Langsung ke konten utama

#II.11 BERHENTI MENJADI "PEOPLE PLEASER !" - Rapat - Beruang Kutub dan Setengah Maraton

 ✽ Beruang Kutub dan Setengah Maraton

    Apakah Anda bekerja di kantor atau lingkungan lain tempat teman kerja mengira wajar kalau mereka meminta sedikit sumbangan untuk kegiatan pribadi ? Saya pernah, dan satu-satunya alasan untuk membenarkannya adalah nanti Anda akan memperoleh kue hasil karya mereka.

    Bayangkan Gail dari bagian pemasaran (masih ingat Gail ?) mengedarkan permohonan sumbangan untuk acara setengah maratonnya, dengan hasil yang akan diberikan kesebuah badan amal. Lembaga yang penting bagi Gail, tapi tidak penting bagi Anda. Gail juga meminta sumbangan untuk menyelamatkan beruang kutub atau apa saja. Anda sebetulnya ingin tidak ambil pusing tentang beruang kutub. Namun Anda khawatir tidak mengikuti acara setengah maraton prakarsa Gail akan membuat citra Anda buruk di mata teman-teman kerja, dan setiap Anda bertemu Gail di ruangan istirahat, ia akan berpura-pura tidak melihat dan menghindar.

    Sekarang, tanyai diri Anda, apakah saya dengan jujur mempermasalahkan apa yang ada dalam pikiran Gail (atau siapa pun) tentang kesediaan saya mendukung aksi amalnya ? Tentang pandangannya (atau orang lain) terhadap saya ?

    Bila jawabannya tidak---yang seyogianya begitu, bila Anda menanggapinya secara serius---lanjutkan dengan pertanyaan, sekadar untuk catatan, apakah saya sungguh peduli dengan beruang kutub ? Bagaimana dengan setengah maraton ?

    Bila jawaban atas pertanyaan lanjutan juga tidak, berarti Anda dapat menambahkannya ke daftar Hal-hal Terkait Pekerjaan yang Tidak Usah Diambil Pusing ! Selamat !

    Langkah berikutnya---yang akan mengantar ke Bagian III---adalah dengan sopan (artinya tanpa menyakiti perasaan) menolak memberikan sumbangan untuk acara Gail; jadi Anda berhenti ambil pusing tentang apa yang ada dalam pikiran Gail, memutuskan bahwa kegiatan penggalangan dananya adalah sesuatu yang tidak bisa Anda ambil pusing, lalu sungguh tidak ambil pusing tentangnya.

    Namun sekali lagi, Anda tidak harus berubah dari yang biasanya selalu peduli menjadi orang yang disingkirkan dari pergaulan di kantor, bahkan tidak diberi pekerjaan.

    Ketika mengatakan Anda boleh berhenti ambil pusing tentang apa yang teman kerja pikirkan, yang saya maksud adalah walaupun tidak mengenal mereka secara pribadi, Anda barangkali dapat mengurangi sebagian besar keperdulian Anda terhadap pandangan-pandangan mereka yang memengaruhi keputusan-keputusan dalam hidup Anda.

    Contoh lain, misalkan salah seorang teman kerja Anda, Tim, mengadakan pesta ulang tahun di sebuah kafe karaoke. Apa pun alasannya, Anda tidak ingin datang, tapi ini acara yang membuat Anda terpaksa menghadirinya---walaupun Anda akan rugi sendiri, misalnya menjadi kurang tidur, harus mengeluarkan biaya tambahan untuk makan dan minum, dan rasa hormat pada diri sendiri. Saya tidak menganjurkan Anda menanggapi undangan seperti itu dengan menertawakannya, atau mengiriminya gambar yang menyindir. Saya semata berkata bahwa Anda bisa---dengan sopan---menolak undangan itu dan percaya bahwa itu tidak menyebabkan kiamat bagi Anda. Anda mencoret sebuah kegiatan dalam daftar Anda, dan sebagai ganjarannya mendapatkan malam yang santai.

Awas, ia punya reputasi dalam hal ini

    Banyak orang yang saya ajak bicara tentang tidak usah ambil pusing di tempat kerja sesungguhnya tidak terlalu mempermasalahkan menyinggung perasaan dan lebih khawatir tentang merusak reputasi mereka sendiri. Namun, inilah tepatnya mengapa Metode NotSorry terlalu mencemaskan melukai perasaan orang lain atau tidak menjadi orang yang menyebalkan. Keduanya sama-sama berkontribusi terhadap reputasi Anda sebagai karyawan, teman kerja, atau atasan.

    Yang penting adalah persiapan dan keterampilan. Anda perlu mengartikulasikan hal yang dipermasalahkan itu pada diri sendiri---dengan menjelajah kandang mental Anda dan menyusun daftar serta mencermati Anggaran Tidak Ambil Pusing---sebelum sampai melukai perasaan siapapun di dunia nyata. Lalu, bertindaklah sesuai dengan itu.

    Bila memutuskan, misalnya, bahwa Anda tidak ambil pusing tentang ikut piknik tahunan perusahaan, ya... tidak usah pergi. Mereka tidak bisa memecat Anda karenanya, dan Anda bisa menggunakan tiga jam itu untuk menyelesaikan membaca novel atau menghabiskan waktu bersama keluarga. Itu tidak sama dengan membuat kabar bohong tentang bom sehingga perusahaan membatalkan acara piknik. Anda hanya perlu memberitahu panitia. Sejujurnya, boleh jadi tidak ada yang peduli dengan kehadiran Anda di sana; Anda tidak usah merasa menjadi orang penting.

    Seperti biasa dikatakan oleh Obama, "Izinkan saya menjelaskan". Salah satu hal yang dulu selalu saya pusingkan terkait pekerjaan---baik sebagai karyawan maupun sebagai pekerja mandiri---adalah reputasi saya. Mengatur waktu dan energi, mengasah kemampuan berfokus dan berkarya, serta dihormati orang lain adalah unsur-unsur yang dapat mempertahankan reputasi bagus, jadi saya meletakkannya di urutan atas dalam daftar Hal-hal yang Harus Saya Pedulikan.

    Dan kalau saya mempunyai reputasi sebagai orang yang tidak bersedia ikut dalam rapat melalui telepon ? Anda boleh saja memberi saya cap buruk, tapi saya tidak ambil pusing. (Tapi saya sungguh menyaring telepon-telepon saya).

Yang ini bukan dokumen tidak berguna

    Saya mengatakan situasi yang ideal untuk menyusun daftar adalah duduk di lantai yang keras, sambil menjelajah kandang mental, pelan-pelan mulai kesemutan dan mati rasa dari pinggul ke bawah ketika Anda mengalami Fuck Overload. Bagaimanapun, saya akan membuat pengecualian untuk kategori Pekerjaan kalau ini daftar yang bisa dibuat sambil mengikuti rapat. Masa bodoh dengan rapat !

    Jangan lupa, Pekerjaan punya beberapa subkategori, misalnya Atasan, Teman Kerja, Politik Kantor, Rapat, Memo, dan sebagainya. Selanjutnya, Teman Kerja dapat terdiri atas beberapa sub-kategori lagi, misalnya Perasaan, Ulang Tahun, dan Peliharaan Sakit.

    Bayangkan sederet lemari arsip berjajar di dinding kandang Anda. Coba buka setiap lacinya, satu demi satu, lalu buat daftar tentang semua hal yang berkaitan dengan pekerjaan di dalamnya.

    Setelah itu (dan hanya setelah itu) Anda bisa beralih ke Kategori Tiga : Teman, Kenalan, dan Orang Asing.

Catatan tentang tingkat kesulitan

    Seperti badai, Empat Kategori Hal yang Berpeluang Merepotkan semakin rumit seiring jumlahnya, Saya yakin Anda mampu melewatinya, tapi kalau Anda ragu tentang beralih ke Kategori Tiga, ketahuilah bahwa kita sedang bicara tentang hal-hal yang luar biasa praktis.

    Kalau pernah duduk di sofa sambil membayangkan cara membebaskan diri dari situasi membosankan di sebuah pesta bersama teman, Anda pasti sangat berharap dapat beralih ke kategori berikutnya. Mungkin awalnya agak kurang nyaman, tapi begitu pula seandainya naskah kuno Yunani dibacakan menggunakan cara orang Aceh mendongeng.


Next 👉 Teman, Kenalan, dan Orang Asing

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RIYADHUSH SHALIHIN - BAB IKHLAS DAN MENGHADIRKAN NIAT DALAM SEGALA PERBUATAN, PERKATAAN, DAN KEADAAN, BAIK YANG NAMPAK MAUPUN YANG TERSEMBUNYI

Referensi penjelasan detail : Ust.Khalid Basalamah        Ust. Syafiq Riza Basalamah ~~~~~~~~      Allah Ta'ala berfirman : وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ   ۝٥ "Dan mereka tidak diperintahkan kecuali agar beribadah kepada Allah dengan mengikhlaskan²⁴ agama (ketaatan) kepadaNya juga menjadi orang-orang yang lurus,²⁵ dan juga agar mendirikan shalat dan menunaikkan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar)." (Qs. Al-Bayyinah : 5). ___ ²⁴ Saya katakan, Dalam ayat ini terdapat dalil wajibnya niat dalam seluruh ibadah, baik ibadah tersebut memang tujuan utama seperti shalat misalnya, maupun hanya sebagai perantara untuk ibadah lainnya seperti bersuci. Hal itu karena ikhlas tidak mungkin terjadi tanpa niat. Ini adalah madzhab mayoritas ulama, dan inilah yang benar, yang tidak ada keraguan tentangnya. ___ ²⁵ Y...

HSI-SILSILAH 05 - HALAQOH 14 - Tanda-Tanda Besar Dekatnya Hari Kiamat

 السّلام عليكم ورحمة الله و بر كاته  ... الحمد لله و الصلاة والسلام على رسول الله و على اله و صحبه اجمعين ꜜꜜꜜ Tanda-tanda besar dekatnya hari kiamat adalah 10 tanda menjelang datangnya hari kiamat. Yang apabila sudah muncul 10 tanda tersebut, maka akan terjadilah hari kiamat. Tanda-tanda besar tersebut apabila muncul satu, maka akan segera diikuti oleh yang lain. Suatu saat Nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam melihat para Shahābat sedang saling berbicara.      Maka Beliau bertanya, “Apa yang sedang kalian bicarakan?”      Merekapun menjawab, “Kami sedang mengingat hari kiamat.”      Maka, Beliau Shallallāhu ‘Alayhi wa Sallam bersabda : إِنَّهَا لَنْ تَقُومَ حَتَّى تَرَوْنَ قَبْلَهَا عَشْرَ آيَاتٍ “Sesungguhnya tidak akan bangkit hari kiamat tersebut sampai kalian melihat sebelumnya 10 tanda-tanda.” Kemudian Beliau Shallallāhu ‘Alayhi wa Sallam menyebutkan 10 tanda tersebut. Asap Dajjal Daabbah (seekor hewan melata) Terbitnya...

#I.1 BERHENTI MENJADI "PEOPLE PLEASER !" - Tentang Kapan Harus Peduli dan Kapan Harus Tidak Ambil Pusing

Ajukan pertanyaan berikut kepada diri sendiri : Apakah saya stres, memiliki jadwal yang terlalu padat, dan/ atau merasa kewalahan ? Jika jawabannya "ya" untuk yang mana pun, berhentilah sejenak dan tanyakan : Mengapa ? Saya berani menebak jawaban yaitu : karena Anda terlalu banyak ambil pusing. Atau, lebih spesifik, karena Anda berpikir Anda wajib memusingkan semuanya. Saya siap membantu. Di sepanjang Artikel ini dan lanjutannya, Anda akan melihat istilah ambil pusing digunakan dalam dua cara : * Ada makna tidak formal dari sikap peduli terhadap sesuatu, yang dipertimbangkan untuk Langkah 1 (memutuskan apa yang tidak usah Anda pusingkan). * Ada makna harfiah dari sikap sungguh peduli kepada seseorang atau sesuatu, dalam bentuk waktu, energi, dan/ atau uang. Ini dipertimbangkan untuk Langkah 2 (tidak ambil pusing tentang semua itu). Dalam kedua makna tadi, cara satu-satunya untuk mengubah hidup Anda menjadi lebih baik adalah dengan berhenti ambil pusing atas banyak di antarany...