Langsung ke konten utama

HSI-SILSILAH 05 - HALAQOH 39 - Keadilan Allah Subhānahu Wa Ta’ala Ketika Hisab

 السّلام عليكم ورحمة الله و بر كاته  ...


الحمد لله و الصلاة والسلام على رسول الله و على اله و صحبه اجمعين

ꜜꜜꜜ

   Yang dimaksud dengan hisab adalah perhitungan Allah Subhānahu wa Ta’āla terhadap amalan para hamba di dunia.

❃ Hisab Allah adalah hisab yang sangat sempurna keadilannya; tidak ada kezhaliman sedikitpun.
    Allah Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَظۡلِمُ مِثۡقَالَ ذَرَّةٍ۬‌ۖ
“Sesungguhnya Allah tidak akan menzhalimi meskipun sebesar dzarrah sekalipun.” (QS An Nisa: 40)
⇒ Dan yang dimaksud dengan dzarrah adalah bagian yang paling kecil dari sebuah benda (atom).

 Bahkan rahmat dan kelebihan karunia serta anugerah yang Allah berikan kepada para hamba adalah sangat banyak.
    Seandainya Allah Subhānahu wa Ta’āla mengadzab semua makhluk, maka bukanlah hal itu sebuah kezhaliman.
    Dan seandainya Allah merahmati, niscaya rahmat Allah Subhānahu wa Ta’āla lebih baik dari pada amalan mereka.
(Hadits shahih, riwayat Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Yang demikian karena Allah Subhānahu wa Ta’āla adalah:

  • Pencipta mereka.
  • Raja yang memiliki kerajaan.
  • Semua mahluk adalah milik-Nya dan dalam kerajaan-Nya.
  • Dan Dia melakukan apa saja yang Dia kehendaki di dalam kerajaan-Nya.

Di antara yang menunjukkan keadilan Allah Subhānahu wa Ta’āla:

➠ Pertama
    Allah Subhānahu wa Ta’āla telah memfitrahkan di dalam hati semua manusia bahwa Allah Subhānahu wa Ta’āla adalah Rabb mereka dan mereka mengakui bahkan sebelum mereka dilahirkan. (Lihat Surat Al-A’rāf: 172)

 Ke Dua
    Allah Subhānahu wa Ta’āla telah mengutus para Rasul (para utusan) kepada manusia yang telah mengingatkan mereka dengan fitrah ini dan mengajak mereka untuk beriman dengan hari akhir.
    Allah Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

رُّسُلاً۬ مُّبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ لِئَلَّا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَى ٱللَّهِ حُجَّةُۢ بَعۡدَ ٱلرُّسُلِ‌ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمً۬ا
“Para Rasul yang datang untuk memberikan kabar gembira dan memberikan peringatan supaya tidak ada hujjah bagi manusia atas Allah Subhānahu wa Ta’āla setelah kedatangan para Rasul. Dan sesungguhnya Allah Subhānahu wa Ta’āla adalah dzat Yang Maha Perkasa dan Maha Bijaksana.” (QS An Nisa: 165)

 Ke Tiga
    Allah Subhānahu wa Ta’āla telah menugaskan para malaikat untuk mencatat semua amalan manusia.
    Allah Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

وَإِنَّ عَلَيۡكُمۡ لَحَـٰفِظِينَ (١٠) كِرَامً۬ا كَـٰتِبِينَ (١١)يَعۡلَمُونَ مَا تَفۡعَلُونَ (١٢)
“Dan sesungguhnya pada diri kalian ada malaikat-malaikat yang menjaga atau mengawasi yang mereka mulia, dan menulis, mengetahui apa yang kalian kerjakan.” (QS Al Infithar: 10-12)

 Ke Empat
    Bahwasanya kebaikan dan kejelekan sekecil apapun yang disembunyikan di dalam hati maupun dinampakkan, akan didatangkan oleh Allah Subhānahu wa Ta’āla.
    Tidak ada manusia yang dizhalimi karena kebaikan yang terlupakan atau karena kejelekan yang tidak dia lakukan.

    Allah Subhānahu wa Ta’āla berfirman :

فَمَن يَعۡمَلۡ مِثۡقَالَ ذَرَّةٍ خَيۡرً۬ا يَرَهُ ۥ (٧) وَمَن يَعۡمَلۡ مِثۡقَالَ ذَرَّةٍ۬ شَرًّ۬ا يَرَهُ ۥ (٨)
“Maka barangsiapa yang mengamalkan kebaikan seberat atom sekalipun dia akan melihatnya. Dan barangsiapa yang mengamalkan sebuah kejelekan seberat atom sekalipun akan melihatnya.” (QS Al Zalzalah: 7-8)

 Ke Lima
    Bahwasanya seseorang tidak akan memikul dosa orang lain.
    Allah Subhānahu wa Ta’āla berfirman :

وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ۬ وِزۡرَ أُخۡرَىٰ‌ۚ
“Dan sebuah jiwa tidak akan menanggung dosa jiwa yang lain.” (QS Al An’am: 164)
⇒ Kecuali, apabila seseorang mengajak kepada kesesatan, maka dia mendapatkan dosa orang yang mengikutinya dalam kesesatan tersebut.

    Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda :

وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلاَلَةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنَ الإِثَمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا
“Barang siapa yang mengajak kepada kesesatan maka dia mendapatkan dosa orang yang mengikutinya, tidak berkurang dari dosa mereka sedikitpun.” (Hadits shahih, riwayat Muslim)

 Ke Enam
    Bahwasanya masing-masing kita akan dipersilahkan melihat sendiri isi kitabnya.
    Allah Subhānahu wa Ta’āla berfirman :

وَنُخۡرِجُ لَهُ ۥ يَوۡمَ ٱلۡقِيَـٰمَةِ ڪِتَـٰبً۬ا يَلۡقَٮٰهُ مَنشُورًا (١٣) ٱقۡرَأۡ كِتَـٰبَكَ كَفَىٰ بِنَفۡسِكَ ٱلۡيَوۡمَ عَلَيۡكَ حَسِيبً۬ا (١٤)
“Dan kami akan keluarkan baginya pada hari kiamat, sebuah kitab dalam keadaan terbuka. Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu pada hari ini yang menghisab dirimu sendiri.” (QS Al Isra: 13-14)

 Ke Tujuh
    Bahwasanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan mendatangkan para saksi supaya tidak ada alasan bagi manusia.

 Didatangkan para rasul yang bersaksi atas umatnya bahwasanya mereka sudah menyampaikan.
    Allah Subhānahu wa Ta’āla berfirman :

فَكَيۡفَ إِذَا جِئۡنَا مِن كُلِّ أُمَّةِۭ بِشَهِيدٍ۬ وَجِئۡنَا بِكَ عَلَىٰ هَـٰٓؤُلَآءِ شَہِيدً۬ا
“Maka bagaimana jika kami datangkan seorang saksi dari setiap umat dan kami akan datangkan dirimu sebagai saksi atas mereka.” (QS An Nisa: 41)

 Malaikat akan menjadi saksi.
    Allah Subhānahu wa Ta’āla berfirman :

وَجَآءَتۡ كُلُّ نَفۡسٍ۬ مَّعَهَا سَآٮِٕقٌ۬ وَشَہِيدٌ۬
“Dan akan datang setiap jiwa bersamanya malaikat yang menuntun dan malaikat yang menjadi saksi.” (QS Qaf: 21)

 Bahkan anggota badan manusia akan menjadi saksi di hari kiamat.
    Allah berfirman :

ٱلۡيَوۡمَ نَخۡتِمُ عَلَىٰٓ أَفۡوَٲهِهِمۡ وَتُكَلِّمُنَآ أَيۡدِيہِمۡ وَتَشۡہَدُ أَرۡجُلُهُم بِمَا كَانُواْ يَكۡسِبُونَ
“Pada hari ini akan kami tutup mulut-mulut mereka dan tangan-tangan mereka akan berbicara dengan kami dan kaki-kaki mereka akan menjadi saksi atas apa yang sudah mereka lakukan.” (QS Yasin: 65)

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya

** Materi audio ini disampaikan di dalam grup WA Halaqah Silsilah Ilmiyyah (HSI) Abdullah Roy.

و السّلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HSI-SILSILAH 05 - HALAQOH 25 - Meninggalnya Orang-Orang Beriman Sebelum Hari Kiamat, Terbenamnya Tanah di Tiga Tempat dan Keluarnya Api dari Yaman

  السّلام عليكم ورحمة الله و بر كاته  ... الحمد لله و الصلاة والسلام على رسول الله و على اله و صحبه اجمعين ꜜꜜꜜ      Sebelum terjadinya hari kiamat, Allah Subhānahu wa Ta’āla akan mengirim angin yang mencabut nyawa semua orang yang beriman, sehingga tidak tersisa di dunia kecuali sejelek-jelek manusia.      Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda : “Kemudian Allah akan mengutus angin yang dingin dari arah Syam maka tidak ada seorang pun di bumi yang di dalam hatinya ada kebaikan atau iman meski sebesar biji sawi kecuali akan dicabut nyawanya oleh angin tersebut. Sampai seandainya salah seorang mereka masuk ke dalam gunung, niscaya angin tersebut akan masuk bersamanya dan mencabut nyawanya. Maka tersisalah sejelek-jelek manusia yang ringan berbuat kerusakan seperti ringannya burung dan mereka ganas dalam berbuat kezhaliman satu dengan yang lain seperti ganasnya hewan buas. Mereka tidak mengenal kebaikan dan tidak mengingkari kemungkaran.” ...

RIYADHUSH SHALIHIN - BAB IKHLAS DAN MENGHADIRKAN NIAT DALAM SEGALA PERBUATAN, PERKATAAN, DAN KEADAAN, BAIK YANG NAMPAK MAUPUN YANG TERSEMBUNYI

Referensi penjelasan detail : Ust.Khalid Basalamah        Ust. Syafiq Riza Basalamah ~~~~~~~~      Allah Ta'ala berfirman : وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ   ۝٥ "Dan mereka tidak diperintahkan kecuali agar beribadah kepada Allah dengan mengikhlaskan²⁴ agama (ketaatan) kepadaNya juga menjadi orang-orang yang lurus,²⁵ dan juga agar mendirikan shalat dan menunaikkan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar)." (Qs. Al-Bayyinah : 5). ___ ²⁴ Saya katakan, Dalam ayat ini terdapat dalil wajibnya niat dalam seluruh ibadah, baik ibadah tersebut memang tujuan utama seperti shalat misalnya, maupun hanya sebagai perantara untuk ibadah lainnya seperti bersuci. Hal itu karena ikhlas tidak mungkin terjadi tanpa niat. Ini adalah madzhab mayoritas ulama, dan inilah yang benar, yang tidak ada keraguan tentangnya. ___ ²⁵ Y...

HSI-SILSILAH 01- HALAQOH 18 - MERAMAL NASIB DENGAN BINTANG

  السّلام عليكم ورحمة الله و بر كاته   ... الحمد لله و الصلاة والسلام على رسول الله و على اله و صحبه اجمعين ꜜꜜꜜ     Bintang adalah makhluk yang menunjukkan kebesaran Allah penciptanya, Allah telah mengabarkan di dalam Al-Qur'an bahwa bintang ini memiliki 3 faedah : Sebagai perhiasan langit, Sebagai pelempar setan, Sebagai petunjuk manusia, seperti ; Mengetahui arah utara atau selatan, Mengetahui arah daerah, Arah kiblat, atau Mengetahui kapan datangnya musim menanam, musim hujan, Dan lain-lain      Allah Subhanahu Wa Ta'ala tidak menciptakan bintang pun perkara yang lain selain 3 perkara yang di atas.     Seorang salaf Qotadah bin Di'amah As-Sadusi Rahimahullah seorang ulama yang meninggal kurang lebih pada tahun 110 Hijriah, beliau menjelaskan bahwa ;  " Barangsiapa yang meyakini bintang memiliki faedah yang laen selain 3 hal di atas, maka dia telah bersalah dan berbicara tanpa ilmu ". Ucapan ini dikeluarkan oleh Al-Imam Al-Bukhari...