Langsung ke konten utama

HSI-SILSILAH 05 - HALAQOH 46 - Mizan (Timbangan) dan Penimbangan Amal

  السّلام عليكم ورحمة الله و بر كاته  ...


الحمد لله و الصلاة والسلام على رسول الله و على اله و صحبه اجمعين

ꜜꜜꜜ

    Diantara beriman kepada hari akhir adalah beriman dengan adanya mizan dan penimbangan amal.

    Allah Subhānahu wa Ta’āla berfirman :

وَنَضَعُ ٱلۡمَوَٲزِينَ ٱلۡقِسۡطَ لِيَوۡمِ ٱلۡقِيَـٰمَةِ فَلَا تُظۡلَمُ نَفۡسٌ۬ شَيۡـًٔ۬اۖ
“Dan Kami akan meletakkan timbangan-timbangan yang adil pada hari kiamat, maka tidak ada seorang pun yang akan dizhalimi sedikit pun.” (QS Al Anbiya: 47)

Sebagian ulama berpendapat bahwasanya:
↬ Penimbangan amal dilakukan setelah hisab karena hisab adalah untuk menghitung amalan, sedangkan penimbangan adalah untuk:

  1. Menampakkan hasil dari perhitungan tersebut.
  2. Dan menunjukkan keadilan Allah Subhānahu wa Ta’āla.

↬ Akan ditimbang hasanah dan sayyiah dengan timbangan yang hakiki;

  1. Memiliki 2 kiffah (piringan timbangan).
  2. Memiliki sifat berat dan ringan.
  3. Bisa miring karena amalan.

Allahu a’lam tentang hakikatnya dan bagaimananya.

    Allah Subhānahu wa Ta’āla:

فَمَن ثَقُلَتۡ مَوَٲزِينُهُ ۥ فَأُوْلَـٰٓٮِٕكَ هُمُ ٱلۡمُفۡلِحُونَ (١٠٢) وَمَنۡ خَفَّتۡ مَوَٲزِينُهُ ۥ فَأُوْلَـٰٓٮِٕكَ ٱلَّذِينَ خَسِرُوٓاْ أَنفُسَهُمۡ فِى جَهَنَّمَ خَـٰلِدُونَ (١٠٣)
“Dan barangsiapa yang berat timbangannya maka merekalah orang-orang yang beruntung. Dan barangsiapa yang ringan timbangannya maka merekalah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri. Di dalam Jahannam mereka akan kekal.” (QS Al Mu’minun: 102-103)

    Di dalam hadits yang shahih yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Ibnu Majah disebutkan bahwasanya:
 Catatan dosa-dosa akan ditaruh di kiffah dan bithaqah (kartu) yang bertuliskan “Laa ilaaha illallaah” akan ditaruh di kiffah yang lain.
    Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda :

يُوْضَعُ الْمِيْزَانُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، فَلَوْ وُزِنَ فِيْهِ السَّمَوَاتُ وَالأَرْضُ لَوَسِعَتْ، فَتَقُوْلُ الْمَلاَئِكَةُ: يَا رَبِّ! لِمَنْ يَزِنُ هَذَا؟ فَيَقُوْلُ اللهُ تَعَالَى: لِمَنْ شِئْتُ مِنْ خَلْقِيْ
“Akan diletakkan mizan pada hari kiamat, seandainya langit dan bumi ditimbang di dalamnya niscaya akan cukup.
Bertanyalah para malaikat: ‘Wahai Rabb, untuk siapakah timbangan ini?’
Maka Allah Subhānahu wa Ta’āla berfirman: ‘Untuk orang yang Aku kehendaki dari para makhluk-Ku’.”
(Hadits shahih diriwayatkan oleh Al Hakim di dalam Al Mustadrak)

    Para ulama berbeda pendapat tentang berapakah jumlah mizan di hari kiamat; apakah 1 timbangan atau banyak.


⇒ Karena masing-masing manusia memiliki timbangan atau masing-masing amalan ada timbangan khusus.
Allahu a’lam.

Amalan yang paling berat di dalam timbangan pada hari kiamat adalah dua kalimat syahadah.

    Dari ‘Abdullah Ibnu ‘Amr Ibnul ‘Ash Radhiyallāhu ‘anhumā, beliau berkata: Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya Allah akan memilih seseorang dari umatku di hadapan makhluk-makhluk yang lain pada hari kiamat, maka dibukalah di hadapannya 99 sijjil.”

    Makna “sijjil” adalah kitab besar dan maksud Beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam adalah kitab yang berisi dosa-dosa hamba tersebut.

    Kemudian Beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam mengatakan:
“Setiap sijjil besarnya sejauh mata memandang.”

    Kemudian Allah bertanya kepada hamba tersebut:
“Apakah ada di antara isi kitab tersebut yang engkau ingkari? Apakah para malaikat penulis telah menzhalimimu?”
    Hamba tersebut menjawab:
“Tidak, wahai Rabb-ku.”

    Allah bertanya:
“Apakah kamu memiliki alasan?”
    Dia kembali menjawab:
“Tidak, wahai Rabb-ku.”

    Maka Allah pun berkata:
“Sesungguhnya engkau memiliki hasanah di sisi Kami dan sesungguhnya engkau tidak akan dizhalimi pada hari ini.”

    Maka dikeluarkanlah sebuah kartu yang bertuliskan “asyhadualaa ilaaha illallaah wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuuluh”.

    Allah pun berkata:
“Lihatlah timbanganmu.”
    Hamba tersebut mengatakan:
“Wahai Rabb-ku, apa arti sebuah kartu ini dibandingkan dengan sijjil yang begitu banyak?”

    Maka Allah berkata:
“Sesungguhnya engkau tidak akan dizhalimi.”

    Diletakkanlah sijjil yang banyak tersebut di satu piringan timbangan dan diletakkan kartu di satu piringan timbangan yang lain.
    Maka ringanlah sijjil yang banyak dan beratlah kartu tersebut.

    Kemudian Beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam mengatakan:
“Tidak ada sesuatu yang mengalahkan beratnya nama Allah”.
(Hadits Shahih Riwayat Tirmidzi dan Ibnu Majah)

↬ Di antara amalan yang sangat memberatkan timbangan pada hari kiamat adalah akhlak yang baik.
    Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda yang artinya:
“Tidak ada sesuatu yang lebih berat di dalam timbangan dari pada akhlak yang baik.”
(Hadits Shahih Riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi)

Di antara akhlak yang baik adalah:

  1. Menyambung orang yang memutus kita.
  2. Memberi kepada orang yang tidak mau memberi kepada kita.
  3. Memaafkan orang yang menzhalimi kita.

↬ Di antara amalan yang berat adalah ucapan “Subhānallāhi wa bihamdih, subhānallāhil ‘azhīm”.

  • Sebagaimana di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.

↬ Di antara amalan yang memenuhi timbangan adalah ucapan “Alhamdulillāh”.

  • Sebagaimana di dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim.
Oleh karena itu, hendaknya seorang Muslim senantiasa:
  1. Memperbaiki dua kalimat syahadat yang dia ucapkan.
  2. Berusaha untuk memahami maknanya dan mengamalkan isinya.
  3. Istiqamah di atas keduanya sampai meninggal dunia. Di samping itu hendaknya dia,
  4. Memperbaiki ibadahnya kepada Allah dan akhlaknya kepada manusia.
⇒ Melakukan itu semua karena Allah dan untuk memperberat timbangannya di hari kiamat.

  • Orang yang berbahagia adalah orang yang lebih berat timbangan kebaikannya dari pada kejelekannya.
  • Dan orang yang celaka adalah orang yang lebih ringan timbangan kebaikannya dari pada kejelekannya.
⇒ Sebagaimana disebutkan oleh Allah di dalam Surat Al Qari’ah.

 Orang kafir tidak memiliki sesuatu yang memberatkan timbangan mereka karena amalan mereka batal dengan kesyirikan dan kekufuran.
(Lihat Surat Al Kahfi: 103-106)

    Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda yang artinya:
“Sesungguhnya akan datang seseorang yang besar lagi gemuk pada hari kiamat akan tetapi beratnya di sisi Allah tidak lebih dari berat satu sayap dari seekor nyamuk.”
(HR Bukhari dan Muslim)

⇒ Dalil-dalil di atas menunjukkan bahwasanya ada tiga perkara yang akan ditimbang pada hari kiamat.

  1. Amalan
  2. Orang yang mengamalkan
  3. Kitab catatan amalan
Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya

** Materi audio ini disampaikan di dalam grup WA Halaqah Silsilah Ilmiyyah (HSI) Abdullah Roy.

و السّلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RIYADHUSH SHALIHIN - BAB IKHLAS DAN MENGHADIRKAN NIAT DALAM SEGALA PERBUATAN, PERKATAAN, DAN KEADAAN, BAIK YANG NAMPAK MAUPUN YANG TERSEMBUNYI

Referensi penjelasan detail : Ust.Khalid Basalamah        Ust. Syafiq Riza Basalamah ~~~~~~~~      Allah Ta'ala berfirman : وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ   ۝٥ "Dan mereka tidak diperintahkan kecuali agar beribadah kepada Allah dengan mengikhlaskan²⁴ agama (ketaatan) kepadaNya juga menjadi orang-orang yang lurus,²⁵ dan juga agar mendirikan shalat dan menunaikkan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar)." (Qs. Al-Bayyinah : 5). ___ ²⁴ Saya katakan, Dalam ayat ini terdapat dalil wajibnya niat dalam seluruh ibadah, baik ibadah tersebut memang tujuan utama seperti shalat misalnya, maupun hanya sebagai perantara untuk ibadah lainnya seperti bersuci. Hal itu karena ikhlas tidak mungkin terjadi tanpa niat. Ini adalah madzhab mayoritas ulama, dan inilah yang benar, yang tidak ada keraguan tentangnya. ___ ²⁵ Y...

HSI-SILSILAH 05 - HALAQOH 14 - Tanda-Tanda Besar Dekatnya Hari Kiamat

 السّلام عليكم ورحمة الله و بر كاته  ... الحمد لله و الصلاة والسلام على رسول الله و على اله و صحبه اجمعين ꜜꜜꜜ Tanda-tanda besar dekatnya hari kiamat adalah 10 tanda menjelang datangnya hari kiamat. Yang apabila sudah muncul 10 tanda tersebut, maka akan terjadilah hari kiamat. Tanda-tanda besar tersebut apabila muncul satu, maka akan segera diikuti oleh yang lain. Suatu saat Nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam melihat para Shahābat sedang saling berbicara.      Maka Beliau bertanya, “Apa yang sedang kalian bicarakan?”      Merekapun menjawab, “Kami sedang mengingat hari kiamat.”      Maka, Beliau Shallallāhu ‘Alayhi wa Sallam bersabda : إِنَّهَا لَنْ تَقُومَ حَتَّى تَرَوْنَ قَبْلَهَا عَشْرَ آيَاتٍ “Sesungguhnya tidak akan bangkit hari kiamat tersebut sampai kalian melihat sebelumnya 10 tanda-tanda.” Kemudian Beliau Shallallāhu ‘Alayhi wa Sallam menyebutkan 10 tanda tersebut. Asap Dajjal Daabbah (seekor hewan melata) Terbitnya...

#I.1 BERHENTI MENJADI "PEOPLE PLEASER !" - Tentang Kapan Harus Peduli dan Kapan Harus Tidak Ambil Pusing

Ajukan pertanyaan berikut kepada diri sendiri : Apakah saya stres, memiliki jadwal yang terlalu padat, dan/ atau merasa kewalahan ? Jika jawabannya "ya" untuk yang mana pun, berhentilah sejenak dan tanyakan : Mengapa ? Saya berani menebak jawaban yaitu : karena Anda terlalu banyak ambil pusing. Atau, lebih spesifik, karena Anda berpikir Anda wajib memusingkan semuanya. Saya siap membantu. Di sepanjang Artikel ini dan lanjutannya, Anda akan melihat istilah ambil pusing digunakan dalam dua cara : * Ada makna tidak formal dari sikap peduli terhadap sesuatu, yang dipertimbangkan untuk Langkah 1 (memutuskan apa yang tidak usah Anda pusingkan). * Ada makna harfiah dari sikap sungguh peduli kepada seseorang atau sesuatu, dalam bentuk waktu, energi, dan/ atau uang. Ini dipertimbangkan untuk Langkah 2 (tidak ambil pusing tentang semua itu). Dalam kedua makna tadi, cara satu-satunya untuk mengubah hidup Anda menjadi lebih baik adalah dengan berhenti ambil pusing atas banyak di antarany...