Langsung ke konten utama

HSI-SILSILAH 05 - HALAQOH 49 - Beberapa Kejadian di Padang Mahsyar (Bagian 2)

  السّلام عليكم ورحمة الله و بر كاته  ...


الحمد لله و الصلاة والسلام على رسول الله و على اله و صحبه اجمعين

ꜜꜜꜜ

    Di antara kejadian di Padang Mashyar bahwasanya Allah akan bertanya kepada para Malaikat dan Nabi Isa ‘alayhissalām.

    Allah menyebutkan di dalam Surat Sabaa 40-42 bahwasanya di Padang Mahsyar, Allah akan bertanya kepada para Malaikat yang disembah oleh sebagian manusia sebagai penghinaan terhadap orang-orang musyrikin yang dahulu menyembah mereka:
“Apakah mereka ini dahulu menyembah kalian?”.
    Para malaikat menjawab:
“Maha Suci Engkau. Engkaulah pelindung kami bukan mereka. Akan tetapi sebenarnya mereka dahulu telah menyembah jin, kebanyakan mereka beriman kepada jin tersebut.”
⇢ Maksudnya bahwasanya orang-orang musyrikin ketika menyembah selain Allah baik orang yang shalih, benda mati dan yang lain-lain maka pada hakekatnya mereka menyembah jin karena yang menyuruh mereka untuk menyekutukan Allah adalah jin.

    Apabila mereka menaati berarti mereka telah menyembah jin tersebut. Para malaikat pun tidak berkuasa untuk memberikan manfaat dan tidak pula mudharat kepada orang-orang yang telah menyembah mereka. Para penyembah malaikat itu pun akan diadzab oleh Allah Subhānahu wa Ta’āla.

    Di dalam Surat Al Maidah 116-117 Allah menyebutkan bahwasanya Allah akan bertanya kepada Nabi Isa ‘alayhissalām, sebagai penghinaan dari Allah Subhānahu wa Ta’āla terhadap orang-orang Nashrani, yang menjadikan beliau dan ibu beliau sebagai Tuhan.
“Wahai Isa putra Maryam, apakah engkau dahulu pernah mengatakan kepada manusia:
‘Jadikanlah aku dan ibuku dua Tuhan selain Allah?’

    Isa menjawab:
“Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku untuk mengatakannya. Jika aku pernah mengatakannya maka tentulah Engkau mengetahuinya.
Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib. Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku untuk mengatakannya, yaitu:
‘Sembahlah Allah Rabb-ku dan Rabb kalian.’ Dan aku menjadi saksi atas mereka selama aku hidup bersama mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkau lah yang mengawasi mereka.
Dan Engkau Maha Menyaksikan segala sesuatu.”

Demikianlah keadaan para malaikat dan Nabi Isa ‘alayhissalām.

  • Mereka adalah makhluk yang taat beribadah kepada Allah.
  • Senang apabila manusia hanya menyembah kepada Allah.
  • Dan mereka tidak pernah menyuruh manusia menyembah diri mereka.

Demikian pula orang-orang yang shalih dan wali-wali Allah, manusialah yang terlalu berlebih-lebihan terhadap mereka;

  • Membuat patung mereka.
  • Memajang gambar mereka.
  • Membangun dan menghias kuburan mereka.
  • Meyakini bahwasanya mereka mengetahui yang ghaib.
  • Berdo’a kepada mereka.
  • Bepergian jauh untuk berziarah ke makam mereka.
  • Beri’tikaf di kuburan mereka.
  • Menyerahkan sebagian ibadah kepada mereka.
  • Membangun masjid di atas kuburan mereka atau memasukkan kuburan mereka di dalam masjid.
  • Bertawassul dengan do’a mereka setelah mereka meninggal dunia atau menganggap orang-orang shalih tersebut bisa mendekatkan diri mereka kepada Allah.
Ini semua termasuk berlebihan.

Jangan sampai keadaan seseorang seperti keadaan:

  1. Kaum Nabi Nuh ‘alayhissalām yang berlebihan terhadap 5 orang shalih yang disebutkan di dalam surat Nuh ayat yang ke-23. Atau seperti keadaan,
  2. Sebagian orang yang mengaku mencintai Ali bin Abi Thalib, Fathimah, Hasan, Husain, dan sebagian keturunan Beliau radhiyallāhu ‘anhum kemudian berlebih-lebihan terhadap mereka.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya

** Materi audio ini disampaikan di dalam grup WA Halaqah Silsilah Ilmiyyah (HSI) Abdullah Roy.

و السّلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RIYADHUSH SHALIHIN - BAB IKHLAS DAN MENGHADIRKAN NIAT DALAM SEGALA PERBUATAN, PERKATAAN, DAN KEADAAN, BAIK YANG NAMPAK MAUPUN YANG TERSEMBUNYI

Referensi penjelasan detail : Ust.Khalid Basalamah        Ust. Syafiq Riza Basalamah ~~~~~~~~      Allah Ta'ala berfirman : وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ   ۝٥ "Dan mereka tidak diperintahkan kecuali agar beribadah kepada Allah dengan mengikhlaskan²⁴ agama (ketaatan) kepadaNya juga menjadi orang-orang yang lurus,²⁵ dan juga agar mendirikan shalat dan menunaikkan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar)." (Qs. Al-Bayyinah : 5). ___ ²⁴ Saya katakan, Dalam ayat ini terdapat dalil wajibnya niat dalam seluruh ibadah, baik ibadah tersebut memang tujuan utama seperti shalat misalnya, maupun hanya sebagai perantara untuk ibadah lainnya seperti bersuci. Hal itu karena ikhlas tidak mungkin terjadi tanpa niat. Ini adalah madzhab mayoritas ulama, dan inilah yang benar, yang tidak ada keraguan tentangnya. ___ ²⁵ Y...

HSI-SILSILAH 05 - HALAQOH 14 - Tanda-Tanda Besar Dekatnya Hari Kiamat

 السّلام عليكم ورحمة الله و بر كاته  ... الحمد لله و الصلاة والسلام على رسول الله و على اله و صحبه اجمعين ꜜꜜꜜ Tanda-tanda besar dekatnya hari kiamat adalah 10 tanda menjelang datangnya hari kiamat. Yang apabila sudah muncul 10 tanda tersebut, maka akan terjadilah hari kiamat. Tanda-tanda besar tersebut apabila muncul satu, maka akan segera diikuti oleh yang lain. Suatu saat Nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam melihat para Shahābat sedang saling berbicara.      Maka Beliau bertanya, “Apa yang sedang kalian bicarakan?”      Merekapun menjawab, “Kami sedang mengingat hari kiamat.”      Maka, Beliau Shallallāhu ‘Alayhi wa Sallam bersabda : إِنَّهَا لَنْ تَقُومَ حَتَّى تَرَوْنَ قَبْلَهَا عَشْرَ آيَاتٍ “Sesungguhnya tidak akan bangkit hari kiamat tersebut sampai kalian melihat sebelumnya 10 tanda-tanda.” Kemudian Beliau Shallallāhu ‘Alayhi wa Sallam menyebutkan 10 tanda tersebut. Asap Dajjal Daabbah (seekor hewan melata) Terbitnya...

#I.1 BERHENTI MENJADI "PEOPLE PLEASER !" - Tentang Kapan Harus Peduli dan Kapan Harus Tidak Ambil Pusing

Ajukan pertanyaan berikut kepada diri sendiri : Apakah saya stres, memiliki jadwal yang terlalu padat, dan/ atau merasa kewalahan ? Jika jawabannya "ya" untuk yang mana pun, berhentilah sejenak dan tanyakan : Mengapa ? Saya berani menebak jawaban yaitu : karena Anda terlalu banyak ambil pusing. Atau, lebih spesifik, karena Anda berpikir Anda wajib memusingkan semuanya. Saya siap membantu. Di sepanjang Artikel ini dan lanjutannya, Anda akan melihat istilah ambil pusing digunakan dalam dua cara : * Ada makna tidak formal dari sikap peduli terhadap sesuatu, yang dipertimbangkan untuk Langkah 1 (memutuskan apa yang tidak usah Anda pusingkan). * Ada makna harfiah dari sikap sungguh peduli kepada seseorang atau sesuatu, dalam bentuk waktu, energi, dan/ atau uang. Ini dipertimbangkan untuk Langkah 2 (tidak ambil pusing tentang semua itu). Dalam kedua makna tadi, cara satu-satunya untuk mengubah hidup Anda menjadi lebih baik adalah dengan berhenti ambil pusing atas banyak di antarany...