ ²⁴ Saya katakan, Dalam ayat ini terdapat dalil wajibnya niat dalam seluruh ibadah, baik ibadah tersebut memang tujuan utama seperti shalat misalnya, maupun hanya sebagai perantara untuk ibadah lainnya seperti bersuci. Hal itu karena ikhlas tidak mungkin terjadi tanpa niat. Ini adalah madzhab mayoritas ulama, dan inilah yang benar, yang tidak ada keraguan tentangnya. ___ ²⁵ Y...

HSI-SILSILAH 05 - HALAQOH 14 - Tanda-Tanda Besar Dekatnya Hari Kiamat

 السّلام عليكم ورحمة الله و بر كاته  ... الحمد لله و الصلاة والسلام على رسول الله و على اله و صحبه اجمعين ꜜꜜꜜ Tanda-tanda besar dekatnya hari kiamat adalah 10 tanda menjelang datangnya hari kiamat. Yang apabila sudah muncul 10 tanda tersebut, maka akan terjadilah hari kiamat. Tanda-tanda besar tersebut apabila muncul satu, maka akan segera diikuti oleh yang lain. Suatu saat Nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam melihat para Shahābat sedang saling berbicara.      Maka Beliau bertanya, “Apa yang sedang kalian bicarakan?”      Merekapun menjawab, “Kami sedang mengingat hari kiamat.”      Maka, Beliau Shallallāhu ‘Alayhi wa Sallam bersabda : إِنَّهَا لَنْ تَقُومَ حَتَّى تَرَوْنَ قَبْلَهَا عَشْرَ آيَاتٍ “Sesungguhnya tidak akan bangkit hari kiamat tersebut sampai kalian melihat sebelumnya 10 tanda-tanda.” Kemudian Beliau Shallallāhu ‘Alayhi wa Sallam menyebutkan 10 tanda tersebut. Asap Dajjal Daabbah (seekor hewan melata) Terbitnya...

KISAH ORANG SHALIH - ABU SULAIMAN AD-DARANI (Aku Pantas Menangis)

  ┈┈◅◁◈◈▷▻┈┈ ABU SULAIMAN AD-DARANI Aku Pantas Menangis ┈┈◅◁◈◈▷▻┈┈     Ahmad bin Abu al-Hawari berkata,     "Ketika aku menemui Abu Sulaiman ad-Darani, ia sedang menangis, maka aku bertanya, 'Tuan, apa yang membuat Anda menangis ?'     Dia menjawab, 'Wahai Ahmad, orang-orang yang mencintai Allah, jika hari telah malam, mereka mulai membentangkan telapak kaki mereka (berdiri mengerjakan shalat), lalu air mata mereka membasahi pipi dalam rukuk dan sujud. Ketika mereka sedang dalam keadaan demikian itu, Allah Subhanahu Wa Ta'ala menyaksikan mereka memanggil,  'Wahai Jibril, demi MataKu, siapakah yang sedang membaca Firman-Firman-Ku dengan penuh kenikmatan itu dan damai dalam ber munajat kepadaKu? Sesungguhnya Aku mengawasi mereka, mendengar perkataan, melihat rintihan dan tangis mereka ! Serulah wahai Jibril dan tanyakan kepada mereka, 'Kegundahan apa yang Aku lihat pada kalian ini ? Apakah telah datang seseorang kepada kalian yang menyampaikan berit...