Langsung ke konten utama

HSI-SILSILAH 05 - HALAQOH 64 - Masuknya Orang-Orang yang Beriman ke Dalam Surga (Bagian 2)

 السّلام عليكم ورحمة الله و بر كاته  ...


الحمد لله و الصلاة والسلام على رسول الله و على اله و صحبه اجمعين

ꜜꜜꜜ

    Rasulullah Shallallāhu ‘alayhi wa sallam telah menyebutkan di dalam hadits Abdullah bin Mas’ud Radhiyallāhu ‘anhu yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim tentang orang yang terakhir masuk ke dalam surga.

    Beliau Shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda,
“Sesungguhnya aku mengetahui orang yang paling terakhir keluar dari neraka dan paling terakhir masuk ke dalam surga.
Seorang laki-laki keluar dari neraka dalam keadaan merayap, maka Allah berkata kepadanya, “Pergilah dan masuklah ke dalam surga!”
Dia pun mendatangi surga kemudian dibuat terbayang baginya bahwa surga telah penuh, Diapun kembali dan berkata, “Wahai Rabb-ku aku mendapatkan surga sudah penuh.”

    Allah berkata, “Pergilah dan masuklah!”
Maka dia mendatangi surga kemudian dibuat terbayang baginya bahwa surga telah penuh.
Dia pun kembali dan berkata, “Wahai Rabb-ku, aku mendapatkan surga sudah penuh.”
Allah berkata, “Pergilah dan masuklah!”
Maka sungguh untukmu semisal dengan dunia dan sepuluh kali lipat dari dunia (atau) bagimu sepuluh kali lipat dari dunia.
Maka hamba tersebut berkata, “Apakah Engkau mengejekku? Atau menertawakanku, sedangkan Engkau adalah Raja?”

➠ Berkata Abdullah Ibnu Mas’ud Radhiyallāhu ‘anhu,
    Sungguh aku melihat Rasulullah Shallallāhu ‘alayhi wa sallam tertawa sampai kelihatan gigi geraham beliau.
    Dikatakan bahwa orang ini adalah penduduk surga yang paling rendah tingkatannya.

Pintu-pintu surga ada 8 (delapan)
    Rasulullah Shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda,

فِي الجَنَّةِ ثَمَانِيَةُ أَبْوَابٍ، فِيهَا بَابٌ يُسَمَّى الرَّيَّانَ، لاَ يَدْخُلُهُ إِلَّا الصَّائِمُونَ

“Di dalam surga ada delapan pintu, di antaranya sebuah pintu yang bernama Ar-Rayyan, tidak memasukinya kecuali orang-orang yang berpuasa.” (HR Bukhari dari Sahl Ibnu Sa’ad Radhiyallāhu ‘anhu )


➠ Rasulullah Shallallāhu ‘alayhi wa sallam telah mengabarkan beberapa nama dari pintu-pintu surga.

Beliau Shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda,

  • Barangsiapa yang menginfakkan dua pasang unta di jalan Allah, maka akan dipanggil dari pintu-pintu surga. Wahai Abdullah ini adalah baik.
  • Barang siapa yang termasuk ahli shalat ,dia akan dipanggil dari pintu shalat.
  • Dan barangsiapa yang termasuk ahli Jihad, maka akan dipanggil dari pintu Jihad.
  • Dan Barangsiapa yang termasuk ahli puasa, maka akan dipanggil dari pintu Ar-Rayyan.
  • Dan barangsiapa yang termasuk ahli shadaqah, maka akan dipanggil dari pintu shadaqah.

➠ Berkata Abu Bakr Radhiyallāhu ‘anhu,
    Tebusanku bapak dan ibuku, Ya Rasulullah. Tidak ada yang rugi dipanggil dari pintu manapun.
Apakah ada yang dipanggil dari semua pintu?
    Beliau Shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda, ‘Iya’, dan aku berharap engkau termasuk mereka. (HR. Bukhari dan Muslim)

    Orang yang memperbaiki wudhunya kemudian membaca dua kalimat syahadat, maka akan dibuka baginya 8 pintu surga.

    Rasulullah Shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda,
“Tidaklah salah seorang diantara kalian berwudhu kemudian memperbaiki wudhunya kemudian berkata,

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُ الله وَرَسُوْلُهُ

kecuali akan dibuka baginya 8 pintu surga, silahkan dia memasuki dari mana saja dia kehendaki.” (HR Muslim)

Delapan pintu surga ini dibuka setiap tahun di bulan Ramadhan.

    Rasulullah Shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda,

إِذَا دَخَلَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الجَنَّةِ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ جَهَنَّمَ، وَسُلْسِلَتِ الشَّيَاطِينُ

“Apabila masuk bulan Ramadhan, maka akan dibuka pintu-pintu surga dan ditutup pintu-pintu jahannam dan akan dibelenggu syaithan-syaithan.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Ada diantara pintu-pintu surga yang jarak antara kedua tepi pintunya seperti jarak antara kota Mekkah dan kota Busra atau kota Mekkah dan kota Hajar. (HR Bukhari dan Muslim )

➥ Hajar adalah kota masyhur di Bahrain
➥ Busra adalah kota masyhur di Suriah
    Apabila diukur maka jarak antara kota Mekkah ke kedua kota tersebut kurang lebih 1200 km.

Di dalam hadits yang lain,
Rasulullah Shallallāhu ‘alayhi wa sallam mengabarkan,
“Bahwasanya ada diantara pintu-pintu surga yang jarak antara kedua tepinya 40 tahun perjalanan.” (HR Muslim )

Semoga Allah Subhānahu wa Ta’āla memudahkan jalan kita menuju Surga.

    Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.


والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RIYADHUSH SHALIHIN - BAB IKHLAS DAN MENGHADIRKAN NIAT DALAM SEGALA PERBUATAN, PERKATAAN, DAN KEADAAN, BAIK YANG NAMPAK MAUPUN YANG TERSEMBUNYI

Referensi penjelasan detail : Ust.Khalid Basalamah        Ust. Syafiq Riza Basalamah ~~~~~~~~      Allah Ta'ala berfirman : وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ   ۝٥ "Dan mereka tidak diperintahkan kecuali agar beribadah kepada Allah dengan mengikhlaskan²⁴ agama (ketaatan) kepadaNya juga menjadi orang-orang yang lurus,²⁵ dan juga agar mendirikan shalat dan menunaikkan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar)." (Qs. Al-Bayyinah : 5). ___ ²⁴ Saya katakan, Dalam ayat ini terdapat dalil wajibnya niat dalam seluruh ibadah, baik ibadah tersebut memang tujuan utama seperti shalat misalnya, maupun hanya sebagai perantara untuk ibadah lainnya seperti bersuci. Hal itu karena ikhlas tidak mungkin terjadi tanpa niat. Ini adalah madzhab mayoritas ulama, dan inilah yang benar, yang tidak ada keraguan tentangnya. ___ ²⁵ Y...

HSI-SILSILAH 05 - HALAQOH 14 - Tanda-Tanda Besar Dekatnya Hari Kiamat

 السّلام عليكم ورحمة الله و بر كاته  ... الحمد لله و الصلاة والسلام على رسول الله و على اله و صحبه اجمعين ꜜꜜꜜ Tanda-tanda besar dekatnya hari kiamat adalah 10 tanda menjelang datangnya hari kiamat. Yang apabila sudah muncul 10 tanda tersebut, maka akan terjadilah hari kiamat. Tanda-tanda besar tersebut apabila muncul satu, maka akan segera diikuti oleh yang lain. Suatu saat Nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam melihat para Shahābat sedang saling berbicara.      Maka Beliau bertanya, “Apa yang sedang kalian bicarakan?”      Merekapun menjawab, “Kami sedang mengingat hari kiamat.”      Maka, Beliau Shallallāhu ‘Alayhi wa Sallam bersabda : إِنَّهَا لَنْ تَقُومَ حَتَّى تَرَوْنَ قَبْلَهَا عَشْرَ آيَاتٍ “Sesungguhnya tidak akan bangkit hari kiamat tersebut sampai kalian melihat sebelumnya 10 tanda-tanda.” Kemudian Beliau Shallallāhu ‘Alayhi wa Sallam menyebutkan 10 tanda tersebut. Asap Dajjal Daabbah (seekor hewan melata) Terbitnya...

#I.1 BERHENTI MENJADI "PEOPLE PLEASER !" - Tentang Kapan Harus Peduli dan Kapan Harus Tidak Ambil Pusing

Ajukan pertanyaan berikut kepada diri sendiri : Apakah saya stres, memiliki jadwal yang terlalu padat, dan/ atau merasa kewalahan ? Jika jawabannya "ya" untuk yang mana pun, berhentilah sejenak dan tanyakan : Mengapa ? Saya berani menebak jawaban yaitu : karena Anda terlalu banyak ambil pusing. Atau, lebih spesifik, karena Anda berpikir Anda wajib memusingkan semuanya. Saya siap membantu. Di sepanjang Artikel ini dan lanjutannya, Anda akan melihat istilah ambil pusing digunakan dalam dua cara : * Ada makna tidak formal dari sikap peduli terhadap sesuatu, yang dipertimbangkan untuk Langkah 1 (memutuskan apa yang tidak usah Anda pusingkan). * Ada makna harfiah dari sikap sungguh peduli kepada seseorang atau sesuatu, dalam bentuk waktu, energi, dan/ atau uang. Ini dipertimbangkan untuk Langkah 2 (tidak ambil pusing tentang semua itu). Dalam kedua makna tadi, cara satu-satunya untuk mengubah hidup Anda menjadi lebih baik adalah dengan berhenti ambil pusing atas banyak di antarany...