Langsung ke konten utama

HSI-SILSILAH 05 - HALAQOH 47 - Telaga Rasulullah Shallallāhu ‘Alayhi Wa Sallam

 السّلام عليكم ورحمة الله و بر كاته  ...


الحمد لله و الصلاة والسلام على رسول الله و على اله و صحبه اجمعين

ꜜꜜꜜ

  Di antara beriman kepada Hari Akhir adalah beriman tentang adanya telaga Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam pada Hari Kiamat.

    Hadits-hadits yang datang di dalam masalah ini mencapai derajat mutawatir, diantaranya adalah sabda beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam:

إِنَّ لِكُلِّ نَبِيٍّ حَوْضًا وَإِنَّهُمْ يَتَبَاهَوْنَ أَيُّهُمْ أَكْثَرُ وَارِدَةً وَإِنِّي أَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَكْثَرَهُمْ وَارِدَةً

“Sesungguhnya setiap Nabi memiliki telaga. Dan sesungguhnya mereka akan saling berbangga siapa diantara mereka yang telaganya paling banyak didatangi. Dan aku berharap akulah yang telaganya akan paling banyak didatangi.” (Hadits shahih riwayat Tirmidzi)

    Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam juga bersabda:

حَوْضِي مَسِيرَةُ شَهْرٍ مَاؤُهُ أَبْيَضُ مِنْ اللَّبَنِ وَرِيحُهُ أَطْيَبُ مِنْ الْمِسْكِ وَكِيزَانُهُ كَنُجُومِ السَّمَاءِ مَنْ شَرِبَ مِنْهَا فَلَا يَظْمَأُ أَبَدًا

“Telagaku sepanjang satu bulan perjalanan, airnya lebih putih daripada susu dan baunya lebih wangi daripada minyak kasturi dan qizannya (yaitu sejenis teko) sebanyak bintang di langit. Barangsiapa yang meminum darinya maka dia tidak akan haus selama-lamanya.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Sebagian ulama mengatakan bahwasanya seandainya dia masuk ke dalam neraka setelah itu karena dosa yang dia lakukan maka dia tidak akan diadzab dengan rasa haus.

Umat beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam akan mendatangi telaga beliau dan meminum darinya.

    Beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam mengatakan yang artinya:
“Dan aku akan menolak manusia dari telagaku sebagaimana seseorang menolak onta orang lain dari telaganya.”

    Maka para sahabat bertanya kepada beliau:
“Wahai Rasulullah, apakah engkau mengenal kami pada hari tersebut ?”
    Beliau menjawab:
“Ya, kalian memiliki tanda yang tidak dimiliki umat-umat yang lain. Kalian akan mendatangi telagaku dalam keadaan putih wajah, tangan, dan kaki kalian dari bekas berwudhu.” (HR Muslim)

    Orang yang beriman ketika Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam masih hidup kemudian dia murtad sepeninggal beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam maka akan dijauhkan dari telaga beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam.

    Di dalam sebuah hadits, beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam mengatakan yang artinya:
“Aku akan mendahului kalian di atas telaga dan akan dinampakkan beberapa orang di antara kalian kemudian tiba-tiba dijauhkan dariku".
    Aku pun bertanya:
‘Wahai Robbku, bukankah mereka adalah para sahabatku?’
    Maka dikatakan kepada beliau, ‘Sesungguhnya engkau tidak mengetahui apa yang mereka lakukan setelah dirimu’.” (HR Bukhari dan Muslim dari Abdullah Bin Mas’ud radhiyallāhu ‘anhu)

    Di dalam hadits yang lain dikatakan kepada beliau:
“Sesungguhnya engkau tidak mengetahui apa yang mereka rubah setelahmu.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Sebagian ulama mengatakan bahwasanya membuat bid’ah di dalam agama termasuk merubah yang dimaksud dalam hadits ini.
    Dikhawatirkan dia tidak bisa meminum dari telaga Nabi Shallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam.

    Namun bukan berarti apabila dia masuk ke dalam neraka, dia kekal di dalamnya. Karena yang kekal di dalam neraka hanyalah orang-orang kafir.

    Dua hadits terakhir menunjukkan bahwasanya setelah meninggal dunia, Beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam tidak mengetahui apa yang dilakukan umatnya.

    Semoga Allah Subhānahu wa Ta’āla menjadikan kita termasuk orang-orang yang bisa meminum dari telaga Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam pada hari di mana kita sangat membutuhkannya.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya

** Materi audio ini disampaikan di dalam grup WA Halaqah Silsilah Ilmiyyah (HSI) Abdullah Roy.

و السّلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RIYADHUSH SHALIHIN - BAB IKHLAS DAN MENGHADIRKAN NIAT DALAM SEGALA PERBUATAN, PERKATAAN, DAN KEADAAN, BAIK YANG NAMPAK MAUPUN YANG TERSEMBUNYI

Referensi penjelasan detail : Ust.Khalid Basalamah        Ust. Syafiq Riza Basalamah ~~~~~~~~      Allah Ta'ala berfirman : وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ   ۝٥ "Dan mereka tidak diperintahkan kecuali agar beribadah kepada Allah dengan mengikhlaskan²⁴ agama (ketaatan) kepadaNya juga menjadi orang-orang yang lurus,²⁵ dan juga agar mendirikan shalat dan menunaikkan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar)." (Qs. Al-Bayyinah : 5). ___ ²⁴ Saya katakan, Dalam ayat ini terdapat dalil wajibnya niat dalam seluruh ibadah, baik ibadah tersebut memang tujuan utama seperti shalat misalnya, maupun hanya sebagai perantara untuk ibadah lainnya seperti bersuci. Hal itu karena ikhlas tidak mungkin terjadi tanpa niat. Ini adalah madzhab mayoritas ulama, dan inilah yang benar, yang tidak ada keraguan tentangnya. ___ ²⁵ Y...

HSI-SILSILAH 05 - HALAQOH 14 - Tanda-Tanda Besar Dekatnya Hari Kiamat

 السّلام عليكم ورحمة الله و بر كاته  ... الحمد لله و الصلاة والسلام على رسول الله و على اله و صحبه اجمعين ꜜꜜꜜ Tanda-tanda besar dekatnya hari kiamat adalah 10 tanda menjelang datangnya hari kiamat. Yang apabila sudah muncul 10 tanda tersebut, maka akan terjadilah hari kiamat. Tanda-tanda besar tersebut apabila muncul satu, maka akan segera diikuti oleh yang lain. Suatu saat Nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam melihat para Shahābat sedang saling berbicara.      Maka Beliau bertanya, “Apa yang sedang kalian bicarakan?”      Merekapun menjawab, “Kami sedang mengingat hari kiamat.”      Maka, Beliau Shallallāhu ‘Alayhi wa Sallam bersabda : إِنَّهَا لَنْ تَقُومَ حَتَّى تَرَوْنَ قَبْلَهَا عَشْرَ آيَاتٍ “Sesungguhnya tidak akan bangkit hari kiamat tersebut sampai kalian melihat sebelumnya 10 tanda-tanda.” Kemudian Beliau Shallallāhu ‘Alayhi wa Sallam menyebutkan 10 tanda tersebut. Asap Dajjal Daabbah (seekor hewan melata) Terbitnya...

#I.1 BERHENTI MENJADI "PEOPLE PLEASER !" - Tentang Kapan Harus Peduli dan Kapan Harus Tidak Ambil Pusing

Ajukan pertanyaan berikut kepada diri sendiri : Apakah saya stres, memiliki jadwal yang terlalu padat, dan/ atau merasa kewalahan ? Jika jawabannya "ya" untuk yang mana pun, berhentilah sejenak dan tanyakan : Mengapa ? Saya berani menebak jawaban yaitu : karena Anda terlalu banyak ambil pusing. Atau, lebih spesifik, karena Anda berpikir Anda wajib memusingkan semuanya. Saya siap membantu. Di sepanjang Artikel ini dan lanjutannya, Anda akan melihat istilah ambil pusing digunakan dalam dua cara : * Ada makna tidak formal dari sikap peduli terhadap sesuatu, yang dipertimbangkan untuk Langkah 1 (memutuskan apa yang tidak usah Anda pusingkan). * Ada makna harfiah dari sikap sungguh peduli kepada seseorang atau sesuatu, dalam bentuk waktu, energi, dan/ atau uang. Ini dipertimbangkan untuk Langkah 2 (tidak ambil pusing tentang semua itu). Dalam kedua makna tadi, cara satu-satunya untuk mengubah hidup Anda menjadi lebih baik adalah dengan berhenti ambil pusing atas banyak di antarany...