Langsung ke konten utama

#II.10 BERHENTI MENJADI "PEOPLE PLEASER !" - Rapat - Aturan Berpakaian

ATURAN BERPAKAIAN

    Barangkali ini tidak masuk daftar Anda, tergantung perusahaan seperti apa tempat Anda bekerja. Jelas jika Anda penulis lepas, seperti saya, Anda sudah lama tidak ambil pusing dengan celana yang akan Anda kenakan. Jika bekerja di lembaga keuangan atau biro hukum bergengsi, Anda barangkali harus mengenakan setelan resmi, tidak boleh tidak. Ketentuan ini harus masuk daftar---walaupun selalu ada hari-hari yang lebih santai. Jika Anda bekerja di toko atau rumah makan dan ada kewajiban mengenakan seragam, subbab ini boleh dilewati. Dan jika Anda bekerja di galeri seni : baguslah ! Anda bisa melakukan apa pun sesuai kehendak Anda.

    Namun, jika Anda satu di antara jutaan orang yang bekerja di perusahaan yang mengizinkan berpakaian bebas tapi masih merasa perlu menerapkan "aturan berpakaian" dalam tata-tertib, bersiaplah menyikapi secara serius.

    Perusahaan tempat saya pernah bekerja sangat tegas tentang cara berpakaian yang tepat pada Jumat Musim Panas : tidak boleh memakai sepatu santai atau sepatu sandal, tidak boleh memakai celana pendek bagi laki-laki dan celana pendek atau rok mini bagi perempuan, tidak boleh memakain tank top atau busana bernuansa pantai lain, dan masih banyak larangan lain yang tertanam begitu dalam sehingga mustahil tidak saya ingat. Setiap tahun selalu ada memo ; Anda harus menandai tanggal-tanggal di kalender untuk hari-hari yang tidak memperbolehkan Anda memakai sepatu berujung terbuka. Barangkali sang CEO ingin mempertahankan penampilan profesional kami; bisa jadi ia menderita yang disebut podofobia. Mana pun yang benar, saya akhirnya memutuskan tidak ambil pusing lagi.

    Dulu yang terjadi kira-kira begini : setiap hari saya berdandan dan naik kendaraan umum selama 45 menit menuju tempat kerja di musim panas yang terlalu panas, hanya untuk menghabiskan delapan jam lebih di kantor dan kemudian biasanya masih harus menghadiri acara terkait pekerjaan pada malam hari sebelum menempuh perjalanan pulang selama 45 menit. Saya sungguh mulai kesal karena tidak boleh mengenakan pakaian apa pun yang ingin sekali saya pakai. 

    Jadi, suatu hari pada musim panas 2014, sewaktu dengan sedih memandang satu rak penuh sepatu sandal dengan warna-warni cantik yang akan serasi dengan celana pendek saya, tanpa ambil pusing saya mulai mengenakannya ke tempat kerja.

    Secara keseluruhan saua telah menghabiskan delapan tahun di perusahaan itu sambil meahan kesal dan memakai plester setiap hari pada musim panas. Kenapa ? Karena saya terlalu peduli dengan aturan berpakaian ! Emosi saya naik setiap kali mengingatnya.

    Padahal, apa yang terjadi ketika saya melanggarnya TIDAK ADA.

    Sepanjang musim panas itu saya mengenakan sepatu sandal, dan tidak ada yang berkomentar. Saya bahkan pernah beberapa kali satu lift dengan sang CEO, dan ternyata ia tidak ambil pusing.

    Saya pernah mengatakannya dan akan mengatakannya lagi : Sulit sekali memecat seseorang selama orang itu mengerjakan tugasnya dengan baik. Dan mengingat semua hal yang terpaksa harus Anda perhatikan agar bisa mengerjakan tugas dengan sungguh-sungguh--pasti setidaknya ada lima hal yang bisa tida Anda ambil pusing untuk membuat hari-hari Anda membaik secara signifikan. Aturan berpakaian adalah salah satunya.

PEMAKAIAN KERTAS YANG TIDAK PERLU

    Yang ini berlaku bagi begitu banyak orang di seluruh dunia kerja : ahli hukum, bankir, sekretaris, manajer toko--setiap orang yang ada di urutan rantai komando. Pemakaian kertas yang tidak perlu banyak terjadi di masyarakat kita dan terserah Anda untuk berhenti melakukannya !

    Pernah dengar teori Jendela Pecah (Broken Windows) ? Intinya, teori itu mengatakan seandainya kesalahan-kesalahan kecil (seperti membuat sampah dan vandalisme) dibiarkan terjadi, dalam waktu cepat seluruh lingkungan akan menjadi korban kehancuran berskala besar.

    Begitu pula dengan dokumen kertas.

    Kita harus mulai menguranginya. Makin banyak dokumen kertas yang Anda setujui pemakaiannya, makin banyak kertas yang Anda setujui pemakaiannya, makin banyak sampah yang Anda tumpuk. Mungkin itu bisa menjadi Hukum Keempat Newton.

    Betul, ada beberapa dokumen kertas yang harus Anda isi. Dokumen ini memastikan Anda mendapatkan bayaran, misalnya. Itu ada gunanya ! Namun, saya bicara tentang laporan-laporan yang Anda tahu sekali tidak pernah dibaca orang. Setelah diisi, berkas itu langsung disimpan, menunggu sampai suatu saat dipilah untuk digolongkan sebagai tidak berguna. Saya bicara tentang formulir-formulir yang dimaksudkan untuk "diedarkan" tapi entah bagaimana tidak pernah sampai ke tempat tujuan akhir yang dimaksudkan dan harus dibuat serta dikirimkan lagi sampai tujuh kali.

    Dan bahkan walaupun formulir-formulir ini secara berkala hilang, perusahaan tidak menjadi bangkrut karenanya---jelas ada alasan bahwa dokumen seperti ini tidak sungguh perlu dalam pekerjaan, dan Anda tidak harus terus menerus menjadi budaknya !

    Kita semua punya beberapa dokumen seperti itu dalam hidup. Saran saya berhentilah menyimpannya lalu lihat apa yang terjadi. Mungkin tidak ada apa-apa.


Next 👉 Rapat - Beruang Kutub dan Setengah Maraton

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RIYADHUSH SHALIHIN - BAB IKHLAS DAN MENGHADIRKAN NIAT DALAM SEGALA PERBUATAN, PERKATAAN, DAN KEADAAN, BAIK YANG NAMPAK MAUPUN YANG TERSEMBUNYI

Referensi penjelasan detail : Ust.Khalid Basalamah        Ust. Syafiq Riza Basalamah ~~~~~~~~      Allah Ta'ala berfirman : وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ   ۝٥ "Dan mereka tidak diperintahkan kecuali agar beribadah kepada Allah dengan mengikhlaskan²⁴ agama (ketaatan) kepadaNya juga menjadi orang-orang yang lurus,²⁵ dan juga agar mendirikan shalat dan menunaikkan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar)." (Qs. Al-Bayyinah : 5). ___ ²⁴ Saya katakan, Dalam ayat ini terdapat dalil wajibnya niat dalam seluruh ibadah, baik ibadah tersebut memang tujuan utama seperti shalat misalnya, maupun hanya sebagai perantara untuk ibadah lainnya seperti bersuci. Hal itu karena ikhlas tidak mungkin terjadi tanpa niat. Ini adalah madzhab mayoritas ulama, dan inilah yang benar, yang tidak ada keraguan tentangnya. ___ ²⁵ Y...

HSI-SILSILAH 05 - HALAQOH 14 - Tanda-Tanda Besar Dekatnya Hari Kiamat

 السّلام عليكم ورحمة الله و بر كاته  ... الحمد لله و الصلاة والسلام على رسول الله و على اله و صحبه اجمعين ꜜꜜꜜ Tanda-tanda besar dekatnya hari kiamat adalah 10 tanda menjelang datangnya hari kiamat. Yang apabila sudah muncul 10 tanda tersebut, maka akan terjadilah hari kiamat. Tanda-tanda besar tersebut apabila muncul satu, maka akan segera diikuti oleh yang lain. Suatu saat Nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam melihat para Shahābat sedang saling berbicara.      Maka Beliau bertanya, “Apa yang sedang kalian bicarakan?”      Merekapun menjawab, “Kami sedang mengingat hari kiamat.”      Maka, Beliau Shallallāhu ‘Alayhi wa Sallam bersabda : إِنَّهَا لَنْ تَقُومَ حَتَّى تَرَوْنَ قَبْلَهَا عَشْرَ آيَاتٍ “Sesungguhnya tidak akan bangkit hari kiamat tersebut sampai kalian melihat sebelumnya 10 tanda-tanda.” Kemudian Beliau Shallallāhu ‘Alayhi wa Sallam menyebutkan 10 tanda tersebut. Asap Dajjal Daabbah (seekor hewan melata) Terbitnya...

#I.1 BERHENTI MENJADI "PEOPLE PLEASER !" - Tentang Kapan Harus Peduli dan Kapan Harus Tidak Ambil Pusing

Ajukan pertanyaan berikut kepada diri sendiri : Apakah saya stres, memiliki jadwal yang terlalu padat, dan/ atau merasa kewalahan ? Jika jawabannya "ya" untuk yang mana pun, berhentilah sejenak dan tanyakan : Mengapa ? Saya berani menebak jawaban yaitu : karena Anda terlalu banyak ambil pusing. Atau, lebih spesifik, karena Anda berpikir Anda wajib memusingkan semuanya. Saya siap membantu. Di sepanjang Artikel ini dan lanjutannya, Anda akan melihat istilah ambil pusing digunakan dalam dua cara : * Ada makna tidak formal dari sikap peduli terhadap sesuatu, yang dipertimbangkan untuk Langkah 1 (memutuskan apa yang tidak usah Anda pusingkan). * Ada makna harfiah dari sikap sungguh peduli kepada seseorang atau sesuatu, dalam bentuk waktu, energi, dan/ atau uang. Ini dipertimbangkan untuk Langkah 2 (tidak ambil pusing tentang semua itu). Dalam kedua makna tadi, cara satu-satunya untuk mengubah hidup Anda menjadi lebih baik adalah dengan berhenti ambil pusing atas banyak di antarany...