Langsung ke konten utama

KISAH ORANG SHALIH - DIA BARU MASUK ISLAM TETAPI KEISLAMANNYA LEBIH BAIK

 ┈┈◅◁◈◈▷▻┈┈

DIA BARU MASUK ISLAM TETAPI

KEISLAMANNYA LEBIH BAIK

┈┈◅◁◈◈▷▻┈┈

    Abdul Wahid bin Zaid berkata,

    "Ketika itu kami naik perahu, lalu angin kencang berhembus menerpa perahu kami, sehingga kami terdampar di suatu pulau di tengah laut. Kami turun ke pulau itu dan mendapati seorang di tengah laut. Kami turun ke pulau itu dan mendapati seorang laki-laki sedang bersimpuh menyembah sebuah patung.

    Kami berkata kepadanya, 'Di antara kami, para penumpang perahu ini, tidak ada yang melakukan seperti yang kamu lakukan ini'.

    Dia bertanya, 'Kalau demikian, siapa yang kalian sembah ?'

    Kami menjawab, 'Kami menyembah Allah'.

    Dia bertanya, 'Siapakah Allah itu ?'

    Kami menjawab, 'Dzat yang memiliki istana di langit dan kekuasaan di muka bumi'.

    Dia bertanya, 'Bagaimana kamu bisa mengetahui hal itu ?'

    Kami menjawab, 'Dzat tersebut mengutus seorang Rasul kepada kami dengan membawa mukjizat yang jelas, maka Rasul itulah yang menerangkan kepada kami mengenai hal itu'.

    Dia bertanya, 'Lalu apa yang Dia lakukan terhadap Rasul kalian itu ?'

    Kami menjawab, 'Ketika Rasul itu telah tuntas menyampaikan RisalahNya, Allah mencabut ruhnya, kini utusan itu telah meninggal'.

    Dia bertanya, 'Apakah dia tidak meninggalkan sesuatu tanda kepada kalian ?'

    Kami menjawab, 'Dia meninggalkan Kitab Suci Allah untuk kami'.

    Dia berkata, 'Coba kalian perlihatkan Kitab Suci itu kepadaku !'.

    Kemudian kami memberikan mushaf Al-Qur'an kepadanya, maka dia berkata, 'Siapa yang bisa membacanya dengan bagus ?'

    Lalu kami membacakan beberapa ayat kepadanya, maka tiba-tiba ia menangis, dan berkata, 'Tidak pantas Dzat yang memiliki firman ini di durhakai'.

    Kemudian ia memeluk Islam dan menjadi seorang Muslim yang baik. Selanjutnya dia meminta kami agar diizinkan ikut serta dalam perahu. Kami pun menyetujuinya lalu kami mengajarkannya beberapa surat Al-Qur'an. Ketika malam tiba, sementara kami semua telah berada di tempat tidur kami, tiba-tiba dia bertanya, 'Wahai kalian, apakah Tuhan yang kalian beritahukan kepadaku itu juga tidur ?'

    Kami menjawab, 'Dia Mahahidup, Terus-menerus mengurusi makhluk-Nya, dan tidak pernah mengantuk atau tidur'.

    Maka dia berkata, 'Ketahuilah, bahwa di antara akhlak yang tercela adalah seorang hamba tidur nyenyak di hadapan tuannya'. Dia lalu melompat, berdiri untuk mengerjakan shalat. Demikianlah, kemudian dia terus shalat sambil menangis hingga tiba waktu Shubuh.

    Ketika sampai di daerah Abbadan, aku berkata kepada kawan-kawanku, 'Laki-laki ini orang asing, dia baru saja memeluk Islam, sudah sepatutnya kita membantunya.' Maka mereka pun mengumpulkan beberapa barang untuk diberikan kepadanya, lalu kami menyerahkan bantuan itu kepadanya. Seketika saja ia bertanya, 'Apa ini ?'

    Kami menjawab, 'Sekedar infak, kami berikan kepadamu'.

    Dia berkata, 'Subhanallah. Kalian telah menunjukkan kepadaku suatu jalan yang kalian sendiri belum mengerti. Selama ini aku hidup di suatu pulau yang dikelilingi lautan, aku menyembah selain Allah tetapi sekalipun demikian Dia tidak pernah menyia-nyiakan aku; maka bagaimana mungkin Dia menyia-nyiakanku sedangkan aku menyembah-Nya, lebih dari itu Dia adalah Tuhan Yang Maha Mencipta dan Dzat Yang Maha Memberi rizki ?'

    Setelah itu dia pergi meninggalkan kami. Beberapa hari kemudian, aku mendapat kabar bahwa orang itu dalam keadaan sakaratul maut. Kami segera menemuinya, dan ia sedang dalam detik-detik kematian. Setiba disana, aku ucapkan salam kepadanya, lalu aku berkata, 'Apa kamu memiliki hajat (yang bisa kami bantu) ?'

    Dia menjawab, 'Keinginan dan harapanku telah tercapai pada saat kalian datang ke pulau itu sementara ketika itu aku tidak mengerti mengapa kepada siapa aku harus menyembah.'

    Kemudian aku bersandar di sampingnya untuk mengajaknya berbincang sejenak, tiba-tiba saja aku tertidur. Dalam tidurku aku bermimpi melihat taman yang di atasnya terdapat kubah di tengah kuburan Abbadan, dan di bawah kubah tersebut terdapat tempat tidur, lalu di atasnya nampak seorang gadis yang tak pernah kulihat yang lebih cantik darinya. Gadis itu berkata, 'Demi Allah, segeralah mengurus jenazah ini, aku sangat rindu kepadanya.' Maka aku terbangun dan aku mendapati orang tersebut telah meninggal dunia. Aku pun memandikan dan mengkafaninya.

    Pada malam hari saat aku tidur, aku memimpikannya lagi. Aku lihat ia sangat berbahagia, didampingi seorang gadis di atas tempat tidur di bawah kubah sambil menyenandungkan Firman Allah,

 سلم عليكم بما صبرتم فنعم عقبى الدّار (٢٤)

'Keselamatan bagi kalian karena kesabaran kalian; maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu'. (Qs. Ar-Ra'ad : 24)." ⁵

━━━━ ⁵ Al-Mawa'izh wa Al-Majalis, hal. 40

☸☸☸☸

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RIYADHUSH SHALIHIN - BAB IKHLAS DAN MENGHADIRKAN NIAT DALAM SEGALA PERBUATAN, PERKATAAN, DAN KEADAAN, BAIK YANG NAMPAK MAUPUN YANG TERSEMBUNYI

Referensi penjelasan detail : Ust.Khalid Basalamah        Ust. Syafiq Riza Basalamah ~~~~~~~~      Allah Ta'ala berfirman : وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ   ۝٥ "Dan mereka tidak diperintahkan kecuali agar beribadah kepada Allah dengan mengikhlaskan²⁴ agama (ketaatan) kepadaNya juga menjadi orang-orang yang lurus,²⁵ dan juga agar mendirikan shalat dan menunaikkan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar)." (Qs. Al-Bayyinah : 5). ___ ²⁴ Saya katakan, Dalam ayat ini terdapat dalil wajibnya niat dalam seluruh ibadah, baik ibadah tersebut memang tujuan utama seperti shalat misalnya, maupun hanya sebagai perantara untuk ibadah lainnya seperti bersuci. Hal itu karena ikhlas tidak mungkin terjadi tanpa niat. Ini adalah madzhab mayoritas ulama, dan inilah yang benar, yang tidak ada keraguan tentangnya. ___ ²⁵ Y...

HSI-SILSILAH 05 - HALAQOH 14 - Tanda-Tanda Besar Dekatnya Hari Kiamat

 السّلام عليكم ورحمة الله و بر كاته  ... الحمد لله و الصلاة والسلام على رسول الله و على اله و صحبه اجمعين ꜜꜜꜜ Tanda-tanda besar dekatnya hari kiamat adalah 10 tanda menjelang datangnya hari kiamat. Yang apabila sudah muncul 10 tanda tersebut, maka akan terjadilah hari kiamat. Tanda-tanda besar tersebut apabila muncul satu, maka akan segera diikuti oleh yang lain. Suatu saat Nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam melihat para Shahābat sedang saling berbicara.      Maka Beliau bertanya, “Apa yang sedang kalian bicarakan?”      Merekapun menjawab, “Kami sedang mengingat hari kiamat.”      Maka, Beliau Shallallāhu ‘Alayhi wa Sallam bersabda : إِنَّهَا لَنْ تَقُومَ حَتَّى تَرَوْنَ قَبْلَهَا عَشْرَ آيَاتٍ “Sesungguhnya tidak akan bangkit hari kiamat tersebut sampai kalian melihat sebelumnya 10 tanda-tanda.” Kemudian Beliau Shallallāhu ‘Alayhi wa Sallam menyebutkan 10 tanda tersebut. Asap Dajjal Daabbah (seekor hewan melata) Terbitnya...

KISAH ORANG SHALIH - ABU SULAIMAN AD-DARANI (Aku Pantas Menangis)

  ┈┈◅◁◈◈▷▻┈┈ ABU SULAIMAN AD-DARANI Aku Pantas Menangis ┈┈◅◁◈◈▷▻┈┈     Ahmad bin Abu al-Hawari berkata,     "Ketika aku menemui Abu Sulaiman ad-Darani, ia sedang menangis, maka aku bertanya, 'Tuan, apa yang membuat Anda menangis ?'     Dia menjawab, 'Wahai Ahmad, orang-orang yang mencintai Allah, jika hari telah malam, mereka mulai membentangkan telapak kaki mereka (berdiri mengerjakan shalat), lalu air mata mereka membasahi pipi dalam rukuk dan sujud. Ketika mereka sedang dalam keadaan demikian itu, Allah Subhanahu Wa Ta'ala menyaksikan mereka memanggil,  'Wahai Jibril, demi MataKu, siapakah yang sedang membaca Firman-Firman-Ku dengan penuh kenikmatan itu dan damai dalam ber munajat kepadaKu? Sesungguhnya Aku mengawasi mereka, mendengar perkataan, melihat rintihan dan tangis mereka ! Serulah wahai Jibril dan tanyakan kepada mereka, 'Kegundahan apa yang Aku lihat pada kalian ini ? Apakah telah datang seseorang kepada kalian yang menyampaikan berit...