Langsung ke konten utama

HSI-SILSILAH 05 - HALAQOH 48 - Beberapa Kejadian di Padang Mahsyar (Bagian 1)

  السّلام عليكم ورحمة الله و بر كاته  ...


الحمد لله و الصلاة والسلام على رسول الله و على اله و صحبه اجمعين

ꜜꜜꜜ

    Di antara kejadian di Padang Mahsyar adalah percekcokan antara para pembesar orang-orang kafir dan para pengikutnya.

    Allah menyebutkan di dalam Surat Sabaa: 31-33 bahwasanya orang-orang kafir akan dihadapkan kepada Allah.

    Berkatalah orang-orang yang dianggap lemah kepada pembesar-pembesar mereka:
“Kalau bukan karena kalian tentulah kami dahulu menjadi orang-orang yang beriman.”

    Pembesar-pembesar tersebut membantah dan mengatakan:
“Apakah kami yang telah menghalangi kalian dari petunjuk, sesudah petunjuk itu datang kepada kalian? Tidak! Sebenarnya kalian sendirilah orang-orang yang berdosa.”
➟ Maksudnya: kalian sendirilah yang menginginkan kesesatan dan kami hanya mengajak.

    Orang-orang yang dianggap lemah balik membantah dan mengatakan:
“Tidak! Sebenarnya tipu daya kalian malam dan siang itulah yang menghalangi kami, ketika kalian menyuruh kami untuk kafir kepada Allah dan menjadikan sekutu-sekutu bagi-Nya.”

    Akhirnya semuanya menyesal tatkala melihat adzab.
    Demikianlah keadaan para pembesar dan tokoh masyarakat yang mengajak kepada kesyirikan dan menghalangi manusia dari tauhid.

    Mereka berlepas diri dari para pengikut mereka dan tidak bisa menolong mereka sedikit pun.

    Para pengikut akan celaka sebagaimana para tokoh tersebut dan para pembesar juga celaka.

    Oleh karena itu seorang Muslim hendaknya menyelamatkan dirinya dari neraka.
    Jadilah seorang tokoh masyarakat yang mengajak kepada tauhid.

    Dan apabila dia adalah orang yang lemah maka janganlah dia mengikuti kemauan para pembesar ataupun orang banyak, apabila dia menghalangi manusia dari tauhid dan mengajak kepada kesyirikan.

Semoga Allah Subhānahu wa Ta’āla memberikan hidayah kepada kita dan juga mereka.
Menghilangkan rasa cinta dunia yang berlebihan dalam diri kita.
Dan menghilangkan kesombongan dari dalam diri kita.
Dan menjadikan rasa takut kita hanya kepada Allah Subhānahu wa Ta’āla.

Dan di antara kejadian di Padang Mahsyar bahwasanya Allah akan bertanya kepada orang-orang musyrikin tentang sesembahan selain Allah yang mereka sembah di dunia, di manakah mereka pada hari tersebut.

Dan Allah akan bertanya kepada mereka tentang bagaimana sikap mereka terhadap ajakan para Rasul ‘Alaihimussalam.

    Di dalam Surat Al-Qashash ayat 62-66, Allah akan memanggil orang-orang musyrikin dan menghina mereka dengan bertanya:
“Di manakah sekutu-sekutu-Ku yang dahulu kalian sangka mereka adalah sekutu-sekutu-Ku?”

    Kemudian Allah Subhānahu wa Ta’āla akan berkata kepada orang-orang musyrikin:
“Berdoalah kalian kepada sekutu-sekutu kalian!”
    Maka merekapun berdoa kepada sesembahan-sesembahan mereka di dunia, meminta pertolongan kepada mereka dalam keadaan genting tersebut sebagaimana mereka dahulu meminta di dunia.
    Maka sesembahan-sesembahan tersebut tidak bisa berbuat apapun dan tidak menjawab seruan mereka.
    Barulah mereka mengetahui bahwasanya sesembahan-sesembahan tersebut tidak bisa menolong mereka sedikit pun.

    Allah juga akan bertanya kepada mereka:
“Apakah jawaban kalian terhadap ajakan para Rasul?
Yaitu apakah kalian membenarkan mereka dan mengikuti ajakan mereka untuk bertauhid?”

Demikianlah keadaan orang-orang musyrikin, sesembahan-sesembahan mereka di dunia;

  • Tidak bisa mengabulkan do’a mereka ketika sangat dibutuhkan.
  • Tidak bisa menolong mereka di hadapan Allah, bahkan mereka berlepas diri.

    Allah berfirman:

وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنْ يَدْعُو مِنْ دُونِ اللَّهِ مَنْ لَا يَسْتَجِيبُ لَهُ إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَهُمْ عَنْ دُعَائِهِمْ غَافِلُونَ

وَإِذَا حُشِرَ النَّاسُ كَانُوا لَهُمْ أَعْدَاءً وَكَانُوا بِعِبَادَتِهِمْ كَافِرِينَ

“Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang-orang yang berdo’a kepada selain Allah yang tidak bisa mengabulkan sampai hari kiamat? Dan mereka lalai dari doa orang yang berdo’a kepada mereka.
Dan apabila manusia dikumpulkan, mereka akan menjadi musuh bagi orang-orang yang menyembah mereka. Dan mereka akan mengingkari ibadah yang dilakukan orang-orang musyrikin terhadap mereka.”
(QS Al Ahqaaf: 5-6)

Adapun orang yang bertauhid, maka Allah akan menolong mereka di dunia maupun di akhirat.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya

** Materi audio ini disampaikan di dalam grup WA Halaqah Silsilah Ilmiyyah (HSI) Abdullah Roy.

و السّلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RIYADHUSH SHALIHIN - BAB IKHLAS DAN MENGHADIRKAN NIAT DALAM SEGALA PERBUATAN, PERKATAAN, DAN KEADAAN, BAIK YANG NAMPAK MAUPUN YANG TERSEMBUNYI

Referensi penjelasan detail : Ust.Khalid Basalamah        Ust. Syafiq Riza Basalamah ~~~~~~~~      Allah Ta'ala berfirman : وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ   ۝٥ "Dan mereka tidak diperintahkan kecuali agar beribadah kepada Allah dengan mengikhlaskan²⁴ agama (ketaatan) kepadaNya juga menjadi orang-orang yang lurus,²⁵ dan juga agar mendirikan shalat dan menunaikkan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar)." (Qs. Al-Bayyinah : 5). ___ ²⁴ Saya katakan, Dalam ayat ini terdapat dalil wajibnya niat dalam seluruh ibadah, baik ibadah tersebut memang tujuan utama seperti shalat misalnya, maupun hanya sebagai perantara untuk ibadah lainnya seperti bersuci. Hal itu karena ikhlas tidak mungkin terjadi tanpa niat. Ini adalah madzhab mayoritas ulama, dan inilah yang benar, yang tidak ada keraguan tentangnya. ___ ²⁵ Y...

HSI-SILSILAH 05 - HALAQOH 14 - Tanda-Tanda Besar Dekatnya Hari Kiamat

 السّلام عليكم ورحمة الله و بر كاته  ... الحمد لله و الصلاة والسلام على رسول الله و على اله و صحبه اجمعين ꜜꜜꜜ Tanda-tanda besar dekatnya hari kiamat adalah 10 tanda menjelang datangnya hari kiamat. Yang apabila sudah muncul 10 tanda tersebut, maka akan terjadilah hari kiamat. Tanda-tanda besar tersebut apabila muncul satu, maka akan segera diikuti oleh yang lain. Suatu saat Nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam melihat para Shahābat sedang saling berbicara.      Maka Beliau bertanya, “Apa yang sedang kalian bicarakan?”      Merekapun menjawab, “Kami sedang mengingat hari kiamat.”      Maka, Beliau Shallallāhu ‘Alayhi wa Sallam bersabda : إِنَّهَا لَنْ تَقُومَ حَتَّى تَرَوْنَ قَبْلَهَا عَشْرَ آيَاتٍ “Sesungguhnya tidak akan bangkit hari kiamat tersebut sampai kalian melihat sebelumnya 10 tanda-tanda.” Kemudian Beliau Shallallāhu ‘Alayhi wa Sallam menyebutkan 10 tanda tersebut. Asap Dajjal Daabbah (seekor hewan melata) Terbitnya...

#I.1 BERHENTI MENJADI "PEOPLE PLEASER !" - Tentang Kapan Harus Peduli dan Kapan Harus Tidak Ambil Pusing

Ajukan pertanyaan berikut kepada diri sendiri : Apakah saya stres, memiliki jadwal yang terlalu padat, dan/ atau merasa kewalahan ? Jika jawabannya "ya" untuk yang mana pun, berhentilah sejenak dan tanyakan : Mengapa ? Saya berani menebak jawaban yaitu : karena Anda terlalu banyak ambil pusing. Atau, lebih spesifik, karena Anda berpikir Anda wajib memusingkan semuanya. Saya siap membantu. Di sepanjang Artikel ini dan lanjutannya, Anda akan melihat istilah ambil pusing digunakan dalam dua cara : * Ada makna tidak formal dari sikap peduli terhadap sesuatu, yang dipertimbangkan untuk Langkah 1 (memutuskan apa yang tidak usah Anda pusingkan). * Ada makna harfiah dari sikap sungguh peduli kepada seseorang atau sesuatu, dalam bentuk waktu, energi, dan/ atau uang. Ini dipertimbangkan untuk Langkah 2 (tidak ambil pusing tentang semua itu). Dalam kedua makna tadi, cara satu-satunya untuk mengubah hidup Anda menjadi lebih baik adalah dengan berhenti ambil pusing atas banyak di antarany...