Langsung ke konten utama

BERHENTI MENJADI "PEOPLE PLEASER !" - Teman, Kenalan, dan Orang Asing

 Kita menyukai teman-teman kita. Itu sebabnya mereka menjadi teman-teman kita. Namun, semua hubungan bisa menjadi rumit, dan kadang ada teman yang menyebalkan atau mungkin kita yang membuat mereka sebal. Saya terkadang seperti itu, misalnya ketika sedang becanda dan menaruh sesuatu di kepala, lalu menyuruh teman memotret saya. Saya sadar saat ini membuat mereka kesal, tapi mungkin mereka seharusnya sudah pulang sebelum gurauan saya kelewatan ! Dan ini tepatnya mengapa penting mengembangkan strategi internal untuk tidak ambil pusing ketika terjadi konflik yang bisa membuat semua orang tegang--bahkan merusak persahabatan.

    Masalahnya, orang lain menyumbang banyak hal yang menjadi beban dalam kandang mental kita. Sebagian hanya tersimpang sementara. Namun, ada yang sampai tertutup debu di bagian belakang kandang selama bertahun-tahun. Pertanyaan sejatinya adalah bagaimana masalah-masalah itu sampai bisa masuk ke sana.

    Betul sekali, Anda yang membiarkan semua itu masuk.

Menetapkan Batas

    Dalam upaya agar tidak terganggu oleh teman, kenalan, atau bahkan orang asing, Anda perlu menetapkan pagar di sekeliling kandang Anda.

    Barangkali pagar atau batas ini tak terllihat, seperti kawat yang dialiri listrik agar hewan peliharaan tidak kabur. Sebagai contoh, misalkan Anda pergi ke rumah sebuah keluarga yang mempunyai seekor anjing raksasa yang senang menjilati bagian tertentu tubuh Anda dan membuat Anda malu sendiri. Itu sebabnya Anda berusaha tidak pergi kesana, supaya tidak dipermalukan oleh si anjing. Anda tidak ambil pusing dengan si anjing, tapi tidak ingin mengatakan hal ini kepada mereka karena takut melukai perasaan mereka. Anda terlalu sopan ! Jadi Anda membuat batas sendiri : Anda mengundang mereka ke rumah Anda, atau mengusulkan tempat netral sehingga Anda bisa merasa aman. Dan kalau mereka mengadakan acara kumpul-kumpul di rumah mereka, tak mustahil Anda jadi pusing tujuh keliling. Akhirnya Anda memutuskan, ya sudahlah, apa boleh buat, yang penting pertemanan tidak terganggu.

    Kadang batas-batas Anda bisa lebih nyata, misalnya sebuah papan bertuliskan DILARANG MASUK ! Atau gulungan kawat berduri seperti yang biasa ada di penjara.

    Sebagai contoh, ketika baru mengembangkan Metode NotSorry, saya berhadapan dengan masalah yang disebut Pub Quiz Problem. Saya punya sekelompok teman yang sangat menyukai teka-teki. Banyak pengetahuan yang sebetulnya tidak terlalu umum, tapi seolah-olah semua orang harus tahu. Mereka terus mengajak saya ikut, dan saya terus membuat alasan konyol untuk tidak melakukannya. Lalu saya harus ingat alasan saya ketika terjebak dalam interaksi Facebook berjudul 'GETTING MY NAP ON".

    Namun begitu saya menganut NotSorry, alih-alih pusing mencari alasan untuk tidak ikut---lalu harus membatasi diri di media sosial untuk memastikan saya tidak terjebak dalam kebohongan---ketika lain kali mereka mengajak, saya semata berkata, "Tahukah kalian ? Saya sungguh tidak suka bermain teka-teki".

    Saya menegakkan pagar pembatas dan hasilnya sangat memuaskan !

    Apakah Anda cemas teman-teman Anda akan marah jika Anda memberitahukan kebenaran itu dengan sopan ? Berarti Anda terlalu cemas. Yang cantik dan Metode NotSorry adalah Anda tidak harus cemas, karena Anda telah memperhitungkan perasaan-perasaan dan pandangan-pandangan setiap orang---termasuk Anda---sebelum bertindak.

    Setelah teman-teman saya mengetahui kebenaran itu, saya merasa betul-betul terbebaskan. Saya jujur dan sopan, dan tidak ada orang yang sakit hati, jadi saya tidak harus meminta maaf. Secara harfiah saya betul-betul tidak perlu menyesal.

    Tambahan lain adalah---kemenangan besar---saya tidak harus mengikuti ajakan mereka.

☸☸☸☸☸

    Dua contoh pertama tadi terbilang mudah dan langsung, tapi kita baru mulai. Akan banyak hal dalam daftar Teman yang memerlukan NotSorry yang lebih rumit. Itu sebabnya saya menyertakan Kenalan Orang Asing dalam kategori itu. Dengan cara ini, jika bingung tentang apakah harus peduli tentang "syukuran perceraian" teman, atau ketika ia menderita "cedera sangat ringan" tapi tidak berhenti mengeluh, Anda bisa menerapkan metode menghadapi tetangga atau kasir yang senang mengobrol, lalu memutuskan apakah akan peduli atau tidak pada orang terdekat atau orang tersayang Anda.

    Yang mengantar saya ke ...


Next 👉 Sumbangan, Derma, dan Pinjaman, uhh payah !

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RIYADHUSH SHALIHIN - BAB IKHLAS DAN MENGHADIRKAN NIAT DALAM SEGALA PERBUATAN, PERKATAAN, DAN KEADAAN, BAIK YANG NAMPAK MAUPUN YANG TERSEMBUNYI

Referensi penjelasan detail : Ust.Khalid Basalamah        Ust. Syafiq Riza Basalamah ~~~~~~~~      Allah Ta'ala berfirman : وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ   ۝٥ "Dan mereka tidak diperintahkan kecuali agar beribadah kepada Allah dengan mengikhlaskan²⁴ agama (ketaatan) kepadaNya juga menjadi orang-orang yang lurus,²⁵ dan juga agar mendirikan shalat dan menunaikkan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar)." (Qs. Al-Bayyinah : 5). ___ ²⁴ Saya katakan, Dalam ayat ini terdapat dalil wajibnya niat dalam seluruh ibadah, baik ibadah tersebut memang tujuan utama seperti shalat misalnya, maupun hanya sebagai perantara untuk ibadah lainnya seperti bersuci. Hal itu karena ikhlas tidak mungkin terjadi tanpa niat. Ini adalah madzhab mayoritas ulama, dan inilah yang benar, yang tidak ada keraguan tentangnya. ___ ²⁵ Y...

HSI-SILSILAH 05 - HALAQOH 14 - Tanda-Tanda Besar Dekatnya Hari Kiamat

 السّلام عليكم ورحمة الله و بر كاته  ... الحمد لله و الصلاة والسلام على رسول الله و على اله و صحبه اجمعين ꜜꜜꜜ Tanda-tanda besar dekatnya hari kiamat adalah 10 tanda menjelang datangnya hari kiamat. Yang apabila sudah muncul 10 tanda tersebut, maka akan terjadilah hari kiamat. Tanda-tanda besar tersebut apabila muncul satu, maka akan segera diikuti oleh yang lain. Suatu saat Nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam melihat para Shahābat sedang saling berbicara.      Maka Beliau bertanya, “Apa yang sedang kalian bicarakan?”      Merekapun menjawab, “Kami sedang mengingat hari kiamat.”      Maka, Beliau Shallallāhu ‘Alayhi wa Sallam bersabda : إِنَّهَا لَنْ تَقُومَ حَتَّى تَرَوْنَ قَبْلَهَا عَشْرَ آيَاتٍ “Sesungguhnya tidak akan bangkit hari kiamat tersebut sampai kalian melihat sebelumnya 10 tanda-tanda.” Kemudian Beliau Shallallāhu ‘Alayhi wa Sallam menyebutkan 10 tanda tersebut. Asap Dajjal Daabbah (seekor hewan melata) Terbitnya...

#I.1 BERHENTI MENJADI "PEOPLE PLEASER !" - Tentang Kapan Harus Peduli dan Kapan Harus Tidak Ambil Pusing

Ajukan pertanyaan berikut kepada diri sendiri : Apakah saya stres, memiliki jadwal yang terlalu padat, dan/ atau merasa kewalahan ? Jika jawabannya "ya" untuk yang mana pun, berhentilah sejenak dan tanyakan : Mengapa ? Saya berani menebak jawaban yaitu : karena Anda terlalu banyak ambil pusing. Atau, lebih spesifik, karena Anda berpikir Anda wajib memusingkan semuanya. Saya siap membantu. Di sepanjang Artikel ini dan lanjutannya, Anda akan melihat istilah ambil pusing digunakan dalam dua cara : * Ada makna tidak formal dari sikap peduli terhadap sesuatu, yang dipertimbangkan untuk Langkah 1 (memutuskan apa yang tidak usah Anda pusingkan). * Ada makna harfiah dari sikap sungguh peduli kepada seseorang atau sesuatu, dalam bentuk waktu, energi, dan/ atau uang. Ini dipertimbangkan untuk Langkah 2 (tidak ambil pusing tentang semua itu). Dalam kedua makna tadi, cara satu-satunya untuk mengubah hidup Anda menjadi lebih baik adalah dengan berhenti ambil pusing atas banyak di antarany...