Langsung ke konten utama

HSI-SILSILAH 05 - HALAQOH 50 - Dikumpulkannya Orang-orang Kafir ke Dalam Neraka

  السّلام عليكم ورحمة الله و بر كاته  ...


الحمد لله و الصلاة والسلام على رسول الله و على اله و صحبه اجمعين

ꜜꜜꜜ

    Setelah hisab di Padang Mahsyar selesai, maka mulailah dipisah antara penduduk Surga dan penduduk Neraka secara bertahap.

✵ HADITS 1
Al Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dalam kedua Shahihnya:
Dari Abu Said Al Khudriy Radhiyallāhu ‘anhu dari Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam:
“Bahwasanya kelak di hari kiamat akan ada yang memanggil dan memerintahkan setiap umat untuk mengikuti Tuhan yang dia sembah di dunia. Maka tidaklah ada manusia yang menyembah selain Allah (seperti patung dan batu), kecuali dia akan berjatuhan ke dalam neraka. Sehingga tidak tersisa kecuali orang-orang yang beriman, baik yang shalih maupun yang fasik, dan sebagian kecil atau sisa Ahlul Kitab yaitu orang Yahudi dan Nashrani.

Dikatakan kepada orang Yahudi: ‘Apakah yang kalian sembah?’
Mereka berkata: ‘Kami dahulu menyembah ‘Uzair, anak Allah.’
Dikatakan kepada mereka: ‘Kalian telah berdusta. Allah tidak memiliki istri dan anak. Lalu apakah yang kalian inginkan?’
Mereka berkata: ‘Kami haus, maka berilah kami air minum.’
⇢ Karena saat itu Allah memperlihatkan kepada mereka Jahannam yang dari jauh seperti air.
Maka ditunjukkanlah Jahannam yang dari jauh seperti air tersebut dan dikatakan kepada mereka: ‘Apakah kalian tidak mau mendatanginya?’
Maka mereka pun dikumpulkan ke Jahannam dan berjatuhan di dalamnya.

Kemudian dikatakan kepada orang-orang Nasrani: ‘Apakah yang kalian sembah?’
Mereka berkata: ‘Kami dahulu menyembah Isa anak Allah.’
Dikatakan kepada mereka: ‘Kalian telah berdusta, Allah tidak memiliki istri dan anak. Lalu apakah yang kalian inginkan?’
Mereka berkata: ‘Kami haus, maka berilah kami air minum.’
Maka ditunjukkanlah Jahannam yang dari jauh seperti air dan dikatakan kepada mereka: ‘Apakah kalian tidak mendatanginya?’
Akhirnya mereka pun juga dikumpulkan ke Jahannam dan berjatuhan di dalamnya.”

 HADITS 2
    Dan di dalam hadits Abu Hurairah Radhiyallāhu ‘anhu yang juga dikeluarkan oleh Al Bukhari dan Muslim disebutkan:
“Bahwasanya Allah akan berkata kepada manusia:
‘Barangsiapa yang menyembah sesuatu maka hendaklah mengikutinya.’
Maka penyembah matahari akan mengikuti matahari, penyembah bulan akan mengikuti bulan, penyembah thaghut akan mengikuti thaghut.

 Dan thaghut adalah segala sesuatu yang disembah selain Allah.
Kemudian tersisalah umat Islam dan bersama mereka orang-orang munafik.”

 HADITS 3
    Di dalam hadits Abdullah Ibnu Mas’ud Radhiyallāhu ‘anhu disebutkan bahwasanya:
“Orang-orang yang dahulu menyembah Nabi Isa ‘alayhissalām maka akan mengikuti syaithan Nabi Isa yang diserupakan dengan beliau. Dan yang dahulu menyembah ‘Uzair, maka akan mengikuti syaithan ‘Uzair yang diserupakan dengan beliau.” (Hadits Shahih riwayat Ath Thabrani di dalam Al Mu’jamul Kabir).

    Demikianlah keadaan orang-orang yang menyembah kepada selain Allah, baik orang-orang musyrikin maupun Ahlul Kitab, orang Yahudi dan Nasrani.
Mereka akan dipisahkan dari:

  • Orang-orang yang menyembah Allah saja, yang mencakup orang-orang yang benar-benar menyembah Allah.
    • Merekalah orang-orang yang beriman.
  • Maupun orang-orang yang pura-pura menyembah Allah.
    • Dan merekalah orang-orang munafik.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya

** Materi audio ini disampaikan di dalam grup WA Halaqah Silsilah Ilmiyyah (HSI) Abdullah Roy.

و السّلام عليكم ورحمة الله وبركاته


Komentar

Postingan populer dari blog ini

RIYADHUSH SHALIHIN - BAB IKHLAS DAN MENGHADIRKAN NIAT DALAM SEGALA PERBUATAN, PERKATAAN, DAN KEADAAN, BAIK YANG NAMPAK MAUPUN YANG TERSEMBUNYI

Referensi penjelasan detail : Ust.Khalid Basalamah        Ust. Syafiq Riza Basalamah ~~~~~~~~      Allah Ta'ala berfirman : وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ   ۝٥ "Dan mereka tidak diperintahkan kecuali agar beribadah kepada Allah dengan mengikhlaskan²⁴ agama (ketaatan) kepadaNya juga menjadi orang-orang yang lurus,²⁵ dan juga agar mendirikan shalat dan menunaikkan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar)." (Qs. Al-Bayyinah : 5). ___ ²⁴ Saya katakan, Dalam ayat ini terdapat dalil wajibnya niat dalam seluruh ibadah, baik ibadah tersebut memang tujuan utama seperti shalat misalnya, maupun hanya sebagai perantara untuk ibadah lainnya seperti bersuci. Hal itu karena ikhlas tidak mungkin terjadi tanpa niat. Ini adalah madzhab mayoritas ulama, dan inilah yang benar, yang tidak ada keraguan tentangnya. ___ ²⁵ Y...

HSI-SILSILAH 05 - HALAQOH 14 - Tanda-Tanda Besar Dekatnya Hari Kiamat

 السّلام عليكم ورحمة الله و بر كاته  ... الحمد لله و الصلاة والسلام على رسول الله و على اله و صحبه اجمعين ꜜꜜꜜ Tanda-tanda besar dekatnya hari kiamat adalah 10 tanda menjelang datangnya hari kiamat. Yang apabila sudah muncul 10 tanda tersebut, maka akan terjadilah hari kiamat. Tanda-tanda besar tersebut apabila muncul satu, maka akan segera diikuti oleh yang lain. Suatu saat Nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam melihat para Shahābat sedang saling berbicara.      Maka Beliau bertanya, “Apa yang sedang kalian bicarakan?”      Merekapun menjawab, “Kami sedang mengingat hari kiamat.”      Maka, Beliau Shallallāhu ‘Alayhi wa Sallam bersabda : إِنَّهَا لَنْ تَقُومَ حَتَّى تَرَوْنَ قَبْلَهَا عَشْرَ آيَاتٍ “Sesungguhnya tidak akan bangkit hari kiamat tersebut sampai kalian melihat sebelumnya 10 tanda-tanda.” Kemudian Beliau Shallallāhu ‘Alayhi wa Sallam menyebutkan 10 tanda tersebut. Asap Dajjal Daabbah (seekor hewan melata) Terbitnya...

#I.1 BERHENTI MENJADI "PEOPLE PLEASER !" - Tentang Kapan Harus Peduli dan Kapan Harus Tidak Ambil Pusing

Ajukan pertanyaan berikut kepada diri sendiri : Apakah saya stres, memiliki jadwal yang terlalu padat, dan/ atau merasa kewalahan ? Jika jawabannya "ya" untuk yang mana pun, berhentilah sejenak dan tanyakan : Mengapa ? Saya berani menebak jawaban yaitu : karena Anda terlalu banyak ambil pusing. Atau, lebih spesifik, karena Anda berpikir Anda wajib memusingkan semuanya. Saya siap membantu. Di sepanjang Artikel ini dan lanjutannya, Anda akan melihat istilah ambil pusing digunakan dalam dua cara : * Ada makna tidak formal dari sikap peduli terhadap sesuatu, yang dipertimbangkan untuk Langkah 1 (memutuskan apa yang tidak usah Anda pusingkan). * Ada makna harfiah dari sikap sungguh peduli kepada seseorang atau sesuatu, dalam bentuk waktu, energi, dan/ atau uang. Ini dipertimbangkan untuk Langkah 2 (tidak ambil pusing tentang semua itu). Dalam kedua makna tadi, cara satu-satunya untuk mengubah hidup Anda menjadi lebih baik adalah dengan berhenti ambil pusing atas banyak di antarany...