Langsung ke konten utama

HSI-SILSILAH 05 - HALAQOH 07 - Kematian

 السّلام عليكم ورحمة الله و بر كاته  ...


الحمد لله و الصلاة والسلام على رسول الله و على اله و صحبه اجمعين

ꜜꜜꜜ

    Kematian adalah keluarnya nyawa seseorang dari jasadnya.
    Kematian adalah ciptaan Allah Subhānahu wa Ta’āla untuk menguji siapa diantara kita yang paling baik amalannya.

    Dia adalah sunnatullah bagi setiap jiwa, bagaimanapun dia berusaha untuk lari dari kematian tersebut.

    Allah berfirman :

ﻛُﻞُّ ﻧَﻔْﺲٍ ﺫَﺍﺋِﻘَﺔُ ﺍﻟْﻤَﻮْﺕِ ۗ

“Setiap jiwa akan merasakan kematian.” (QS Ali Imran: 185)

Seseorang tidak mengetahui kapan dan di mana dia akan meninggal.

Dan apabila datang maka kematian tersebut tidak bisa diundurkan.

Sering mengingat mati adalah perkara yang diperintahkan oleh Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam.

Diharapkan dengan mengingat mati, seseorang :

  • Lebih khusyu di dalam beribadah.
  • Bersegera bertaubat.
  • Dan tidak lalai dengan kenikmatan dunia yang fana ini.

    Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda :

ﺃَﻛْﺜِﺮُﻭﺍ ﺫِﻛْﺮَ ﻫَﺎﺫِﻡِ ﺍﻟﻠَّﺬَّﺍﺕِ

“Hendaklah kalian memperbanyak mengingat sesuatu yang memutus semua kelezatan.” (Hadits riwayat Tirmidzi, Nasai, Ibnu Majah, berkata Syaikh Al Albani: “hasan shahih”)

    Harapan setiap Muslim adalah meninggal dalam keadaan husnul khatimah, yaitu meninggal dalam keadaan taat kepada Allah, caranya adalah :

  1. Dengan berdo’a.
  2. Dan menjaga ketaatan kepada Allah Subhānahu wa Ta’āla selama hidupnya.

    Di dalam sebuah hadist yang shahih yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam mengabarkan bahwasanya :

❋ Allah Subhānahu wa Ta’āla apabila menghendaki kebaikan bagi seseorang hamba maka akan diberikan taufik untuk beramal shalih sebelum dia meninggal dunia.

Dan diantara amal shalih tersebut adalah mengucapkan lā ilāha illallāh.

    Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda :

ﻣﻦ ﻛﺎﻥ ﺁﺧﺮ كلامه ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ ﺩﺧﻞ ﺍﻟﺠﻨﺔ

“Barangsiapa ucapan terakhirnya adalah lā ilāha illallāh maka dia akan masuk ke dalam surga.” (Hadist shahih diriwayatkan oleh Abu Dawud rahimahullah)

    Kecanduan melakukan dosa, baik terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi tanpa diiringi dengan taubat, dikhawatirkan akan menjadi sebab sūul khātimah.

    Semoga Allah Subhānahu wa Ta’āla membersihkan hati kita dari ketergantungan dengan dosa.

    Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya

** Materi audio ini disampaikan di dalam grup WA Halaqah Silsilah Ilmiyyah (HSI) Abdullah Roy.

و السّلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HSI-SILSILAH 05 - HALAQOH 25 - Meninggalnya Orang-Orang Beriman Sebelum Hari Kiamat, Terbenamnya Tanah di Tiga Tempat dan Keluarnya Api dari Yaman

  السّلام عليكم ورحمة الله و بر كاته  ... الحمد لله و الصلاة والسلام على رسول الله و على اله و صحبه اجمعين ꜜꜜꜜ      Sebelum terjadinya hari kiamat, Allah Subhānahu wa Ta’āla akan mengirim angin yang mencabut nyawa semua orang yang beriman, sehingga tidak tersisa di dunia kecuali sejelek-jelek manusia.      Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda : “Kemudian Allah akan mengutus angin yang dingin dari arah Syam maka tidak ada seorang pun di bumi yang di dalam hatinya ada kebaikan atau iman meski sebesar biji sawi kecuali akan dicabut nyawanya oleh angin tersebut. Sampai seandainya salah seorang mereka masuk ke dalam gunung, niscaya angin tersebut akan masuk bersamanya dan mencabut nyawanya. Maka tersisalah sejelek-jelek manusia yang ringan berbuat kerusakan seperti ringannya burung dan mereka ganas dalam berbuat kezhaliman satu dengan yang lain seperti ganasnya hewan buas. Mereka tidak mengenal kebaikan dan tidak mengingkari kemungkaran.” ...

RIYADHUSH SHALIHIN - BAB IKHLAS DAN MENGHADIRKAN NIAT DALAM SEGALA PERBUATAN, PERKATAAN, DAN KEADAAN, BAIK YANG NAMPAK MAUPUN YANG TERSEMBUNYI

Referensi penjelasan detail : Ust.Khalid Basalamah        Ust. Syafiq Riza Basalamah ~~~~~~~~      Allah Ta'ala berfirman : وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ   ۝٥ "Dan mereka tidak diperintahkan kecuali agar beribadah kepada Allah dengan mengikhlaskan²⁴ agama (ketaatan) kepadaNya juga menjadi orang-orang yang lurus,²⁵ dan juga agar mendirikan shalat dan menunaikkan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar)." (Qs. Al-Bayyinah : 5). ___ ²⁴ Saya katakan, Dalam ayat ini terdapat dalil wajibnya niat dalam seluruh ibadah, baik ibadah tersebut memang tujuan utama seperti shalat misalnya, maupun hanya sebagai perantara untuk ibadah lainnya seperti bersuci. Hal itu karena ikhlas tidak mungkin terjadi tanpa niat. Ini adalah madzhab mayoritas ulama, dan inilah yang benar, yang tidak ada keraguan tentangnya. ___ ²⁵ Y...

HSI-SILSILAH 03- HALAQOH 04- RASULULLAH SHOLALLAHU 'ALAYHI WA SALLAM MEMBAWA BERITA DARI ALLAH

  السّلام عليكم ورحمة الله و بر كاته  ... الحمد لله و الصلاة والسلام على رسول الله و على اله و صحبه اجمعين ꜜꜜꜜ     Rasulullah Sholallahu 'Alayhi Wa Sallam sebagai seorang utusan, di antara tugasnya adalah membawa berita-berita dari Allah. Baik berita di masa lalu, seperti :  Kisah-kisah para Nabi dan Umat-umat terdahulu. Maupun berita di masa yang akan datang, seperti : Kejadian setelah mati dan kejadian-kejadian di hari akhir.     Kewajiban kita sebagai seorang yang beriman adalah membenarkan berita-berita tersebut, bila memang dalilnya shahih.     Allah berfirman : وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى (٣) إِنَّ هُوَ اِلاَّ وَحَيُ يُوْحَى (٤) "Dan tidaklah Beliau berbicara dari hawa nafsunya. Tidaklah ucapan Beliau kecuali wahyu yang di wahyukan kepada Beliau." (Qs. An-Najm : 3-4)     Kalau kita benarkan Beliau Sholallahu 'Alayhi Wa Sallam, maka sebenernya kita telah membenarkan Allah. Dan kalau kita dustakan Beliau, maka sebenarnya k...