Langsung ke konten utama

HSI-SILSILAH 05 - HALAQOH 71 - An-Naar (Neraka) dan Adzabnya Bagian 1

 السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

    An-Naar secara bahasa adalah api. Secara syari’at, An-Naar adalah negeri di akhirat yang penuh dengan adzab yang Allah sediakan bagi orang-orang kafir.

    Adzab yang sangat pedih dan menghinakan. Bagaimanapun pedih manusia menyiksa manusia yang lain di dunia, maka adzab Allah di neraka lebih pedih.

    Allah berfirman,

ﻓَﻴَﻮْﻣَﺌِﺬٍ لا ﻳُﻌَﺬِّﺏُ ﻋَﺬَﺍﺑَﻪُ ﺃَﺣَﺪٌ

“Maka pada hari itu tidak ada yang mengadzab seperti adzab Allah”. (QS Al-Fajr: 25)

Orang yang masuk ke dalam neraka akan lupa dengan segala kenikmatan dunia.

    Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda,
“Akan didatangkan seorang penghuni neraka yang paling banyak mendapat kenikmatan di dunia pada hari kiamat. Kemudian dicelupkan sekali celupan di dalam neraka, kemudian ditanya,
‘Wahai anak Adam, pernahkah engkau melihat kebaikan? Apakah pernah engkau mendapatkan kenikmatan?’
Dia menjawab, ‘Tidak demi Allah, wahai Rabb-ku’”.
(Hadits riwayat Muslim)

    Karena sangat pedihnya mereka ingin menebus adzab di neraka dengan orang-orang yang sangat mereka cintai di dunia dan seluruh manusia.

    Allah Subhānahu wa Ta’āla berfirman,

ﻳَﻮَﺩُّ ﺍﻟْﻤُﺠْﺮِﻡُ ﻟَﻮْ ﻳَﻔْﺘَﺪِﻱ ﻣِﻦْ ﻋَﺬَﺍﺏِ ﻳَﻮْﻣِﺌِﺬٍ ﺑِﺒَﻨِﻴﻪِ ( ١١ ) ﻭَﺻَﺎﺣِﺒَﺘِﻪِ ﻭَﺃَﺧِﻴﻪِ (١٢ ) ﻭَﻓَﺼِﻴﻠَﺘِﻪِ ﺍﻟَّﺘِﻲ ﺗُﺆْﻭِﻳﻪِ ( ١٣ ) ﻭَﻣَﻦْ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺄَﺭْﺽِ ﺟَﻤِﻴﻌًﺎ ﺛُﻢَّ ﻳُﻨْﺠِﻴﻪِ ( ١٤ )

“Orang kafir berangan-angan seandainya bisa menebus adzab saat itu dengan anak-anak laki-lakinya, istrinya dan saudara laki-lakinya, dan keluarganya yang menaunginya, dan semua yang ada di permukaan bumi kemudian tebusan itu bisa menyelamatkan dia.” (QS Al-Ma’arij: 11-14)

    Di dunia, seseorang rela berkorban demi keselamatan orang-orang yang dia cintai. Namun di neraka justru dia akan mengorbankan orang-orang yang dia cintai demi keselamatan dirinya.

Di antara nama-nama neraka adalah:

  • Hawiyah yang artinya jurang yang dalam (QS Al-Qari’ah: 9)
  • Al-Huthamah yang artinya yang menghancurkan apa yang ada di dalamnya (QS Al-Humazah: 4)
  • Jahim yaitu api yang menyala-nyala (QS Al-Infithar: 14)
  • Saqar yang artinya yang menghanguskan (QS Al-Muddatsir: 26)

    Penjaga neraka adalah 19 malaikat yang keras dan kejam, yang mereka menyiksa sesuai dengan perintah Allah (QS At-Tahrim: 6 dan Al-Muddatsir: 30).

    Penduduk neraka sangat banyak jumlahnya. Setiap 1000 orang, 1 orang akan masuk surga, 999 akan masuk ke dalam neraka.

    Di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al Imam Al Bukhari, Allah Subhānahu wa Ta’āla berkata kepada Nabi Adam, “Keluarkanlah dari setiap 1000, 999 orang”.

    Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda di dalam hadits ini, “Bergembiralah kalian, sesungguhnya dari kalian 1 orang dan dari Ya’juj dan Ma’juj 1000 orang”.

    Orang-orang kafir yang jumlahnya sangat banyak tersebut, badannya akan dibuat besar, 1 gigi geraham akan sebesar gunung Uhud dan jarak antara 2 ujung pundak salah seorang mereka, sejauh 3 hari perjalanan bagi pengendara cepat.

    Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda,
“Antara 2 ujung pundak orang kafir di dalam neraka, perjalanan orang yang naik kendaraan dengan cepat, selama 3 hari”. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim).

    Dan Beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam juga bersabda, “Sesungguhnya tebal kulit orang kafir 42 hasta dan 1 gigi geraham dia seperti gunung Uhud. Dan sesungguhnya tempat duduk dia di jahannam seperti antara Mekkah dan Madinah”. (Hadits shahih riwayat Tirmidzi)

  • 42 hasta kurang lebih 19 meter
  • Tinggi gunung Uhud kurang lebih 128 meter
  •  Jarak Mekah – Madinah kurang lebih 450 kilometer

    Jumlah penghuni neraka yang sangat banyak dengan ukuran tubuh masing-masing yang sangat besar menunjukkan tentang sangat besarnya neraka.

    Meskipun demikian masih ada tempat yang tersisa di dalam neraka. Dan neraka masih terus bertanya ‘Apakah masih ada tambahan?’

    Allah Subhānahu wa Ta’āla berfirman,

ﻳَﻮۡﻡَ ﻧَـﻘُﻮۡﻝُ ﻟِﺠَﻬَـﻨَّﻢَ ﻫَﻞِ ﺍﻣۡﺘَﻠَـﺌْﺖِ ﻭَﺗَﻘُﻮۡﻝُ ﻫَﻞۡ ﻣِﻦۡ ﻣَّﺰِﻳۡﺪٍ

“Pada hari dimana Kami berkata kepada Jahannam, ‘Apakah kamu sudah penuh?’. Dan jahannam berkata, ‘Apakah masih ada tambahan?’”. (QS Qaf: 30)

    Di dalam sebuah hadits, Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda,
“Senantiasa jahannam berkata ‘Apakah masih ada tambahan? Sampai Rabbul ‘Izzah (yaitu Allah) meletakkan telapak kakinya di neraka kemudian barulah neraka berkata: ‘Cukup, cukup, demi keperkasaan-Mu’. Maka neraka pun saling melipat sebagian ke sebagian yang lain’”. (Hadits riwayat Bukhari)

    Diantara yang menunjukkan besarnya neraka, suatu hari para sahabat Radhiyallāhu ‘anhum sedang bersama Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam, tiba-tiba mereka mendengar suara sesuatu yang jatuh. 

Maka nabi bertanya: “Tahukah kalian apa ini?”.
Mereka menjawab: “Allah dan Rasul-Nya lebih tahu”.
Beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda, “Ini adalah batu yang telah dilempar ke dalam neraka semenjak 70 tahun yang lalu. Maka dia jatuh melesat ke dalam neraka sehingga sekarang sampai di dasarnya”. (Hadits riwayat Muslim)

    Dan diantara yang menunjukkan besarnya neraka, bahwa 4,9 milyar malaikat akan menyeret neraka Jahannam pada hari kiamat. Sebagaimana telah berlalu haditsnya.

    Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini. Dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.


والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

Abdullah Roy

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RIYADHUSH SHALIHIN - BAB IKHLAS DAN MENGHADIRKAN NIAT DALAM SEGALA PERBUATAN, PERKATAAN, DAN KEADAAN, BAIK YANG NAMPAK MAUPUN YANG TERSEMBUNYI

Referensi penjelasan detail : Ust.Khalid Basalamah        Ust. Syafiq Riza Basalamah ~~~~~~~~      Allah Ta'ala berfirman : وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ   ۝٥ "Dan mereka tidak diperintahkan kecuali agar beribadah kepada Allah dengan mengikhlaskan²⁴ agama (ketaatan) kepadaNya juga menjadi orang-orang yang lurus,²⁵ dan juga agar mendirikan shalat dan menunaikkan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar)." (Qs. Al-Bayyinah : 5). ___ ²⁴ Saya katakan, Dalam ayat ini terdapat dalil wajibnya niat dalam seluruh ibadah, baik ibadah tersebut memang tujuan utama seperti shalat misalnya, maupun hanya sebagai perantara untuk ibadah lainnya seperti bersuci. Hal itu karena ikhlas tidak mungkin terjadi tanpa niat. Ini adalah madzhab mayoritas ulama, dan inilah yang benar, yang tidak ada keraguan tentangnya. ___ ²⁵ Y...

HSI-SILSILAH 05 - HALAQOH 14 - Tanda-Tanda Besar Dekatnya Hari Kiamat

 السّلام عليكم ورحمة الله و بر كاته  ... الحمد لله و الصلاة والسلام على رسول الله و على اله و صحبه اجمعين ꜜꜜꜜ Tanda-tanda besar dekatnya hari kiamat adalah 10 tanda menjelang datangnya hari kiamat. Yang apabila sudah muncul 10 tanda tersebut, maka akan terjadilah hari kiamat. Tanda-tanda besar tersebut apabila muncul satu, maka akan segera diikuti oleh yang lain. Suatu saat Nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam melihat para Shahābat sedang saling berbicara.      Maka Beliau bertanya, “Apa yang sedang kalian bicarakan?”      Merekapun menjawab, “Kami sedang mengingat hari kiamat.”      Maka, Beliau Shallallāhu ‘Alayhi wa Sallam bersabda : إِنَّهَا لَنْ تَقُومَ حَتَّى تَرَوْنَ قَبْلَهَا عَشْرَ آيَاتٍ “Sesungguhnya tidak akan bangkit hari kiamat tersebut sampai kalian melihat sebelumnya 10 tanda-tanda.” Kemudian Beliau Shallallāhu ‘Alayhi wa Sallam menyebutkan 10 tanda tersebut. Asap Dajjal Daabbah (seekor hewan melata) Terbitnya...

#I.1 BERHENTI MENJADI "PEOPLE PLEASER !" - Tentang Kapan Harus Peduli dan Kapan Harus Tidak Ambil Pusing

Ajukan pertanyaan berikut kepada diri sendiri : Apakah saya stres, memiliki jadwal yang terlalu padat, dan/ atau merasa kewalahan ? Jika jawabannya "ya" untuk yang mana pun, berhentilah sejenak dan tanyakan : Mengapa ? Saya berani menebak jawaban yaitu : karena Anda terlalu banyak ambil pusing. Atau, lebih spesifik, karena Anda berpikir Anda wajib memusingkan semuanya. Saya siap membantu. Di sepanjang Artikel ini dan lanjutannya, Anda akan melihat istilah ambil pusing digunakan dalam dua cara : * Ada makna tidak formal dari sikap peduli terhadap sesuatu, yang dipertimbangkan untuk Langkah 1 (memutuskan apa yang tidak usah Anda pusingkan). * Ada makna harfiah dari sikap sungguh peduli kepada seseorang atau sesuatu, dalam bentuk waktu, energi, dan/ atau uang. Ini dipertimbangkan untuk Langkah 2 (tidak ambil pusing tentang semua itu). Dalam kedua makna tadi, cara satu-satunya untuk mengubah hidup Anda menjadi lebih baik adalah dengan berhenti ambil pusing atas banyak di antarany...