Langsung ke konten utama

HSI-SILSILAH 05 - HALAQOH 74 - Percakapan Penghuni Surga dan Penghuni Neraka

 السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

    Akan terjadi percakapan antara penghuni surga, penghuni neraka, dan Ashabul A’raf. Mereka adalah orang-orang yang berada di sebuah tempat yang tinggi antara surga dan neraka yang dinamakan dengan Al A’raf.

Dan mereka adalah orang-orang yang timbangan kebaikan dan kejelekannya sama.

    Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman yang artinya,
“Dan para penghuni surga memanggil para penghuni neraka dengan mengatakan,
‘Sesungguhnya kami telah memperoleh apa yang Rabb kami janjikan kepada kami dengan haq. Apakah kalian telah memperoleh apa yang Rabb kalian janjikan kepada kalian dengan Haq?’

    Maka para penghuni neraka menjawab, ‘Betul.’
    Kemudian seorang penyeru menyeru diantara kedua golongan itu seraya mengatakan,
‘Laknat Allah atas orang-orang yang zhalim, yaitu orang-orang yang menghalang-halangi manusia dari jalan Allah dan menginginkan agar jalan tersebut menjadi bengkok. Dan mereka mengingkari kehidupan akhirat.’
    Dan diantara keduanya yaitu antara penghuni surga dan penghuni neraka ada batas dan di atas Al A’raf ada orang-orang yang mereka mengenal masing-masing dari dua golongan tersebut dengan tanda-tanda mereka.
    Maksudnya mengenal penghuni surga dan penghuni neraka dengan tanda-tanda mereka. Dan para Ashabul A’raf menyeru penghuni surga, seraya mengatakan,
‘Salamun ‘Alaikum (keselamatan atas kalian).’
    Mereka belum memasuki surga sedang mereka ingin segera memasukinya. Dan apabila pandangan mereka dipalingkan ke arah penghuni neraka, mereka berkata,
‘Ya Rabb kami, janganlah Engkau jadikan kami bersama-sama dengan orang-orang yang zhalim.’
    Kemudian Ashabul A’raf memanggil beberapa pemuka orang kafir yang mereka kenal dengan tanda-tanda mereka, seraya mengatakan,
‘Harta yang kalian kumpulkan dan apa yang kalian sombongkan, tidaklah bermanfa’at bagi kalian. 
Apakah mereka ini (yaitu para penghuni surga) adalah orang-orang yang kalian telah bersumpah bahwasanya mereka tidak akan mendapat rahmat Allah?.’

    Maka dikatakan kepada Ashabul A’raf, ‘Masuklah kalian ke dalam surga, tidak ada ketakutan atas kalian dan kalian tidak akan bersedih.’    
    Kemudian penghuni neraka menyeru penghuni surga, ‘Limpahkanlah kepada kami air atau makanan yang telah Allah berikan kepada kalian.’
    Para penghuni surga menjawab,
‘Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya atas orang-orang kafir, (yaitu) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai permainan dan senda gurau.’
    Dan kehidupan dunia telah menipu mereka. Maka pada hari ini, kami melupakan mereka sebagaimana mereka dahulu telah melupakan pertemuan mereka dengan hari ini. Dan dahulu mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami.” (QS Al-A’Raf: 44-51)

Dan akan didatangkan Al Maut (kematian).
    Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda,
“Akan didatangkan kematian atau Al Maut dalam bentuk domba jantan yang amlah, maksudnya yang berwarna putih dan hitam. Dan warna putihnya lebih banyak.
    Maka menyerulah penyeru, ‘Wahai para penghuni surga!’ Para penghuni surga pun menjulurkan leher-leher mereka dan melihat.
    Kemudian penyeru tersebut berkata, ‘Apakah kalian mengenal ini?’
    Mereka berkata, ‘Ya, ini adalah kematian.
    Dan mereka semuanya sebelumnya sudah pernah melihat kematian. Kemudian penyeru berkata, ‘Wahai penghuni neraka!’
    Maka para penghuni neraka menjulurkan leher-leher mereka dan melihat, kemudian penyeru berkata, ‘Apakah kalian mengenal ini?’
    Mereka menjawab, ‘Ya, ini adalah kematian.’
    Dan mereka semua sebelumnya sudah pernah melihat kematian tersebut. Maka disembelihlah kematian. Berkatalah penyeru tersebut,
‘Wahai penghuni surga, kekekalan dan tidak ada kematian, dan wahai penghuni neraka, kekekalan dan tidak ada kematian.’ (Hadist Riwayat Bukhari dan Muslim)

    Para penghuni surga akan bergembira karena mereka akan kekal di dalam kenikmatan dan tidak akan meninggal dunia.
    Adapun para penghuni neraka, maka mereka akan bersedih karena mereka akan kekal di dalam adzab dan tidak akan meninggal dunia.

    Ketika penghuni surga telah masuk ke dalam surga dan penghuni neraka telah masuk ke dalam neraka, maka syaitan yang telah menyesatkan para penghuni neraka akan berlepas diri dari mereka.

    Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman yang artinya,
“Dan berkatalah syaitan tatkala perkara telah diselesaikan,
‘Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepada kalian janji yang benar, dan aku telah menjanjikan kepada kalian, akan tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali aku tidak memiliki kekuasaan atas kalian, melainkan sekedar aku mengajak kalian, lalu kalian mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kalian mencelaku aku akan tetapi celalah diri kalian sendiri.
Aku sekali-kali tidak dapat menolong kalian dan kalian pun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku mengingkari perbuatan kalian, ketika sebelumnya kalian mempersekutukan aku dengan Allah.’
Sesungguhnya orang-orang yang zalim akan mendapat siksaan yang pedih.”
(QS Ibrahim: 22)

    Demikianlah akhir yang buruk bagi syaitan dan para pengikut mereka, mereka akan kekal di dalam neraka selama-lamanya.
    Dan demikianlah akhir yang baik bagi orang-orang yang bertakwa, mereka akan kekal selama-lamanya di dalam surga.

    Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini. Dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.


والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

Abdullah Roy

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HSI-SILSILAH 05 - HALAQOH 25 - Meninggalnya Orang-Orang Beriman Sebelum Hari Kiamat, Terbenamnya Tanah di Tiga Tempat dan Keluarnya Api dari Yaman

  السّلام عليكم ورحمة الله و بر كاته  ... الحمد لله و الصلاة والسلام على رسول الله و على اله و صحبه اجمعين ꜜꜜꜜ      Sebelum terjadinya hari kiamat, Allah Subhānahu wa Ta’āla akan mengirim angin yang mencabut nyawa semua orang yang beriman, sehingga tidak tersisa di dunia kecuali sejelek-jelek manusia.      Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda : “Kemudian Allah akan mengutus angin yang dingin dari arah Syam maka tidak ada seorang pun di bumi yang di dalam hatinya ada kebaikan atau iman meski sebesar biji sawi kecuali akan dicabut nyawanya oleh angin tersebut. Sampai seandainya salah seorang mereka masuk ke dalam gunung, niscaya angin tersebut akan masuk bersamanya dan mencabut nyawanya. Maka tersisalah sejelek-jelek manusia yang ringan berbuat kerusakan seperti ringannya burung dan mereka ganas dalam berbuat kezhaliman satu dengan yang lain seperti ganasnya hewan buas. Mereka tidak mengenal kebaikan dan tidak mengingkari kemungkaran.” ...

RIYADHUSH SHALIHIN - BAB IKHLAS DAN MENGHADIRKAN NIAT DALAM SEGALA PERBUATAN, PERKATAAN, DAN KEADAAN, BAIK YANG NAMPAK MAUPUN YANG TERSEMBUNYI

Referensi penjelasan detail : Ust.Khalid Basalamah        Ust. Syafiq Riza Basalamah ~~~~~~~~      Allah Ta'ala berfirman : وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ   ۝٥ "Dan mereka tidak diperintahkan kecuali agar beribadah kepada Allah dengan mengikhlaskan²⁴ agama (ketaatan) kepadaNya juga menjadi orang-orang yang lurus,²⁵ dan juga agar mendirikan shalat dan menunaikkan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar)." (Qs. Al-Bayyinah : 5). ___ ²⁴ Saya katakan, Dalam ayat ini terdapat dalil wajibnya niat dalam seluruh ibadah, baik ibadah tersebut memang tujuan utama seperti shalat misalnya, maupun hanya sebagai perantara untuk ibadah lainnya seperti bersuci. Hal itu karena ikhlas tidak mungkin terjadi tanpa niat. Ini adalah madzhab mayoritas ulama, dan inilah yang benar, yang tidak ada keraguan tentangnya. ___ ²⁵ Y...

HSI-SILSILAH 01- HALAQOH 18 - MERAMAL NASIB DENGAN BINTANG

  السّلام عليكم ورحمة الله و بر كاته   ... الحمد لله و الصلاة والسلام على رسول الله و على اله و صحبه اجمعين ꜜꜜꜜ     Bintang adalah makhluk yang menunjukkan kebesaran Allah penciptanya, Allah telah mengabarkan di dalam Al-Qur'an bahwa bintang ini memiliki 3 faedah : Sebagai perhiasan langit, Sebagai pelempar setan, Sebagai petunjuk manusia, seperti ; Mengetahui arah utara atau selatan, Mengetahui arah daerah, Arah kiblat, atau Mengetahui kapan datangnya musim menanam, musim hujan, Dan lain-lain      Allah Subhanahu Wa Ta'ala tidak menciptakan bintang pun perkara yang lain selain 3 perkara yang di atas.     Seorang salaf Qotadah bin Di'amah As-Sadusi Rahimahullah seorang ulama yang meninggal kurang lebih pada tahun 110 Hijriah, beliau menjelaskan bahwa ;  " Barangsiapa yang meyakini bintang memiliki faedah yang laen selain 3 hal di atas, maka dia telah bersalah dan berbicara tanpa ilmu ". Ucapan ini dikeluarkan oleh Al-Imam Al-Bukhari...