Langsung ke konten utama

HSI-SILSILAH 07 - HALAQOH 02 - Pentingnya Beriman dengan Kitab-Kitab Allah dan Cara Beriman dengan Kitab-Kitab Allah

 السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول لله و على آله و صحبه أجمعين أما بعد

    Diantara yang menunjukkan pentingnya beriman dengan kitab-kitab Allah, bahwasanya beriman dengan kitab-kitab Allah secara global adalah termasuk pokok-pokok akidah Islam dan merupakan rukun yang ke-tiga dari enam Rukun Iman yang tidak sah iman seseorang kecuali dengan mengimani seluruh rukun iman ini dan telah berlalu haditsnya.

    Kemudian diantara yang menunjukkan pentingnya bahwasanya beriman dengan kitab-kitab adalah sifat orang-orang yang beriman.

    Allah berfirman,

آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ ۚ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ…

“Rasul beriman dengan apa yang diturunkan kepadanya dari Rabb-nya demikian pula orang-orang yang beriman semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya dan Rosul-Rosul-Nya.” [Qs. Al-Baqarah : 285]

    Diantara yang menunjukkan pentingnya bahwa Allah telah menyuruh orang-orang yang beriman untuk mengatakan kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami.

    Di dalam sebuah ayat, Allah berfirman,

قُولُوا آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْنَا وَمَا أُنْزِلَ إِلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطِ وَمَا أُوتِيَ مُوسَىٰ وَعِيسَىٰ وَمَا أُوتِيَ النَّبِيُّونَ مِنْ رَبِّهِمْ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ

“Katakanlah oleh kalian kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub, dan Asbath dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa dan apa yang diberikan kepada para Nabi dari Rabb mereka, kami tidak membeda-bedakan seorang pun diantara mereka dan kami menyerahkan diri kepada Allah.” [Qs. Al-Baqarah : 136]

    Diantara yang menunjukkan pentingnya beriman dengan kitab-kitab Allah bahwasanya mengkufuri kitab-kitab Allah adalah sebuah kesesatan yang nyata.

    Allah berfirman,

وَمَنْ يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا

”Dan barangsiapa yang kufur kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari akhir maka sungguh dia telah tersesat dengan kesesatan yang jauh ” [Qs. An-Nisa’ : 136]

    Dan diantara hal yang menunjukkan pentingnya beriman dengan kitab-kitab Allah, bahwasanya Allah telah menurunkan kitab-kitab tersebut sebagai petunjuk bagi manusia, mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju cahaya, menunjukkan mereka jalan yang lurus yang dengannya mereka bahagia di dunia dan akhirat.

    Allah Subhānahu wa Ta’āla berfirman,

إِنَّا أَنْزَلْنَا التَّوْرَاةَ فِيهَا هُدًى وَنُورٌ ۚ

“Sesungguhnya kami telah menurunkan Taurat, di dalamnya ada petunjuk dan juga cahaya ” [Qs. Al-Ma’idah : 44]

    Demikian pula firman Allah,

ۖ وَآتَيْنَاهُ الْإِنْجِيلَ فِيهِ هُدًى وَنُورٌ

”Dan Kami telah berikan kepada Isa, Injil di dalamnya ada petunjuk dan juga cahaya ” [Qs. Al-Ma’idah : 46]

    Dan Allah Subhānahu wa Ta’āla berfirman,

ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ

“Kitab tersebut (Al-Qur’an) tidak ada keraguan di dalamnya sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa.” [Qs. Al-Baqarah : 2]

Cara beriman dengan kitab-kitab Allah adalah beriman dengan empat perkara:

  1. Beriman bahwasanya kitab-kitab ini benar-benar turun dari Allah Subhānahu wa Ta’āla
  2. Beriman dengan nama-nama kitab yang kita ketahui namanya, sedangkan yang tidak kita ketahui maka kita beriman secara global
  3. Membenarkan kabar-kabar yang shahih di dalam kitab-kitab tersebut, seperti kabar-kabar Al-Qur’an dan kabar-kabar kitab sebelumnya yang belum diubah
  4. Beramal, ridho, dan berserah diri dengan hukum-hukum yang belum dihapus di dalam kitab-kitab tersebut dan semua kitab yang terdahulu telah mansukh atau telah terhapus hukumnya dengan Al-Quran.

Penjelasan ke-empat perkara ini Insya Allah akan diperinci pada halaqah-halaqoh selanjutnya.

    Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.


والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

Abdullah Roy

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RIYADHUSH SHALIHIN - BAB IKHLAS DAN MENGHADIRKAN NIAT DALAM SEGALA PERBUATAN, PERKATAAN, DAN KEADAAN, BAIK YANG NAMPAK MAUPUN YANG TERSEMBUNYI

Referensi penjelasan detail : Ust.Khalid Basalamah        Ust. Syafiq Riza Basalamah ~~~~~~~~      Allah Ta'ala berfirman : وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ   ۝٥ "Dan mereka tidak diperintahkan kecuali agar beribadah kepada Allah dengan mengikhlaskan²⁴ agama (ketaatan) kepadaNya juga menjadi orang-orang yang lurus,²⁵ dan juga agar mendirikan shalat dan menunaikkan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar)." (Qs. Al-Bayyinah : 5). ___ ²⁴ Saya katakan, Dalam ayat ini terdapat dalil wajibnya niat dalam seluruh ibadah, baik ibadah tersebut memang tujuan utama seperti shalat misalnya, maupun hanya sebagai perantara untuk ibadah lainnya seperti bersuci. Hal itu karena ikhlas tidak mungkin terjadi tanpa niat. Ini adalah madzhab mayoritas ulama, dan inilah yang benar, yang tidak ada keraguan tentangnya. ___ ²⁵ Y...

HSI-SILSILAH 05 - HALAQOH 14 - Tanda-Tanda Besar Dekatnya Hari Kiamat

 السّلام عليكم ورحمة الله و بر كاته  ... الحمد لله و الصلاة والسلام على رسول الله و على اله و صحبه اجمعين ꜜꜜꜜ Tanda-tanda besar dekatnya hari kiamat adalah 10 tanda menjelang datangnya hari kiamat. Yang apabila sudah muncul 10 tanda tersebut, maka akan terjadilah hari kiamat. Tanda-tanda besar tersebut apabila muncul satu, maka akan segera diikuti oleh yang lain. Suatu saat Nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam melihat para Shahābat sedang saling berbicara.      Maka Beliau bertanya, “Apa yang sedang kalian bicarakan?”      Merekapun menjawab, “Kami sedang mengingat hari kiamat.”      Maka, Beliau Shallallāhu ‘Alayhi wa Sallam bersabda : إِنَّهَا لَنْ تَقُومَ حَتَّى تَرَوْنَ قَبْلَهَا عَشْرَ آيَاتٍ “Sesungguhnya tidak akan bangkit hari kiamat tersebut sampai kalian melihat sebelumnya 10 tanda-tanda.” Kemudian Beliau Shallallāhu ‘Alayhi wa Sallam menyebutkan 10 tanda tersebut. Asap Dajjal Daabbah (seekor hewan melata) Terbitnya...

#I.1 BERHENTI MENJADI "PEOPLE PLEASER !" - Tentang Kapan Harus Peduli dan Kapan Harus Tidak Ambil Pusing

Ajukan pertanyaan berikut kepada diri sendiri : Apakah saya stres, memiliki jadwal yang terlalu padat, dan/ atau merasa kewalahan ? Jika jawabannya "ya" untuk yang mana pun, berhentilah sejenak dan tanyakan : Mengapa ? Saya berani menebak jawaban yaitu : karena Anda terlalu banyak ambil pusing. Atau, lebih spesifik, karena Anda berpikir Anda wajib memusingkan semuanya. Saya siap membantu. Di sepanjang Artikel ini dan lanjutannya, Anda akan melihat istilah ambil pusing digunakan dalam dua cara : * Ada makna tidak formal dari sikap peduli terhadap sesuatu, yang dipertimbangkan untuk Langkah 1 (memutuskan apa yang tidak usah Anda pusingkan). * Ada makna harfiah dari sikap sungguh peduli kepada seseorang atau sesuatu, dalam bentuk waktu, energi, dan/ atau uang. Ini dipertimbangkan untuk Langkah 2 (tidak ambil pusing tentang semua itu). Dalam kedua makna tadi, cara satu-satunya untuk mengubah hidup Anda menjadi lebih baik adalah dengan berhenti ambil pusing atas banyak di antarany...