Langsung ke konten utama

HSI-SILSILAH 05 - HALAQOH 58 - Beberapa Contoh Dosa Penyebab Jatuhnya Seseorang ke Dalam Neraka (Bagian 4)

 السّلام عليكم ورحمة الله و بر كاته  ...


الحمد لله و الصلاة والسلام على رسول الله و على اله و صحبه اجمعين

ꜜꜜꜜ

Diantara dosa yang bisa menyebabkan seseorang terjatuh ke dalam neraka adalah:

✹ Dosa Wanita yang Tidak Bersyukur Kepada Suaminya

    Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda :
“Diperlihatkan kepadaku bahwa sebagian besar penduduk neraka adalah wanita. Mereka telah ingkar. Dikatakan kepada beliau, “Apakah mereka ingkar kepada Allah?”
    Beliau bersabda,
“Mereka ingkar kepada suami-suami mereka. Mengingkari kebaikan-kebaikan mereka. Seandainya engkau berbuat baik kepada salah seorang diantara mereka sekian lama, kemudian dia melihat darimu sesuatu yang tidak membuat dia senang, maka wanita tersebut akan berkata, “Aku tidak melihat kebaikan sedikit pun darimu”. (HR. Bukhari dan Muslim)

    Seorang wanita yang sholihah hendaklah bersyukur kepada Allah, kemudian bersyukur kepada suaminya, karena dengan sebabnya Allah Subhānahu wa Ta’āla menjaga dia sebagai seorang istri, menutupi kekurangannya, menunaikan hajatnya, dan lain-lain.

    Dan secara umum, bersyukur kepada orang lain yang pernah berbuat baik kepada kita diperintahkan di dalam agama Islam. Apabila seseorang tidak bisa membalas maka hendaknya dia mendoakan dengan kebaikan, baik di hadapan orang tersebut maupun tidak di hadapannya.

    Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda,
“Barangsiapa yang berbuat baik kepada kalian, maka balaslah. Kalau kalian tidak menemukan sesuatu untuk membalasnya, maka doakanlah dengan kebaikan sampai kalian merasa bahwasanya kalian telah membalas kebaikannya.” (Hadits Shahih Riwayat Abu Daud dan An-Nasa’i)

Dan diantara dosa yang membahayakan kehidupan seorang hamba di akhirat adalah:

✹ Tiga Dosa yang Tercantum di Dalam Sabda Nabi Shallallāhu ‘Alayhi Wa Sallam
“Tiga orang yang Allah haramkan masuk surga:

  • Pecandu khomr (minuman keras),
  • Anak yang durhaka, dan
  • Dayyuts (yaitu laki-laki yang membiarkan kejelekan di dalam keluarganya).”
(Hadits Hasan Riwayat Imam Ahmad di dalam Musnadnya)

    Seorang kepala keluarga yang membiarkan kemaksiatan di dalam keluarganya dan memfasilitasi, dikhawatirkan terkena ancaman ini.

    Seorang kepala keluarga dituntut untuk tegas dan lembut dengan keluarganya. Rasa sayang bukan berarti harus memberi segala yang diminta.
Dan mendidik mereka untuk taat tidak identik dengan kekerasan.

    Istri dan anak adalah ujian dan titipan Allah. Kewajiban kita adalah mengerahkan tenaga semaksimal mungkin untuk menjaga diri dan keluarga kita dari neraka. Dan hidayah di tangan Allah Subhānahu wa Ta’āla.

Dan diantara dosa yang membahayakan adalah:
✹ Durhaka Kepada Kedua Orang Tua
    Dan diantara bentuk durhaka adalah menyakiti orang tua dengan lisan, dengan sikap, ataupun dengan tangan.
    Seorang muslim dan muslimah diperintah untuk berlemah-lembut kepada orang tua, merendahkan diri di hadapan mereka, dan menaati perintah mereka selama tidak bertentangan dengan syari’at.

    Dan diantara bentuk bakti yang paling berharga kepada orang tua kita adalah mengeluarkan mereka dari kegelapan, kesyirikan, kebid’ahan, dan kemaksiatan, menuju cahaya tauhid, sunnah, dan ketaatan kepada Allah Subhānahu wa Ta’āla.

Dan diantara dosa yang membahayakan adalah:
✹ Dosa Seorang Pejabat yang Menipu Bawahan atau Rakyatnya
    Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda :
“Tidaklah seorang hamba, Allah berikan jabatan kemudian dia mati dalam keadaan menipu bawahan atau rakyatnya kecuali Allah akan mengharamkan dia masuk ke dalam surga.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Diantara bentuk menipu kepada rakyat adalah:

  • tidak menasehati mereka demi keselamatan dunia dan akhirat mereka,
  • tidak memenuhi hak-hak mereka,
  • tidak berbuat adil di antara mereka,
  • dan lain-lain.

    Maksud diharamkan masuk surga di sini bahwasanya pelakunya tidak bisa masuk surga secara langsung, namun dia berhak untuk diadzab di dalam neraka terlebih dahulu apabila Allah menghendaki.

    Ini adalah beberapa contoh dosa-dosa besar dan para ulama telah mengarang buku khusus tentang dosa-dosa besar, kita pelajari supaya kita bisa menjauhi.

    Keyakinan ahlusunnah bahwasanya pelaku dosa besar di bawah kehendak Allah. Kalau Allah menghendaki, maka Allah akan mengampuni, dan kalau Allah menghendaki, maka Allah akan mengadzabnya terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam surga.

    Dan adzab neraka bagi para pelaku dosa besar, meski tidak selamanya namun bukan sesuatu yang ringan. Satu menit dibakar dengan api dunia adalah perkara yang berat. Maka bagaimana dibakar dalam waktu yang lama dengan api akhirat yang jauh lebih panas?

    Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:
“Api kalian adalah satu bagian dari tujuh puluh bagian dari neraka jahanam.” (HR. Bukhari dan Muslim)

    Kesabaran di dalam menahan hawa nafsu di dunia, bagi seorang muslim jauh lebih ringan dan lebih mudah daripada kesabaran di dalam menghadapi adzab neraka di akhirat.

Semoga Allah Subhānahu wa Ta’āla melindungi kita dan keluarga kita dari api neraka.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya

** Materi audio ini disampaikan di dalam grup WA Halaqah Silsilah Ilmiyyah (HSI) Abdullah Roy.

و السّلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RIYADHUSH SHALIHIN - BAB IKHLAS DAN MENGHADIRKAN NIAT DALAM SEGALA PERBUATAN, PERKATAAN, DAN KEADAAN, BAIK YANG NAMPAK MAUPUN YANG TERSEMBUNYI

Referensi penjelasan detail : Ust.Khalid Basalamah        Ust. Syafiq Riza Basalamah ~~~~~~~~      Allah Ta'ala berfirman : وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ   ۝٥ "Dan mereka tidak diperintahkan kecuali agar beribadah kepada Allah dengan mengikhlaskan²⁴ agama (ketaatan) kepadaNya juga menjadi orang-orang yang lurus,²⁵ dan juga agar mendirikan shalat dan menunaikkan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar)." (Qs. Al-Bayyinah : 5). ___ ²⁴ Saya katakan, Dalam ayat ini terdapat dalil wajibnya niat dalam seluruh ibadah, baik ibadah tersebut memang tujuan utama seperti shalat misalnya, maupun hanya sebagai perantara untuk ibadah lainnya seperti bersuci. Hal itu karena ikhlas tidak mungkin terjadi tanpa niat. Ini adalah madzhab mayoritas ulama, dan inilah yang benar, yang tidak ada keraguan tentangnya. ___ ²⁵ Y...

HSI-SILSILAH 05 - HALAQOH 14 - Tanda-Tanda Besar Dekatnya Hari Kiamat

 السّلام عليكم ورحمة الله و بر كاته  ... الحمد لله و الصلاة والسلام على رسول الله و على اله و صحبه اجمعين ꜜꜜꜜ Tanda-tanda besar dekatnya hari kiamat adalah 10 tanda menjelang datangnya hari kiamat. Yang apabila sudah muncul 10 tanda tersebut, maka akan terjadilah hari kiamat. Tanda-tanda besar tersebut apabila muncul satu, maka akan segera diikuti oleh yang lain. Suatu saat Nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam melihat para Shahābat sedang saling berbicara.      Maka Beliau bertanya, “Apa yang sedang kalian bicarakan?”      Merekapun menjawab, “Kami sedang mengingat hari kiamat.”      Maka, Beliau Shallallāhu ‘Alayhi wa Sallam bersabda : إِنَّهَا لَنْ تَقُومَ حَتَّى تَرَوْنَ قَبْلَهَا عَشْرَ آيَاتٍ “Sesungguhnya tidak akan bangkit hari kiamat tersebut sampai kalian melihat sebelumnya 10 tanda-tanda.” Kemudian Beliau Shallallāhu ‘Alayhi wa Sallam menyebutkan 10 tanda tersebut. Asap Dajjal Daabbah (seekor hewan melata) Terbitnya...

#I.1 BERHENTI MENJADI "PEOPLE PLEASER !" - Tentang Kapan Harus Peduli dan Kapan Harus Tidak Ambil Pusing

Ajukan pertanyaan berikut kepada diri sendiri : Apakah saya stres, memiliki jadwal yang terlalu padat, dan/ atau merasa kewalahan ? Jika jawabannya "ya" untuk yang mana pun, berhentilah sejenak dan tanyakan : Mengapa ? Saya berani menebak jawaban yaitu : karena Anda terlalu banyak ambil pusing. Atau, lebih spesifik, karena Anda berpikir Anda wajib memusingkan semuanya. Saya siap membantu. Di sepanjang Artikel ini dan lanjutannya, Anda akan melihat istilah ambil pusing digunakan dalam dua cara : * Ada makna tidak formal dari sikap peduli terhadap sesuatu, yang dipertimbangkan untuk Langkah 1 (memutuskan apa yang tidak usah Anda pusingkan). * Ada makna harfiah dari sikap sungguh peduli kepada seseorang atau sesuatu, dalam bentuk waktu, energi, dan/ atau uang. Ini dipertimbangkan untuk Langkah 2 (tidak ambil pusing tentang semua itu). Dalam kedua makna tadi, cara satu-satunya untuk mengubah hidup Anda menjadi lebih baik adalah dengan berhenti ambil pusing atas banyak di antarany...