Langsung ke konten utama

HSI-SILSILAH 05 - HALAQOH 43 - Orang Yang Pertama Dihisab, Amalan Yang Pertama Dihisab, dan Hal Yang Pertama Dihisab

 السّلام عليكم ورحمة الله و بر كاته  ...


الحمد لله و الصلاة والسلام على رسول الله و على اله و صحبه اجمعين

ꜜꜜꜜ

 Orang yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat ada 3 orang:

1) Orang yang Berjihad karena Riya’
    Dia akan didatangkan dan akan diperlihatkan kenikmatan yang telah Allah berikan kepadanya, maka dia pun mengenalnya.
    Kemudian ditanya oleh Allah Subhānahu wa Ta’āla: “Apa yang kamu lakukan terhadap kenikmatan ini?”
    Dia berkata: “Aku gunakan untuk berperang di jalanmu sampai aku mati syahid.”
    Allah berkata kepadanya: “Kamu dusta, akan tetapi kamu berperang supaya dikatakan sebagai seorang pemberani dan manusia sudah mengatakan engkau adalah pemberani.”
Kemudian didatangkan,

2) Orang yang Mempelajari Ilmu dan Mengajarkannya dan Juga Membaca Al Quran Akan Tetapi Melakukan Itu Semua karena Riya’
    Kemudian diperlihatkan kenikmatan yang Allah berikan kepadanya maka dia pun mengenalnya.
    Kemudian Allah Subhānahu wa Ta’āla bertanya: “Apa yang kamu lakukan terhadap kenikmatan ini?”
    Dia berkata: “Aku mempelajari ilmu dan mengajarkannya dan aku membaca Al Quran karena-Mu.”

    Allah berkata: “Kamu dusta, kamu mempelajari ilmu, mengajarkannya supaya dikatakan alim dan membaca Al Quran supaya dikatakan Qari’ dan manusia sudah mengatakan demikian.”
Kemudian didatangkan,

3) Orang yang Allah Luaskan Hartanya dan Telah Diberikan Berbagai Macam Harta Benda
Maka Allah memperlihatkan kenikmatan yang telah Allah berikan kepadanya, maka dia pun mengenalnya.
    Kemudian Allah bertanya: “Apa yang kamu lakukan terhadap kenikmatan ini?”
    Ia pun menjawab: “Tidaklah aku tinggalkan satu jalan yang Engkau cinta. Aku berinfaq di dalamnya, kecuali aku infaq di dalamnya.”
    Allah berkata: “Kamu dusta, akan tetapi engkau melakukannya supaya dikatakan dermawan. Dan sungguh manusia telah mengatakan demikian.”
(Hadits shahih riwayat Muslim)

Amal ibadah yang pertama kali akan dihisab adalah shalat lima waktu. Apakah seorang hamba menyempurnakan shalatnya atau tidak;

  • Jika sempurna, maka akan ditulis sempurna.
  • Dan apabila kurang, maka Allah Subhānahu wa Ta’āla akan memerintahkan malaikat untuk melihat shalat-shalat sunnahnya.
  • Apabila dia memiliki shalat-shalat sunnah, maka akan digunakan untuk menambal kekurangan yang dilakukan ketika shalat fardhu.
(Hadits Shahih riwayat Abu Dawud dan Ibnu Majah).

    Adapun hal yang pertama yang berkaitan dengan hak antar manusia yang akan dihisab adalah tentang darah.
    Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

أَوَّلُ مَا يُقْضَى بَيْنَ النَّاسُ يَوْمَ القِيَامَةِ فِي الدِّمَاءِ
“Hal yang pertama kali akan dihisab yang berkaitan dengan hak antar manusia pada hari kiamat adalah tentang darah.” (HR Muslim)

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya

** Materi audio ini disampaikan di dalam grup WA Halaqah Silsilah Ilmiyyah (HSI) Abdullah Roy.

و السّلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HSI-SILSILAH 05 - HALAQOH 25 - Meninggalnya Orang-Orang Beriman Sebelum Hari Kiamat, Terbenamnya Tanah di Tiga Tempat dan Keluarnya Api dari Yaman

  السّلام عليكم ورحمة الله و بر كاته  ... الحمد لله و الصلاة والسلام على رسول الله و على اله و صحبه اجمعين ꜜꜜꜜ      Sebelum terjadinya hari kiamat, Allah Subhānahu wa Ta’āla akan mengirim angin yang mencabut nyawa semua orang yang beriman, sehingga tidak tersisa di dunia kecuali sejelek-jelek manusia.      Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda : “Kemudian Allah akan mengutus angin yang dingin dari arah Syam maka tidak ada seorang pun di bumi yang di dalam hatinya ada kebaikan atau iman meski sebesar biji sawi kecuali akan dicabut nyawanya oleh angin tersebut. Sampai seandainya salah seorang mereka masuk ke dalam gunung, niscaya angin tersebut akan masuk bersamanya dan mencabut nyawanya. Maka tersisalah sejelek-jelek manusia yang ringan berbuat kerusakan seperti ringannya burung dan mereka ganas dalam berbuat kezhaliman satu dengan yang lain seperti ganasnya hewan buas. Mereka tidak mengenal kebaikan dan tidak mengingkari kemungkaran.” ...

RIYADHUSH SHALIHIN - BAB IKHLAS DAN MENGHADIRKAN NIAT DALAM SEGALA PERBUATAN, PERKATAAN, DAN KEADAAN, BAIK YANG NAMPAK MAUPUN YANG TERSEMBUNYI

Referensi penjelasan detail : Ust.Khalid Basalamah        Ust. Syafiq Riza Basalamah ~~~~~~~~      Allah Ta'ala berfirman : وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ   ۝٥ "Dan mereka tidak diperintahkan kecuali agar beribadah kepada Allah dengan mengikhlaskan²⁴ agama (ketaatan) kepadaNya juga menjadi orang-orang yang lurus,²⁵ dan juga agar mendirikan shalat dan menunaikkan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar)." (Qs. Al-Bayyinah : 5). ___ ²⁴ Saya katakan, Dalam ayat ini terdapat dalil wajibnya niat dalam seluruh ibadah, baik ibadah tersebut memang tujuan utama seperti shalat misalnya, maupun hanya sebagai perantara untuk ibadah lainnya seperti bersuci. Hal itu karena ikhlas tidak mungkin terjadi tanpa niat. Ini adalah madzhab mayoritas ulama, dan inilah yang benar, yang tidak ada keraguan tentangnya. ___ ²⁵ Y...

HSI-SILSILAH 01- HALAQOH 18 - MERAMAL NASIB DENGAN BINTANG

  السّلام عليكم ورحمة الله و بر كاته   ... الحمد لله و الصلاة والسلام على رسول الله و على اله و صحبه اجمعين ꜜꜜꜜ     Bintang adalah makhluk yang menunjukkan kebesaran Allah penciptanya, Allah telah mengabarkan di dalam Al-Qur'an bahwa bintang ini memiliki 3 faedah : Sebagai perhiasan langit, Sebagai pelempar setan, Sebagai petunjuk manusia, seperti ; Mengetahui arah utara atau selatan, Mengetahui arah daerah, Arah kiblat, atau Mengetahui kapan datangnya musim menanam, musim hujan, Dan lain-lain      Allah Subhanahu Wa Ta'ala tidak menciptakan bintang pun perkara yang lain selain 3 perkara yang di atas.     Seorang salaf Qotadah bin Di'amah As-Sadusi Rahimahullah seorang ulama yang meninggal kurang lebih pada tahun 110 Hijriah, beliau menjelaskan bahwa ;  " Barangsiapa yang meyakini bintang memiliki faedah yang laen selain 3 hal di atas, maka dia telah bersalah dan berbicara tanpa ilmu ". Ucapan ini dikeluarkan oleh Al-Imam Al-Bukhari...