Langsung ke konten utama

HSI-SILSILAH 06 - HALAQOH 02 - Beriman dengan Keberadaan Malaikat Allah

 السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله و على آله وصحبه أجمعين

    Di antara beriman dengan malaikat-malaikat Allah adalah beriman dengan keberadaan mereka.

    Dan ilmu tentang keberadaan malaikat adalah termasuk ilmu yang darurat diketahui seorang Muslim.

    Allah telah mengabarkan tentang mereka di dalam Al-Quran dan Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam di dalam hadits-hadits yang shahih.

Disebutkan tentang:

  • Sebagian nama-nama mereka
  • Sifat-sifat mereka
  • Amalan-amalan mereka
  • Pertemuan mereka dengan sebagian Nabi dan orang-orang shalih.

Ini semua menunjukkan kepada kita tentang kebenaran keberadaan mereka.

    Dan kaum Muslimin telah bersepakat tentang keberadaan malaikat Allah, bahkan umat-umat yang mendustakan para Rasul, mereka mengakui keberadaan malaikat.
Sebagaimana Allah sebutkan dalam beberapa ayat, di antaranya adalah firman Allah ‘Azza wa Jalla,

فَقَالَ الْمَلَأُ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَوْمِهِ مَا هَذَا إِلَّا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُرِيدُ أَنْ يَتَفَضَّلَ عَلَيْكُمْ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَأَنْزَلَ مَلَائِكَةً مَا سَمِعْنَا بِهَذَا فِي آَبَائِنَا الْأَوَّلِينَ

“Maka berkatalah sekelompok orang-orang kafir dari kaum Nuh, ‘Tidaklah orang ini kecuali manusia seperti kalian, ingin melebihi kalian. Dan seandainya Allah menghendaki niscaya Allah akan menurunkan malaikat. Kita tidak pernah mendengar hal ini dari nenek moyang terdahulu’.” (Al-Mukminun 24).

Dan di antara sifat seorang yang bertaqwa adalah beriman dengan perkara-perkara yang ghaib.

    Allah Subhānahu wa Ta’āla berfirman,

الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ

“Mereka beriman dengan yang ghaib.” (Al-Baqarah 3).

    Tidak boleh seorang Muslim mengingkari keberadaan para malaikat atau ragu-ragu karena tidak pernah melihatnya atau tidak pernah mendengar suaranya. Dan tidak boleh mentakwilnya dengan takwil yang tidak berdasar.
    Seperti meyakini bahwa malaikat hanyalah nama kekuatan yang baik dan bukan makhluk yang hakiki.

    Barangsiapa yang mengingkari keberadaan malaikat setelah datangnya ilmu yang jelas dan hujjah yang nyata maka sungguh dia telah kufur.

    Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini. Dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.


والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

Abdullah Roy

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RIYADHUSH SHALIHIN - BAB IKHLAS DAN MENGHADIRKAN NIAT DALAM SEGALA PERBUATAN, PERKATAAN, DAN KEADAAN, BAIK YANG NAMPAK MAUPUN YANG TERSEMBUNYI

Referensi penjelasan detail : Ust.Khalid Basalamah        Ust. Syafiq Riza Basalamah ~~~~~~~~      Allah Ta'ala berfirman : وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ   ۝٥ "Dan mereka tidak diperintahkan kecuali agar beribadah kepada Allah dengan mengikhlaskan²⁴ agama (ketaatan) kepadaNya juga menjadi orang-orang yang lurus,²⁵ dan juga agar mendirikan shalat dan menunaikkan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar)." (Qs. Al-Bayyinah : 5). ___ ²⁴ Saya katakan, Dalam ayat ini terdapat dalil wajibnya niat dalam seluruh ibadah, baik ibadah tersebut memang tujuan utama seperti shalat misalnya, maupun hanya sebagai perantara untuk ibadah lainnya seperti bersuci. Hal itu karena ikhlas tidak mungkin terjadi tanpa niat. Ini adalah madzhab mayoritas ulama, dan inilah yang benar, yang tidak ada keraguan tentangnya. ___ ²⁵ Y...

HSI-SILSILAH 05 - HALAQOH 14 - Tanda-Tanda Besar Dekatnya Hari Kiamat

 السّلام عليكم ورحمة الله و بر كاته  ... الحمد لله و الصلاة والسلام على رسول الله و على اله و صحبه اجمعين ꜜꜜꜜ Tanda-tanda besar dekatnya hari kiamat adalah 10 tanda menjelang datangnya hari kiamat. Yang apabila sudah muncul 10 tanda tersebut, maka akan terjadilah hari kiamat. Tanda-tanda besar tersebut apabila muncul satu, maka akan segera diikuti oleh yang lain. Suatu saat Nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam melihat para Shahābat sedang saling berbicara.      Maka Beliau bertanya, “Apa yang sedang kalian bicarakan?”      Merekapun menjawab, “Kami sedang mengingat hari kiamat.”      Maka, Beliau Shallallāhu ‘Alayhi wa Sallam bersabda : إِنَّهَا لَنْ تَقُومَ حَتَّى تَرَوْنَ قَبْلَهَا عَشْرَ آيَاتٍ “Sesungguhnya tidak akan bangkit hari kiamat tersebut sampai kalian melihat sebelumnya 10 tanda-tanda.” Kemudian Beliau Shallallāhu ‘Alayhi wa Sallam menyebutkan 10 tanda tersebut. Asap Dajjal Daabbah (seekor hewan melata) Terbitnya...

#I.1 BERHENTI MENJADI "PEOPLE PLEASER !" - Tentang Kapan Harus Peduli dan Kapan Harus Tidak Ambil Pusing

Ajukan pertanyaan berikut kepada diri sendiri : Apakah saya stres, memiliki jadwal yang terlalu padat, dan/ atau merasa kewalahan ? Jika jawabannya "ya" untuk yang mana pun, berhentilah sejenak dan tanyakan : Mengapa ? Saya berani menebak jawaban yaitu : karena Anda terlalu banyak ambil pusing. Atau, lebih spesifik, karena Anda berpikir Anda wajib memusingkan semuanya. Saya siap membantu. Di sepanjang Artikel ini dan lanjutannya, Anda akan melihat istilah ambil pusing digunakan dalam dua cara : * Ada makna tidak formal dari sikap peduli terhadap sesuatu, yang dipertimbangkan untuk Langkah 1 (memutuskan apa yang tidak usah Anda pusingkan). * Ada makna harfiah dari sikap sungguh peduli kepada seseorang atau sesuatu, dalam bentuk waktu, energi, dan/ atau uang. Ini dipertimbangkan untuk Langkah 2 (tidak ambil pusing tentang semua itu). Dalam kedua makna tadi, cara satu-satunya untuk mengubah hidup Anda menjadi lebih baik adalah dengan berhenti ambil pusing atas banyak di antarany...