Langsung ke konten utama

HSI-SILSILAH 05 - HALAQOH 65 - Derajat-Derajat Al Jannah atau Surga

 السّلام عليكم ورحمة الله و بر كاته  ...


الحمد لله و الصلاة والسلام على رسول الله و على اله و صحبه اجمعين

ꜜꜜꜜ

    Al-Jannah memiliki derajat yang banyak dan para penduduknya memiliki derajat yang berbeda, sesuai dengan kadar iman dan taqwa mereka.

Allah Subhānahu wa Ta’āla berfirman,

وَمَن يَأۡتِهِۦ مُؤۡمِنً۬ا قَدۡ عَمِلَ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ فَأُوْلَـٰٓٮِٕكَ لَهُمُ ٱلدَّرَجَـٰتُ ٱلۡعُلَىٰ

“Dan barangsiapa yang datang kepada Allah dalam keadaan beriman dan telah mengamalkan amal-amal yang shalih, maka merekalah yang akan mendapatkan derajat-derajat yang paling tinggi.” (QS Thaha: 75)

➞ Dan yang paling tinggi derajatnya adalah Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam

    Beliau Shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:
“Apabila kalian mendengar muadzin, maka hendaklah kalian mengatakan seperti yang dia katakan, kemudian bershalawatlah untukku, karena barangsiapa yang bershalawat untukku sekali, maka       Allah Subhānahu wa Ta’āla akan bershalawat untuknya sepuluh kali.
Kemudian mintalah kepada Allah untukku Al-Wasilah, karena sesungguhnya Al-Wasilah adalah sebuah kedudukan di surga yang tidak pantas kecuali untuk seorang hamba diantara hamba-hamba Allah. Dan aku berharap akulah hamba tersebut.
Maka barangsiapa yang memintakan untukku Al-Wasilah, dia berhak untuk mendapatkan syafa’at.”
(Hadits riwayat Muslim)

    Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam telah mengabarkan bagaimana ketinggian derajat sebagian orang-orang yang beriman, dibandingkan penduduk surga yang lain.

    Beliau Shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda,
“Sesungguhnya penduduk surga akan melihat Ahlul Ghurf yaitu penduduk surga yang memiliki kedudukan paling tinggi, yang ada di atas mereka seperti kalian melihat bintang yang masih tersisa di ufuk timur maupun barat.”


➞ Yang demikian karena jauhnya perbedaan kedudukan diantara mereka.

    Mereka berkata, Ya Rasulullah, bukankah itu adalah kedudukan para Nabi yang tidak dicapai oleh yang lain?

    Beliau Shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda,
“Iya, demi Dzat Yang Jiwaku ada di tangan-Nya mereka adalah orang-orang yang beriman dan membenarkan para Rasul.” (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim)

Diantara orang-orang yang beriman yang akan mendapatkan kedudukan yang paling tinggi adalah:

  1. Abu Bakar Radhiyallāhu ‘anhu
  2. Umar Radhiyallāhu ‘anhu

    ”Sesungguhnya orang-orang yang memiliki derajat (kedudukan) yang paling tinggi akan dilihat oleh orang-orang yang ada di bawah mereka seperti kalian melihat bintang yang baru terbit di ufuk langit.
    Dan sesungguhnya Abu Bakar dan Umar termasuk mereka dan mereka berdua akan mendapatkan nikmat.”
(Hadits riwayat Tirmidzi dan Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani Rahimahullah).

    Para mujahidin fii sabilillah, mereka termasuk orang-orang yang akan memiliki kedudukan yang tinggi di dalam surga.

    Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda,
“Sesungguhnya di dalam surga ada seratus derajat yang Allah sediakan bagi orang-orang yang berjihad di jalan Allah. Setiap dua derajat seperti antara langit dan bumi, Maka apabila kalian meminta kepada Allah mintalah Al-Firdaus, keren sesungguhnya
 Al-Firdaus adalah surga yang paling afdhal dan surga yang paling tinggi
➞ 
Di atasnya ada arsyurrahman dan dari sanalah terpancar sungai-sungai surga.” (Hadits riwayat Bukhari)

Orang yang memberikan nafkah kepada janda dan orang miskin, maka dia:

  1. Akan mendapatkan pahala orang yang berjihad di jalan Allah, atau
  2. Seperti orang yang berpuasa di siang hari dan shalat di malam hari

Sebagaimana di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim

    Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:
“Barangsiapa yang memberi nafkah dua orang anak wanita sampai dia baligh, maka dia akan datang pada hari kiamat, aku dan dia. Kemudian beliau Shallallāhu ‘alayhi wa sallam menggenggam jari-jari beliau.” (Hadits riwayat Muslim)


➞ Dan ini menunjukkan ketinggian derajat orang tersebut.

    Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda,
“Orang yang menanggung anak yatim miliknya atau milik orang lain, aku dan dia di surga seperti dua jari ini.” (Hadits riwayat Muslim)


➞ Dan ini menunjukkan ketinggian derajat orang tersebut.

Karena yang dimaksud dengan dua jari di sini adalah jari telunjuk dan jari tengah.

    Dan di dalam hadits yang shahih yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda,
“Sesungguhnya termasuk orang yang paling aku cintai diantara kalian dan paling dekat denganku majelisnya di hari kiamat adalah orang yang paling baik akhlaknya di antara kalian.”

Orang tua bisa ditinggikan derajatnya di dalam surga karena sebab istighfar anaknya.

    Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda,
“Sungguh seseorang akan diangkat derajatnya di surga, maka dia berkata, ‘Dari mana ini?’
Dikatakan kepadanya, ‘Ini semua karena istighfar anakmu untukmu’.”
(Hadits shahih riwayat Ibnu Majah)


➞ Ini adalah dorongan bagi orang tua untuk mendidik anaknya dengan baik.

    Dan penghuni surga yang paling rendah derajatnya telah kita sebutkan di dalam halaqah sebelumnya.

    Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.


والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RIYADHUSH SHALIHIN - BAB IKHLAS DAN MENGHADIRKAN NIAT DALAM SEGALA PERBUATAN, PERKATAAN, DAN KEADAAN, BAIK YANG NAMPAK MAUPUN YANG TERSEMBUNYI

Referensi penjelasan detail : Ust.Khalid Basalamah        Ust. Syafiq Riza Basalamah ~~~~~~~~      Allah Ta'ala berfirman : وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ   ۝٥ "Dan mereka tidak diperintahkan kecuali agar beribadah kepada Allah dengan mengikhlaskan²⁴ agama (ketaatan) kepadaNya juga menjadi orang-orang yang lurus,²⁵ dan juga agar mendirikan shalat dan menunaikkan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar)." (Qs. Al-Bayyinah : 5). ___ ²⁴ Saya katakan, Dalam ayat ini terdapat dalil wajibnya niat dalam seluruh ibadah, baik ibadah tersebut memang tujuan utama seperti shalat misalnya, maupun hanya sebagai perantara untuk ibadah lainnya seperti bersuci. Hal itu karena ikhlas tidak mungkin terjadi tanpa niat. Ini adalah madzhab mayoritas ulama, dan inilah yang benar, yang tidak ada keraguan tentangnya. ___ ²⁵ Y...

HSI-SILSILAH 05 - HALAQOH 14 - Tanda-Tanda Besar Dekatnya Hari Kiamat

 السّلام عليكم ورحمة الله و بر كاته  ... الحمد لله و الصلاة والسلام على رسول الله و على اله و صحبه اجمعين ꜜꜜꜜ Tanda-tanda besar dekatnya hari kiamat adalah 10 tanda menjelang datangnya hari kiamat. Yang apabila sudah muncul 10 tanda tersebut, maka akan terjadilah hari kiamat. Tanda-tanda besar tersebut apabila muncul satu, maka akan segera diikuti oleh yang lain. Suatu saat Nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam melihat para Shahābat sedang saling berbicara.      Maka Beliau bertanya, “Apa yang sedang kalian bicarakan?”      Merekapun menjawab, “Kami sedang mengingat hari kiamat.”      Maka, Beliau Shallallāhu ‘Alayhi wa Sallam bersabda : إِنَّهَا لَنْ تَقُومَ حَتَّى تَرَوْنَ قَبْلَهَا عَشْرَ آيَاتٍ “Sesungguhnya tidak akan bangkit hari kiamat tersebut sampai kalian melihat sebelumnya 10 tanda-tanda.” Kemudian Beliau Shallallāhu ‘Alayhi wa Sallam menyebutkan 10 tanda tersebut. Asap Dajjal Daabbah (seekor hewan melata) Terbitnya...

#I.1 BERHENTI MENJADI "PEOPLE PLEASER !" - Tentang Kapan Harus Peduli dan Kapan Harus Tidak Ambil Pusing

Ajukan pertanyaan berikut kepada diri sendiri : Apakah saya stres, memiliki jadwal yang terlalu padat, dan/ atau merasa kewalahan ? Jika jawabannya "ya" untuk yang mana pun, berhentilah sejenak dan tanyakan : Mengapa ? Saya berani menebak jawaban yaitu : karena Anda terlalu banyak ambil pusing. Atau, lebih spesifik, karena Anda berpikir Anda wajib memusingkan semuanya. Saya siap membantu. Di sepanjang Artikel ini dan lanjutannya, Anda akan melihat istilah ambil pusing digunakan dalam dua cara : * Ada makna tidak formal dari sikap peduli terhadap sesuatu, yang dipertimbangkan untuk Langkah 1 (memutuskan apa yang tidak usah Anda pusingkan). * Ada makna harfiah dari sikap sungguh peduli kepada seseorang atau sesuatu, dalam bentuk waktu, energi, dan/ atau uang. Ini dipertimbangkan untuk Langkah 2 (tidak ambil pusing tentang semua itu). Dalam kedua makna tadi, cara satu-satunya untuk mengubah hidup Anda menjadi lebih baik adalah dengan berhenti ambil pusing atas banyak di antarany...