Langsung ke konten utama

Seberapa Penting Self-Esteem dalam Hidup Kita?

Pernah nggak kita berhenti sejenak dan bertanya, “Sebenarnya, seberapa penting sih cara kita memandang diri sendiri?”

Kita sering sibuk memikirkan bagaimana orang lain melihat kita, apakah kita cukup baik, cukup berhasil, cukup menarik, atau cukup berharga. Tanpa sadar, penilaian orang lain terkadang ikut menentukan bagaimana kita menilai diri sendiri.

Padahal, memiliki pandangan yang sehat terhadap diri sendiri adalah bagian penting dalam menjalani kehidupan. Kita perlu tahu bahwa nilai diri kita tidak selalu ditentukan oleh pencapaian, penampilan, komentar orang lain, ataupun kesalahan yang pernah kita lakukan.

Lalu, sebenarnya apa itu self-esteem? Mengapa kita membutuhkannya? Dan bagaimana pengaruhnya terhadap cara kita menjalani hidup?

Tulisan ini menjadi awal untuk mengenal lebih jauh tentang self-esteem dan bagaimana kita bisa belajar menghargai diri sendiri dengan lebih sehat.


Seberapa Penting Self-Esteem dalam Hidup Kita?

Selama ini kita mungkin sudah cukup sering mendengar kalimat seperti, “Percayalah pada dirimu sendiri,” “Hargai dirimu,” atau “Belajarlah mencintai dirimu sendiri.”

Kedengarannya sederhana, ya. Tapi pernah nggak kita benar-benar berhenti dan bertanya, seperti apa sebenarnya bentuk menghargai diri sendiri dalam kehidupan sehari-hari?

Buatku, self-esteem bukan sekadar merasa percaya diri atau merasa bahwa diri kita hebat. Lebih dari itu, self-esteem berkaitan dengan bagaimana kita memandang diri sendiri: apakah kita menganggap diri kita berharga, penting, dan layak untuk diperlakukan dengan baik.

Bayangkan kita memiliki sesuatu yang sangat kita sayangi. Misalnya sebuah mobil yang sudah lama kita impikan.

Karena kita menganggapnya berharga, tentu kita akan berusaha merawatnya. Kita memperhatikan kapan waktunya servis, memilih tempat parkir dengan hati-hati, menjaganya tetap bersih, dan berhati-hati ketika mengendarainya.

Kita melakukan semua itu bukan karena mobil tersebut bisa membalas perhatian kita, tetapi karena kita menganggapnya berharga.

Lalu bagaimana kalau yang kita perlakukan seperti itu adalah diri kita sendiri?

Inilah bagian yang membuatku berpikir.

Ketika kita menyadari bahwa diri kita juga berharga, seharusnya kita mulai belajar memperlakukan diri dengan lebih baik. Kita mulai memperhatikan apa yang kita butuhkan, lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan, menjaga batasan dengan orang lain, dan tidak dengan mudah melakukan sesuatu yang justru merusak diri sendiri.

Bukan berarti seseorang dengan self-esteem yang baik tidak pernah melakukan kesalahan. Bukan juga berarti dia selalu merasa percaya diri atau selalu menyukai dirinya sendiri.

Kita tetap bisa merasa kurang. Kita bisa gagal, kecewa, malu, merasa tidak cukup baik, bahkan sesekali membandingkan diri dengan orang lain.

Namun, di balik semua perasaan itu ada satu hal yang tetap kita pegang:

“Aku mungkin belum sempurna, tetapi aku tetap berharga.”

Mungkin inilah salah satu makna penting dari self-esteem. Bukan tentang menganggap diri lebih tinggi daripada orang lain, melainkan tentang menyadari bahwa diri sendiri juga layak mendapatkan perhatian, penghargaan, dan penjagaan.

Karena kalau kita benar-benar menganggap diri kita berharga, kita akan lebih berhati-hati dengan apa yang kita izinkan masuk ke dalam hidup kita.

Kita akan belajar memilih lingkungan yang baik, menjaga diri dari hal-hal yang merusak, berani mengatakan tidak, dan tidak terus-menerus menghukum diri sendiri hanya karena pernah melakukan kesalahan.

Pada akhirnya, menghargai diri bukan berarti memanjakan diri atau selalu menuruti keinginan sendiri.

Menghargai diri adalah menyadari bahwa kita punya nilai, sehingga kita memilih untuk memperlakukan diri dengan sebaik mungkin.

Dan mungkin, dari sinilah perjalanan untuk mengenal dan mencintai diri sendiri bisa dimulai.

𝌁𝌂𝌁𝌂𝌁𝌂𝌁𝌂𝌁𝌂

Sumber bacaan:
Buku [Orang sukses selalu cari solusi, Orang gagal selalu cari alasan] — [@rumputjeruk].

Tulisan ini merupakan pemahaman dan refleksi pribadi setelah membaca bagian tersebut, ditulis kembali dengan bahasa sendiri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HSI-SILSILAH 05 - HALAQOH 25 - Meninggalnya Orang-Orang Beriman Sebelum Hari Kiamat, Terbenamnya Tanah di Tiga Tempat dan Keluarnya Api dari Yaman

  السّلام عليكم ورحمة الله و بر كاته  ... الحمد لله و الصلاة والسلام على رسول الله و على اله و صحبه اجمعين ꜜꜜꜜ      Sebelum terjadinya hari kiamat, Allah Subhānahu wa Ta’āla akan mengirim angin yang mencabut nyawa semua orang yang beriman, sehingga tidak tersisa di dunia kecuali sejelek-jelek manusia.      Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda : “Kemudian Allah akan mengutus angin yang dingin dari arah Syam maka tidak ada seorang pun di bumi yang di dalam hatinya ada kebaikan atau iman meski sebesar biji sawi kecuali akan dicabut nyawanya oleh angin tersebut. Sampai seandainya salah seorang mereka masuk ke dalam gunung, niscaya angin tersebut akan masuk bersamanya dan mencabut nyawanya. Maka tersisalah sejelek-jelek manusia yang ringan berbuat kerusakan seperti ringannya burung dan mereka ganas dalam berbuat kezhaliman satu dengan yang lain seperti ganasnya hewan buas. Mereka tidak mengenal kebaikan dan tidak mengingkari kemungkaran.” ...

RIYADHUSH SHALIHIN - BAB IKHLAS DAN MENGHADIRKAN NIAT DALAM SEGALA PERBUATAN, PERKATAAN, DAN KEADAAN, BAIK YANG NAMPAK MAUPUN YANG TERSEMBUNYI

Referensi penjelasan detail : Ust.Khalid Basalamah        Ust. Syafiq Riza Basalamah ~~~~~~~~      Allah Ta'ala berfirman : وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ   ۝٥ "Dan mereka tidak diperintahkan kecuali agar beribadah kepada Allah dengan mengikhlaskan²⁴ agama (ketaatan) kepadaNya juga menjadi orang-orang yang lurus,²⁵ dan juga agar mendirikan shalat dan menunaikkan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar)." (Qs. Al-Bayyinah : 5). ___ ²⁴ Saya katakan, Dalam ayat ini terdapat dalil wajibnya niat dalam seluruh ibadah, baik ibadah tersebut memang tujuan utama seperti shalat misalnya, maupun hanya sebagai perantara untuk ibadah lainnya seperti bersuci. Hal itu karena ikhlas tidak mungkin terjadi tanpa niat. Ini adalah madzhab mayoritas ulama, dan inilah yang benar, yang tidak ada keraguan tentangnya. ___ ²⁵ Y...

HSI-SILSILAH 01- HALAQOH 18 - MERAMAL NASIB DENGAN BINTANG

  السّلام عليكم ورحمة الله و بر كاته   ... الحمد لله و الصلاة والسلام على رسول الله و على اله و صحبه اجمعين ꜜꜜꜜ     Bintang adalah makhluk yang menunjukkan kebesaran Allah penciptanya, Allah telah mengabarkan di dalam Al-Qur'an bahwa bintang ini memiliki 3 faedah : Sebagai perhiasan langit, Sebagai pelempar setan, Sebagai petunjuk manusia, seperti ; Mengetahui arah utara atau selatan, Mengetahui arah daerah, Arah kiblat, atau Mengetahui kapan datangnya musim menanam, musim hujan, Dan lain-lain      Allah Subhanahu Wa Ta'ala tidak menciptakan bintang pun perkara yang lain selain 3 perkara yang di atas.     Seorang salaf Qotadah bin Di'amah As-Sadusi Rahimahullah seorang ulama yang meninggal kurang lebih pada tahun 110 Hijriah, beliau menjelaskan bahwa ;  " Barangsiapa yang meyakini bintang memiliki faedah yang laen selain 3 hal di atas, maka dia telah bersalah dan berbicara tanpa ilmu ". Ucapan ini dikeluarkan oleh Al-Imam Al-Bukhari...