Langsung ke konten utama

5.2 - MENGAPA KITA SERING KEHILANGAN MOMENTUM ? || Kurang Sensitif terhadap kebaikan

 Artikel ini merupakan REWRITE dari buku Best Seller  "ZERO to HERO (Mendahsyatkan Pribadi Biasa Menjadi Luar Biasa)"

Penulis - Solikhin Abu Izzudin

╼╾

1. Kurang sensitif terhadap kebaikan
"Sesungguhnya orang-orang mukmin hanyalah mereka yang apabila disebutkan asma Allah maka bergetarlah hatinya, dan apabila disebutkan ayat-ayat-Nya menjadi bertambahlah imannya dan kepada Rabbnya mereka bertawakal." (Qs. Al-Anfal : 2-4)

"Barangsiapa bergembira atas kebaikannya dan bersedih atas keburukannya, maka dia adalah seorang mukmin." (Diriwayatkan Thabrani dari Abu Musa Rhadiyallahu Anhu)

Sering hilangnya kesempatan dari diri kita, lenyapnya momentum dari depan kita karena iman tak lagi menyala. Hatinya tidak sensitif menangkap sinyal menggerakkan. Seperti remote yang memberikan komando. Seperti raja yang memerintah. Anak buahnya adalah seluruh anggota tubuhnya yaitu : mata, telinga, tangan, kaki, mulut dan sebagainya. Tentunya kalau "top leader"-nya tidak sensitif, tidak memerintahkan, tentunya anak buah tak bisa dan berani bergerak. Karena itulah top leader tadi bisa sensitif, maka seluruh anak buah harus kompak memberikan masukan, informasi dan motivasi.

Jangan biarkan ada waktu tersisa, jangan biarkan ada anggota tubuh yang tersia-sia. Sebagaimana nasihat Imam Al Ghazali

"Setiap anggota tubuh harus ditunaikan zakatnya kepada Allah, kebijaksanaan-Nya dan kekuasaan-Nya. Zakatnya mata adalah melihat dengan mengambil ibrah dari yang dilihat dan menghindari dari yang diharamkan. Zakatnya telinga adalah mendengarkan pada sesuatu yang menjamin keselamatanmu dari api neraka. Zakatnya lisan adalah berbicara yang mendekatkan kepada Allah. Zakatnya tangan ialah menahannya dari keburukan dan mengarahkannya pada kebaikan. Zakatnya kaki adalah berusaha melakukan apa yang baik bagi hatimu dan keselamatan agamamu." (Ihya' Ulumuddin).


2. Tidak memiliki ilmu

"Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat." (Al Mujadilah : 11).

Ini sangat jelas dan tak terbantahkan lagi. Orang yang sukses dan mampu meledakkan potensinya, mengambil setiap peluang dan kesempatan adalah mereka yang tahu, peka, sensitif dan proaktif memaknai ilmunya sebagai bekalnya.

Mengapa pribadi Abu Bakar Ash-Shidiq cepat merespon amal shalih ? Tidak lain ia paling banyak tahu, bahwa setiap amal itu akan memperluas bangunan rumahnya di surga.

Beberapa potret langsung orang yang tak punya ilmu bisa kita lihat dalam kehidupan sehari-hari. Mereka banyak membuang-buang waktu, tidak efektif dan efesien dalam melakukan pekerjaan, tidak tertata dalam urusannya, sehingga tidak banyak manfaat baik bagi dirinya maupun orang lain. 

Tanpa ilmu kesuksesan tak kan pernah ketemu. Karena ilmu merupakan bagian terpenting dalam kehidupan. Sperti kebutuhan manusia akan oksigen untuk bernapas.

Hidup tanpa ilmu bagaikan berjalan di tengah malam yang gelap gulita tanpa secercah cahaya.

Tanpa ilmu, manusia tidak akan mampu menegakkan aturan dan syari'at Allah dengan sukses. Karena ilmu merupakan salah satu pintu untuk meraih hidayah Allah Subhanallahu wa Ta'ala, yakni hidayah iman.

Tanpa ilmu sedikit sekali yang dapat diperbuat manusia dalam hidupnya. Selamanya ini ada anggapan sempit bahwa menutut ilmu hanya dalam bangku akademik, lembaga formal, pondok pesantren dan sejenis majelis taklim saja.

Tanpa ilmu umat islam hanya menjadi kuli, penonton, pelayan yang hanya bisa mengekor kemauan tuan besarnya. Sukarela menjadi konsumen sampah peradaban mereka. Latah.

Begitu sial nasib orang tak punya ilmu. Orang lain bisa merebut momentum-momentum sukses, meraih keutamaan di waktu-waktu prima untuk ibadah dan do'a, sementara ia tak punya apa-apa untuk mendapatkannya.

Ilmu itu modal. Tak punya ilmu keuntungan apa yang bisa didapat? Ilmu adalah kunci, untuk membuka pintu kebaikan kesuksesan. Kunci untuk menjawab pertanyaan dan masalah di dunia, maupun kunci untuk menjawab pertanyaan malaikat di alam kubur dan di akhirat : waktumu untuk apa, masa mudamu kau habiskan kemana, hartamu darimana kau dapat dan kau gunakan untuk apa, dan ilmumu kau kemanakan ?

Terlalu banyak kerugian "kehilangan momentum" bagi orang yang tak berilmu untuk penulis paparkan disini.



Next Episode → 5.3 - MENGAPA KITA SERING KEHILANGAN MOMENTUM ? || Karena Allah menunda kesuksesan Kita

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RIYADHUSH SHALIHIN - BAB IKHLAS DAN MENGHADIRKAN NIAT DALAM SEGALA PERBUATAN, PERKATAAN, DAN KEADAAN, BAIK YANG NAMPAK MAUPUN YANG TERSEMBUNYI

Referensi penjelasan detail : Ust.Khalid Basalamah        Ust. Syafiq Riza Basalamah ~~~~~~~~      Allah Ta'ala berfirman : وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ   ۝٥ "Dan mereka tidak diperintahkan kecuali agar beribadah kepada Allah dengan mengikhlaskan²⁴ agama (ketaatan) kepadaNya juga menjadi orang-orang yang lurus,²⁵ dan juga agar mendirikan shalat dan menunaikkan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar)." (Qs. Al-Bayyinah : 5). ___ ²⁴ Saya katakan, Dalam ayat ini terdapat dalil wajibnya niat dalam seluruh ibadah, baik ibadah tersebut memang tujuan utama seperti shalat misalnya, maupun hanya sebagai perantara untuk ibadah lainnya seperti bersuci. Hal itu karena ikhlas tidak mungkin terjadi tanpa niat. Ini adalah madzhab mayoritas ulama, dan inilah yang benar, yang tidak ada keraguan tentangnya. ___ ²⁵ Y...

HSI-SILSILAH 05 - HALAQOH 14 - Tanda-Tanda Besar Dekatnya Hari Kiamat

 السّلام عليكم ورحمة الله و بر كاته  ... الحمد لله و الصلاة والسلام على رسول الله و على اله و صحبه اجمعين ꜜꜜꜜ Tanda-tanda besar dekatnya hari kiamat adalah 10 tanda menjelang datangnya hari kiamat. Yang apabila sudah muncul 10 tanda tersebut, maka akan terjadilah hari kiamat. Tanda-tanda besar tersebut apabila muncul satu, maka akan segera diikuti oleh yang lain. Suatu saat Nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam melihat para Shahābat sedang saling berbicara.      Maka Beliau bertanya, “Apa yang sedang kalian bicarakan?”      Merekapun menjawab, “Kami sedang mengingat hari kiamat.”      Maka, Beliau Shallallāhu ‘Alayhi wa Sallam bersabda : إِنَّهَا لَنْ تَقُومَ حَتَّى تَرَوْنَ قَبْلَهَا عَشْرَ آيَاتٍ “Sesungguhnya tidak akan bangkit hari kiamat tersebut sampai kalian melihat sebelumnya 10 tanda-tanda.” Kemudian Beliau Shallallāhu ‘Alayhi wa Sallam menyebutkan 10 tanda tersebut. Asap Dajjal Daabbah (seekor hewan melata) Terbitnya...

#I.1 BERHENTI MENJADI "PEOPLE PLEASER !" - Tentang Kapan Harus Peduli dan Kapan Harus Tidak Ambil Pusing

Ajukan pertanyaan berikut kepada diri sendiri : Apakah saya stres, memiliki jadwal yang terlalu padat, dan/ atau merasa kewalahan ? Jika jawabannya "ya" untuk yang mana pun, berhentilah sejenak dan tanyakan : Mengapa ? Saya berani menebak jawaban yaitu : karena Anda terlalu banyak ambil pusing. Atau, lebih spesifik, karena Anda berpikir Anda wajib memusingkan semuanya. Saya siap membantu. Di sepanjang Artikel ini dan lanjutannya, Anda akan melihat istilah ambil pusing digunakan dalam dua cara : * Ada makna tidak formal dari sikap peduli terhadap sesuatu, yang dipertimbangkan untuk Langkah 1 (memutuskan apa yang tidak usah Anda pusingkan). * Ada makna harfiah dari sikap sungguh peduli kepada seseorang atau sesuatu, dalam bentuk waktu, energi, dan/ atau uang. Ini dipertimbangkan untuk Langkah 2 (tidak ambil pusing tentang semua itu). Dalam kedua makna tadi, cara satu-satunya untuk mengubah hidup Anda menjadi lebih baik adalah dengan berhenti ambil pusing atas banyak di antarany...