Langsung ke konten utama

HSI-SILSILAH 07 - HALAQOH 04 - Beriman Bahwasanya Kitab-kitab Ini Benar-Benar Turun dari Allah

 السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله و صحبه أجمعين

Diantara cara beriman dengan kitab-kitab Allah adalah:

    1) Beriman bahwa kitab-kitab tersebut benar-benar:

  • Turun dari Allah.
  • Merupakan kalamullah, dari Allah bermulai.
    2) Beriman bahwasanya Allah telah:
  • Berbicara secara hakikat dengan huruf dan maknanya.
  • Berbicara sesuai dengan yang Dia kehendaki (dengan cara yang Allah kehendaki) yang sesuai dengan keagungan Allah ‘Azza wa Jalla.

    Allah Subhānahu wa Ta’āla berfirman,

نَزَّلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَأَنزَلَ التَّوْرَاةَ وَالْإِنجِيلَ

“Dia telah menurunkan atasmu Al-Kitab (Al-Quran) dengan haq, membenarkan kitab-kitab sebelumnya dan Dialah yang telah menurunkan Taurat dan Injil.” (QS Ali ‘Imran: 3)

    Dan Allah Subhānahu wa Ta’āla berfirman,

قُلْ آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنزِلَ عَلَيْنَا وَمَا أُنزِلَ عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطِ وَمَا أُوتِيَ مُوسَىٰ وَعِيسَىٰ وَالنَّبِيُّونَ مِن رَّبِّهِمْ

“Katakanlah: Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada Kami dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya’qub, dan juga Asbath, dan apa yang diberikan kepada Musa, ‘Isa, dan para Nabi dari Rabb mereka.” (QS Ali ‘Imran: 84)

    ✘ Tidak boleh seseorang mengatakan bahwa:
➠ Taurat yang asli adalah ucapan Musa.
 Injil yang asli adalah ucapan ‘Isa.
 Al-Qur’an adalah ucapan Muhammad.

Orang yang mengatakan bahwa kitab-kitab tersebut adalah ucapan manusia maka dia telah kufur dengan ayat-ayat Allah.
    Allah berfirman,

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآَيَاتِ الله لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَالله عَزِيزٌ ذُو انْتِقَامٍ

“Sesungguhnya orang-orang yang kufur dengan ayat-ayat Allah, mereka akan mendapatkan adzab yang pedih. Dan Allah adalah Dzat Yang Perkasa dan Memiliki Siksaan.” (QS Ali ‘Imran: 4)

    Allah menceritakan tentang ucapan sebagian orang kafir yang mengatakan,

إِنْ هَٰذَا إِلَّا قَوْلُ الْبَشَرِ

“Tidaklah Al-Quran ini kecuali ucapan manusia.” (QS Al-Muddatstsir: 25)

    Para rasul dan malaikat hanyalah sebagai perantara dalam menyampaikan kalamullah.
Allah Subhānahu wa Ta’āla berfirman,

وَإِنَّهُ لَتَنزِيلُ رَبِّ الْعَالَمِينَ (١٩٢) نَزَلَ بِهِ الرُّوحُ الْأَمِينُ (١٩٣) عَلَى قَلْبِكَ لِتَكُونَ مِنَ الْمُنذِرِينَ (١٩٤) بِلِسَانٍ عَرَبِيٍّ مُّبِينٍ (١٩٥)

“Sesungguhnya dia (Al-Qur’an) diturunkan dari Rabbul ‘Ālamīn, turun dengannya Ar-Ruhul Amin (Jibril) atas hatimu (Nabi Muhammad) supaya engkau menjadi pemberi peringatan. Turun kitab tersebut dengan bahasa ‘Arab yang jelas.” (QS Asy-Syuara: 192-195)

    Adapun firman Allah,

إِنَّهُ لَقَوْلُ رَسُولٍ كَرِيمٍ

Yang Allah sebutkan di dalam surat Al-Haqqah ayat 40 dan Surat Takwir ayat 19, yang artinya:
“Sesungguhnya dia (Al-Qur’an) adalah ucapan Rasul yang mulia.”


Maka maksudnya adalah penyandaran ucapan kepada yang mengucapkan.
 Di dalam Surat Al-Haqqah, yang dimaksud “utusan” adalah Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam.
 Di dalam surat At-Takwir yang dimaksud dengan “utusan” adalah malaikat Jibril ‘alayhissalām.

    Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan Insya Allah kita sambung pada halaqah-halaqah selanjutnya.


والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

Abdullah Roy

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RIYADHUSH SHALIHIN - BAB IKHLAS DAN MENGHADIRKAN NIAT DALAM SEGALA PERBUATAN, PERKATAAN, DAN KEADAAN, BAIK YANG NAMPAK MAUPUN YANG TERSEMBUNYI

Referensi penjelasan detail : Ust.Khalid Basalamah        Ust. Syafiq Riza Basalamah ~~~~~~~~      Allah Ta'ala berfirman : وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ   ۝٥ "Dan mereka tidak diperintahkan kecuali agar beribadah kepada Allah dengan mengikhlaskan²⁴ agama (ketaatan) kepadaNya juga menjadi orang-orang yang lurus,²⁵ dan juga agar mendirikan shalat dan menunaikkan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar)." (Qs. Al-Bayyinah : 5). ___ ²⁴ Saya katakan, Dalam ayat ini terdapat dalil wajibnya niat dalam seluruh ibadah, baik ibadah tersebut memang tujuan utama seperti shalat misalnya, maupun hanya sebagai perantara untuk ibadah lainnya seperti bersuci. Hal itu karena ikhlas tidak mungkin terjadi tanpa niat. Ini adalah madzhab mayoritas ulama, dan inilah yang benar, yang tidak ada keraguan tentangnya. ___ ²⁵ Y...

HSI-SILSILAH 05 - HALAQOH 14 - Tanda-Tanda Besar Dekatnya Hari Kiamat

 السّلام عليكم ورحمة الله و بر كاته  ... الحمد لله و الصلاة والسلام على رسول الله و على اله و صحبه اجمعين ꜜꜜꜜ Tanda-tanda besar dekatnya hari kiamat adalah 10 tanda menjelang datangnya hari kiamat. Yang apabila sudah muncul 10 tanda tersebut, maka akan terjadilah hari kiamat. Tanda-tanda besar tersebut apabila muncul satu, maka akan segera diikuti oleh yang lain. Suatu saat Nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam melihat para Shahābat sedang saling berbicara.      Maka Beliau bertanya, “Apa yang sedang kalian bicarakan?”      Merekapun menjawab, “Kami sedang mengingat hari kiamat.”      Maka, Beliau Shallallāhu ‘Alayhi wa Sallam bersabda : إِنَّهَا لَنْ تَقُومَ حَتَّى تَرَوْنَ قَبْلَهَا عَشْرَ آيَاتٍ “Sesungguhnya tidak akan bangkit hari kiamat tersebut sampai kalian melihat sebelumnya 10 tanda-tanda.” Kemudian Beliau Shallallāhu ‘Alayhi wa Sallam menyebutkan 10 tanda tersebut. Asap Dajjal Daabbah (seekor hewan melata) Terbitnya...

#I.1 BERHENTI MENJADI "PEOPLE PLEASER !" - Tentang Kapan Harus Peduli dan Kapan Harus Tidak Ambil Pusing

Ajukan pertanyaan berikut kepada diri sendiri : Apakah saya stres, memiliki jadwal yang terlalu padat, dan/ atau merasa kewalahan ? Jika jawabannya "ya" untuk yang mana pun, berhentilah sejenak dan tanyakan : Mengapa ? Saya berani menebak jawaban yaitu : karena Anda terlalu banyak ambil pusing. Atau, lebih spesifik, karena Anda berpikir Anda wajib memusingkan semuanya. Saya siap membantu. Di sepanjang Artikel ini dan lanjutannya, Anda akan melihat istilah ambil pusing digunakan dalam dua cara : * Ada makna tidak formal dari sikap peduli terhadap sesuatu, yang dipertimbangkan untuk Langkah 1 (memutuskan apa yang tidak usah Anda pusingkan). * Ada makna harfiah dari sikap sungguh peduli kepada seseorang atau sesuatu, dalam bentuk waktu, energi, dan/ atau uang. Ini dipertimbangkan untuk Langkah 2 (tidak ambil pusing tentang semua itu). Dalam kedua makna tadi, cara satu-satunya untuk mengubah hidup Anda menjadi lebih baik adalah dengan berhenti ambil pusing atas banyak di antarany...