Langsung ke konten utama

HSI-SILSILAH 05 - HALAQOH 59 - Syafa’at Bagi Para Pelaku Dosa Besar (Bagian 1)

 السّلام عليكم ورحمة الله و بر كاته  ...


الحمد لله و الصلاة والسلام على رسول الله و على اله و صحبه اجمعين

ꜜꜜꜜ

    Setelah sebagian orang-orang yang beriman selamat melewati neraka, maka Allah Subhānahu wa Ta’āla akan memberikan izin kepada mereka untuk memberikan syafa’at kepada saudara-saudara mereka, orang-orang yang beriman yang terjatuh ke dalam neraka.

    Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda di dalam hadits Abu Sa’id Al-Khudri Radhiallāhu ‘anhu yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim,
    “Ketika orang-orang yang beriman selamat dari neraka, maka demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidak ada yang lebih gigih di dalam memohon kepada Allah, hak saudara-saudara mereka yang jatuh ke dalam neraka daripada orang-orang yang beriman di hari kiamat.

    Mereka berkata,
“Wahai Rabb kami, saudara-saudara kami, dahulu mereka sholat bersama kami, berpuasa bersama kami, dan haji bersama kami.”

    Ini menunjukkan tentang keutamaan berteman dengan orang-orang shaleh dan melakukan ibadah-ibadah tersebut bersama mereka.

    Kemudian Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda,
Maka Allah berkata, “Keluarkanlah oleh kalian orang-orang yang kalian kenal. Maka diharamkanlah wajah-wajah mereka atas neraka.”

    Maksudnya orang-orang yang beriman yang melakukan dosa besar dan disiksa di dalam neraka akan dilindungi wajah-wajah mereka dari api neraka, sehingga bisa dikenal.

    Mereka pun mengeluarkan banyak orang. Ada diantaranya yang api neraka sudah membakar sampai pertengahan kedua betisnya. Dan ada yang sampai kedua lututnya. Kemudian mereka berkata,
    “Wahai Rabb kami, tidak tersisa seorang pun yang Engkau perintahkan untuk kami keluarkan.”
Allah berkata,
    “Kembalilah kalian. Barangsiapa yang kalian dapatkan di dalam hatinya ada kebaikan seberat satu dinar, maka keluarkanlah.”
Maka mereka pun kembali mengeluarkan banyak orang. Kemudian mereka berkata,
    “Wahai Rabb kami, kami tidak sisakan seorang pun yang Engkau perintahkan untuk kami keluarkan.”
Maka Allah berkata,
    “Kembalilah kalian. Barangsiapa yang kalian dapatkan memiliki kebaikan seberat setengah dinar di dalam hatinya, maka keluarkanlah.”
Maka mereka pun kembali mengeluarkan banyak orang. Kemudian mereka berkata,
    "Wahai Rabb kami, kami tidak sisakan seorang pun yang Engkau perintahkan untuk kami keluarkan".
Allah berkata,
    "Kembalilah kalian. Barangsiapa yang kalian dapatkan memiliki kebaikan seberat satu dzarrah, maka keluarkanlah".
Mereka pun kembali mengeluarkan banyak orang.”

    Yang dimaksud dengan dzarrah adalah atom, yaitu bagian terkecil dari satu unsur, yang tidak bisa dibelah lagi.

    Kemudian Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda,
Mereka berkata,
    "Wahai Rabb kami, kami tidak sisakan di dalam neraka seorang pun yang memiliki kebaikan".
Allah berkata,
    "Para malaikat telah memberikan syafa’at, para nabi telah memberikan syafa’at, dan orang-orang yang beriman telah memberikan syafaat. Dan tidak tersisa, kecuali Dzat Yang Paling Penyayang".

    Kemudian Allah menggenggam satu genggaman dari neraka, dan mengeluarkan kaum yang tidak pernah beramal sedikit pun. Keadaan mereka telah menjadi arang.
    Kemudian mereka dilempar ke dalam sungai yang berada di mulut-mulut surga, yang dinamakan dengan sungai kehidupan. Mereka pun tumbuh seperti tumbuhnya benih di dalam lumpur sisa banjir.”
    Maksudnya akan dengan cepat tumbuh, karena benih yang berada di dalam lumpur sisa banjir akan lebih cepat tumbuh disebabkan banyaknya faktor yang mendukung, seperti tanah yang lembut, air yang memadai, dan adanya unsur-unsur yang bermanfaat. Sebagaimana hal ini diketahui oleh para ahli.

    Kemudian Beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda,
“Apakah kalian pernah melihat benih yang tumbuh, ketika dekat dengan batu atau dekat dengan pohon, bagian yang dekat dengan matahari akan berwarna kuning dan hijau. Dan yang lebih dekat dengan bayangan maka akan berwarna putih.”

    Maksudnya ada yang mengatakan bahwasanya bagian badan yang terbakar yang lebih dekat kepada surga akan lebih cepat sempurna daripada bagian badan yang lebih dekat kepada neraka.

    Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda,
“Kemudian mereka akan keluar seperti mutiara. Dan di leher-leher mereka ada khawatim, yang dikenal oleh para penduduk surga.”

    Sebagian mengatakan bahwasanya yang dimaksud dengan khawatim adalah beberapa barang yang terbuat dari emas yang dikalungkan di leher mereka.

    Kemudian Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda,
“Maka berkatalah penduduk surga,
    Mereka adalah orang-orang yang Allah bebaskan. Allah telah memasukkan mereka ke dalam surga tanpa sebab amalan yang mereka amalkan dan tanpa sebab kebaikan yang mereka lakukan.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya

** Materi audio ini disampaikan di dalam grup WA Halaqah Silsilah Ilmiyyah (HSI) Abdullah Roy.

و السّلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RIYADHUSH SHALIHIN - BAB IKHLAS DAN MENGHADIRKAN NIAT DALAM SEGALA PERBUATAN, PERKATAAN, DAN KEADAAN, BAIK YANG NAMPAK MAUPUN YANG TERSEMBUNYI

Referensi penjelasan detail : Ust.Khalid Basalamah        Ust. Syafiq Riza Basalamah ~~~~~~~~      Allah Ta'ala berfirman : وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ   ۝٥ "Dan mereka tidak diperintahkan kecuali agar beribadah kepada Allah dengan mengikhlaskan²⁴ agama (ketaatan) kepadaNya juga menjadi orang-orang yang lurus,²⁵ dan juga agar mendirikan shalat dan menunaikkan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar)." (Qs. Al-Bayyinah : 5). ___ ²⁴ Saya katakan, Dalam ayat ini terdapat dalil wajibnya niat dalam seluruh ibadah, baik ibadah tersebut memang tujuan utama seperti shalat misalnya, maupun hanya sebagai perantara untuk ibadah lainnya seperti bersuci. Hal itu karena ikhlas tidak mungkin terjadi tanpa niat. Ini adalah madzhab mayoritas ulama, dan inilah yang benar, yang tidak ada keraguan tentangnya. ___ ²⁵ Y...

HSI-SILSILAH 05 - HALAQOH 14 - Tanda-Tanda Besar Dekatnya Hari Kiamat

 السّلام عليكم ورحمة الله و بر كاته  ... الحمد لله و الصلاة والسلام على رسول الله و على اله و صحبه اجمعين ꜜꜜꜜ Tanda-tanda besar dekatnya hari kiamat adalah 10 tanda menjelang datangnya hari kiamat. Yang apabila sudah muncul 10 tanda tersebut, maka akan terjadilah hari kiamat. Tanda-tanda besar tersebut apabila muncul satu, maka akan segera diikuti oleh yang lain. Suatu saat Nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam melihat para Shahābat sedang saling berbicara.      Maka Beliau bertanya, “Apa yang sedang kalian bicarakan?”      Merekapun menjawab, “Kami sedang mengingat hari kiamat.”      Maka, Beliau Shallallāhu ‘Alayhi wa Sallam bersabda : إِنَّهَا لَنْ تَقُومَ حَتَّى تَرَوْنَ قَبْلَهَا عَشْرَ آيَاتٍ “Sesungguhnya tidak akan bangkit hari kiamat tersebut sampai kalian melihat sebelumnya 10 tanda-tanda.” Kemudian Beliau Shallallāhu ‘Alayhi wa Sallam menyebutkan 10 tanda tersebut. Asap Dajjal Daabbah (seekor hewan melata) Terbitnya...

#I.1 BERHENTI MENJADI "PEOPLE PLEASER !" - Tentang Kapan Harus Peduli dan Kapan Harus Tidak Ambil Pusing

Ajukan pertanyaan berikut kepada diri sendiri : Apakah saya stres, memiliki jadwal yang terlalu padat, dan/ atau merasa kewalahan ? Jika jawabannya "ya" untuk yang mana pun, berhentilah sejenak dan tanyakan : Mengapa ? Saya berani menebak jawaban yaitu : karena Anda terlalu banyak ambil pusing. Atau, lebih spesifik, karena Anda berpikir Anda wajib memusingkan semuanya. Saya siap membantu. Di sepanjang Artikel ini dan lanjutannya, Anda akan melihat istilah ambil pusing digunakan dalam dua cara : * Ada makna tidak formal dari sikap peduli terhadap sesuatu, yang dipertimbangkan untuk Langkah 1 (memutuskan apa yang tidak usah Anda pusingkan). * Ada makna harfiah dari sikap sungguh peduli kepada seseorang atau sesuatu, dalam bentuk waktu, energi, dan/ atau uang. Ini dipertimbangkan untuk Langkah 2 (tidak ambil pusing tentang semua itu). Dalam kedua makna tadi, cara satu-satunya untuk mengubah hidup Anda menjadi lebih baik adalah dengan berhenti ambil pusing atas banyak di antarany...