Langsung ke konten utama

HSI-SILSILAH 06 - HALAQOH 23 - Beriman dengan Amalan-Amalan Malaikat Bagian 12

 السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله و على آله وصحبه أجمعين

Diantara amalan malaikat dan tugas mereka yang berkaitan dengan manusia adalah,

    7. Menghadiri Majelis Dzikir dan Majelis Ilmu
    Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda,

.وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ

“Dan tidaklah berkumpul sebuah kaum di rumah di antara rumah-rumah Allah, mereka membaca kitab Allah dan mempelajarinya di antara mereka kecuali akan turun atas mereka ketenangan, akan menyelimuti mereka rahmat, menaungi mereka malaikat-malaikat, dan Allah akan menyebut-nyebut mereka di hadapan para malaikat yang ada di sisi-Nya.” (HR Muslim)

Dan telah berlalu dalil yang lain pada halaqah ke-16.
    8. Mencatat Orang-Orang yang Hadir Shalat Jum’at
    Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda,

إذا كان يوم الجمعة وقفت الملائكة على باب المسجد يكتبون الأول فالأول ومثل المهجر كمثل الذي يهدي بدنة ثم كالذي يهدي بقرة ثم كبشا ثم دجاجة ثم بيضة فإذا خرج الإمام طووا صحفهم ويستمعون الذكر

“Apabila hari Jum’at berdiri para malaikat di pintu masjid menulis siapa yang pertama datang dan yang selanjutnya.
Dan pemisalan orang yang berpagi-pagi datang seperti orang hadyu berupa unta.
Kemudian yang selanjutnya seperti orang yang menyembelih hadyu berupa sapi.
Kemudian yang selanjutnya seperti orang yang menyembelih hadyu berupa kambing.
Kemudian yang selanjutnya seperti orang yang menyembelih hadyu berupa ayam.
Kemudian yang selanjutnya seperti orang yang membayar hadyu berupa telur.
Kemudian apabila keluar imam, malaikat-malaikat tersebut melipat lembaran-lembaran catatan dan mendengarkan dzikir.”
(HR Bukhari)

↪ Yang dimaksud dengan hadyu adalah sesuatu yang dikirim ke tanah haram di kota Mekah dalam rangka beribadah kepada Allah.
 Ada di antaranya yang hukumnya wajib dan ada di antaranya yang hukumnya sunnah.

    9. Mencabut Nyawa Manusia
    Allah Subhānahu wa Ta’āla berfirman,

قُلْ يَتَوَفَّاكُمْ مَلَكُ الْمَوْتِ الَّذِي وُكِّلَ بِكُمْ ثُمَّ إِلى رَبِّكُمْ تُرْجَعُونَ

“Katakanlah, akan mewafatkan kalian malaikat maut yang telah ditugaskan kepada kalian kemudian kalian akan dikembalikan kepada Rabb kalian.” (Qs. As-Sajdah : 11)

    Di dalam hadits Bara Ibnu ‘Adzib yang diriwayatkan Imam Ahmad, Abu Dawud, Nasai, dan haditsnya shahih, malaikat maut akan dibantu oleh malaikat-malaikat yang lain.

    Setelah malaikat maut mengeluarkan nyawa dari badan maka langsung diterima oleh malaikat-malaikat lain yang bertugas membawanya ke atas.
    Ada di antara manusia tersebut yang baik dan shalih dan dibawa oleh malaikat-malaikat rahmat.
Dan ada yang mendzalimi dirinya sendiri maka dibawa oleh malaikat-malaikat adzab.

    Dan Allah Subhānahu wa Ta’āla berfirman,

الَّذِينَ تَتَوَفَّاهُمُ الْمَلآئِكَةُ ظَالِمِي أَنْفُسِهِمْ

“Orang-orang yang diwafatkan oleh para malaikat dalam keadaan mendzalimi diri mereka sendiri.” (Qs. An-Nahl : 28)

    Dan Allah berfirman,

الَّذِينَ تَتَوَفَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ طَيِّبِينَ ۙ

“Orang-orang yang diwafatkan oleh para malaikat dalam keadaan mereka baik.” (Qs. An-Nahl : 32)

    10. Menanyai Manusia di Alam Kubur, Memberi Nikmat Kubur dan Adzab Kubur
    Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda yang artinya,
“Seorang hamba apabila diletakkan di kuburnya ditinggalkan dan pergi para sahabatnya, sampai-sampai dia mendengar suara sandal mereka.
Maka datanglah dua malaikat dan mendudukkannya kemudian berkata, ‘Apa yang engkau katakan tentang laki-laki ini (Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam)?’
Dia berkata, ‘Aku bersaksi bahwa dia adalah hamba Allah dan Rasul-Nya.’
Maka dikatakan kepadanya, ‘Lihat tempatmu di neraka, sungguh Allah telah menggantikannya untukmu sebuah tempat di surga.’
Berkata Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam, ‘Maka orang tersebut melihat ke dua tempat semuanya.’
Dan adapun orang yang kafir atau munafiq maka dia berkata, ‘Aku tidak tahu, aku dahulu mengatakan apa yang dikatakan manusia.’
Maka dikatakan kepadanya, ‘Kamu tidak tahu dan tidak mengikuti.’
Kemudian dipukul dengan palu dari besi dengan sebuah pukulan di antara dua telinganya, maka dia berteriak dengan sebuah teriakan yang didengar oleh apa yang ada di sekitarnya kecuali jin dan manusia.”
(HR Bukhari dan Muslim)

Dan diantara amalan malaikat yang berkaitan dengan manusia,
    11. Berperang Bersama Orang-Orang yang Beriman
    Allah menceritakan pertolongan-Nya kepada orang-orang yang beriman pada saat Perang Badr di dalam firmanNya,

إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُم بِأَلْفٍ مِّنَ الْمَلَائِكَةِ مُرْدِفِينَ

“Ingatlah ketika kalian meminta pertolongan kepada Rabb kalian maka Allah mengabulkan do’a kalian. Sesungguhnya Aku mengirimkan kepada kalian 1000 malaikat yang datang berturut-turut.” (Qs. Al-Anfal : 9)

    Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam sendiri melihat Jibril saat itu dan bersabda,

هَذَا جِبْرِيلُ آخِذٌ بِرَأْسِ فَرَسِهِ عَلَيْهِ أَدَاةُ الْحَرْبِ

“Ini adalah Jibril memegang kepala kudanya memakai alat-alat perang.” (HR Bukhari)

    Itulah sebagian amalan malaikat yang bisa kita sebutkan. Kewajiban kita adalah beriman dengan apa yang datang dari Allah dan Rasul-Nya.

    Dengan demikian kita sudah menyelesaikan empat poin cara beriman dengan malaikat yang kita sebutkan di halaqah yang pertama.

    Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.


والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

Abdullah Roy

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HSI-SILSILAH 05 - HALAQOH 25 - Meninggalnya Orang-Orang Beriman Sebelum Hari Kiamat, Terbenamnya Tanah di Tiga Tempat dan Keluarnya Api dari Yaman

  السّلام عليكم ورحمة الله و بر كاته  ... الحمد لله و الصلاة والسلام على رسول الله و على اله و صحبه اجمعين ꜜꜜꜜ      Sebelum terjadinya hari kiamat, Allah Subhānahu wa Ta’āla akan mengirim angin yang mencabut nyawa semua orang yang beriman, sehingga tidak tersisa di dunia kecuali sejelek-jelek manusia.      Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda : “Kemudian Allah akan mengutus angin yang dingin dari arah Syam maka tidak ada seorang pun di bumi yang di dalam hatinya ada kebaikan atau iman meski sebesar biji sawi kecuali akan dicabut nyawanya oleh angin tersebut. Sampai seandainya salah seorang mereka masuk ke dalam gunung, niscaya angin tersebut akan masuk bersamanya dan mencabut nyawanya. Maka tersisalah sejelek-jelek manusia yang ringan berbuat kerusakan seperti ringannya burung dan mereka ganas dalam berbuat kezhaliman satu dengan yang lain seperti ganasnya hewan buas. Mereka tidak mengenal kebaikan dan tidak mengingkari kemungkaran.” ...

RIYADHUSH SHALIHIN - BAB IKHLAS DAN MENGHADIRKAN NIAT DALAM SEGALA PERBUATAN, PERKATAAN, DAN KEADAAN, BAIK YANG NAMPAK MAUPUN YANG TERSEMBUNYI

Referensi penjelasan detail : Ust.Khalid Basalamah        Ust. Syafiq Riza Basalamah ~~~~~~~~      Allah Ta'ala berfirman : وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ   ۝٥ "Dan mereka tidak diperintahkan kecuali agar beribadah kepada Allah dengan mengikhlaskan²⁴ agama (ketaatan) kepadaNya juga menjadi orang-orang yang lurus,²⁵ dan juga agar mendirikan shalat dan menunaikkan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar)." (Qs. Al-Bayyinah : 5). ___ ²⁴ Saya katakan, Dalam ayat ini terdapat dalil wajibnya niat dalam seluruh ibadah, baik ibadah tersebut memang tujuan utama seperti shalat misalnya, maupun hanya sebagai perantara untuk ibadah lainnya seperti bersuci. Hal itu karena ikhlas tidak mungkin terjadi tanpa niat. Ini adalah madzhab mayoritas ulama, dan inilah yang benar, yang tidak ada keraguan tentangnya. ___ ²⁵ Y...

HSI-SILSILAH 01- HALAQOH 18 - MERAMAL NASIB DENGAN BINTANG

  السّلام عليكم ورحمة الله و بر كاته   ... الحمد لله و الصلاة والسلام على رسول الله و على اله و صحبه اجمعين ꜜꜜꜜ     Bintang adalah makhluk yang menunjukkan kebesaran Allah penciptanya, Allah telah mengabarkan di dalam Al-Qur'an bahwa bintang ini memiliki 3 faedah : Sebagai perhiasan langit, Sebagai pelempar setan, Sebagai petunjuk manusia, seperti ; Mengetahui arah utara atau selatan, Mengetahui arah daerah, Arah kiblat, atau Mengetahui kapan datangnya musim menanam, musim hujan, Dan lain-lain      Allah Subhanahu Wa Ta'ala tidak menciptakan bintang pun perkara yang lain selain 3 perkara yang di atas.     Seorang salaf Qotadah bin Di'amah As-Sadusi Rahimahullah seorang ulama yang meninggal kurang lebih pada tahun 110 Hijriah, beliau menjelaskan bahwa ;  " Barangsiapa yang meyakini bintang memiliki faedah yang laen selain 3 hal di atas, maka dia telah bersalah dan berbicara tanpa ilmu ". Ucapan ini dikeluarkan oleh Al-Imam Al-Bukhari...