Langsung ke konten utama

HSI-SILSILAH 05 - HALAQOH 36 - Asy-Syafa’atul ‘Uzhma (Syafa’at Paling Besar)

 السّلام عليكم ورحمة الله و بر كاته  ...


الحمد لله و الصلاة والسلام على رسول الله و على اله و صحبه اجمعين

ꜜꜜꜜ

  Asy Syafa’atul ‘Uzhma adalah syafa’at yang dilakukan oleh Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam untuk para penduduk Padang Mahsyar, yang isinya adalah permintaan kepada Allah Subhānahu wa Ta’āla supaya Allah Subhānahu wa Ta’āla menyegerakan Hari Keputusan.

    Dinamakan Asy Syafa’atul ‘Uzhma (syafa’at yang paling besar) karena syafaat ini diperuntukkan untuk seluruh manusia; yang mukmin maupun yang kafir, ketika sudah memuncak kesusahan di Padang Mahsyar;

  • Terik matahari
  • Keringat yang menggenang
  • Waktu yang sangat lama
  • Dalam keadaan takut yang sangat,
menunggu Hari Keputusan, maka manusia ingin disegerakan Hari Keputusan tersebut.

Mereka mendatangi orang-orang yang memiliki kedudukan mulia supaya:

  1. Memohon kepada Allah Subhānahu wa Ta’āla agar menyegerakan Hari Keputusan.
  2. Membebaskan mereka dari kesusahan yang berkepanjangan di Padang Mahsyar.

↪ Pertama-tama mereka mendatangi Nabi Adam ‘alayhissalām, bapak mereka, manusia yang pertama.
    Namun beliau enggan dan meminta udzur dan merasa tidak berhak karena beliau ‘alayhissalam pernah memaksiati Allah Subhānahu wa Ta’āla dengan memakan sesuatu yang dilarang.

 Kemudian Nabi Adam ‘alayhissalam menyuruh manusia mendatangi Nabi Nuh, rasul yang pertama yang diutus kepada manusia.
    Beliau juga enggan dan merasa tidak berhak karena pernah meminta kepada Allah sesuatu yang tidak dibenarkan.

 Kemudian Nabi Nuh menyuruh manusia mendatangi Nabi Ibrahim ‘alayhissalam, kekasih Allah.
    Beliau juga enggan dan merasa tidak berhak karena merasa pernah berdusta.

 Kemudian Nabi Ibrahim ‘alayhissalam menyuruh manusia mendatangi nabi Musa ‘alayhissalam, seorang nabi yang pernah diajak bicara oleh Allah.
    Namun beliau enggan dan merasa tidak berhak karena pernah membunuh manusia tanpa diperintah oleh Allah Subhānahu wa Ta’āla.

 Nabi Musa menyuruh manusia mendatangi Nabi Isa ‘alayhissalām, beliau juga enggan dan merasa tidak berhak.

 Akhirnya Nabi Isa ‘alayhissalām menyuruh manusia mendatangi Nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam.
    Kemudian mereka mengatakan : “Wahai Muhammad, engkau adalah Rasulullah, penutup para nabi, Allah Subhānahu wa Ta’āla telah mengampuni dosamu yang telah lalu dan yang akan datang.
    Lakukanlah syafa’at, mintalah kepada Robb-mu untuk kami.
    Bukankah kamu telah melihat bagaimana keadaan kami?
    Bukankah kamu melihat bagaimana kesusahan kami?”

    Maka Beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam menuju bawah ‘Arsy Allah Subhānahu wa Ta’āla dan bersujud kepada Allah.
    Kemudian Allah Subhānahu wa Ta’āla mengilhamkan kepada Beliau pujian-pujian kepada Allah yang belum pernah diajarkan sebelumnya kepada seorang pun.
    Kemudian dikatakan kepada Beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam:
“Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu, mintalah, maka kamu akan diberi.
Lakukanlah syafa’at maka kamu akan dikabulkan syafa’atmu.”

(Hadits shahih riwayat Bukhari dan juga Muslim)

Inilah yang dimaksud dengan مَقَامٌ مَّحْمُودٌ (maqamun mahmud), yaitu kedudukan yang dipuji.
    ⇒ Dimana Beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam akan dipuji oleh seluruh manusia yang telah Allah Subhānahu wa Ta’āla janjikan untuk beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam, sebagaimana di dalam AlQurān:

عَسَى أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا
“Semoga Rabb-mu membangkitkan dirimu pada kedudukan yang dipuji.”
(QS Al Isra’: 79)

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya

** Materi audio ini disampaikan di dalam grup WA Halaqah Silsilah Ilmiyyah (HSI) Abdullah Roy.

و السّلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HSI-SILSILAH 05 - HALAQOH 25 - Meninggalnya Orang-Orang Beriman Sebelum Hari Kiamat, Terbenamnya Tanah di Tiga Tempat dan Keluarnya Api dari Yaman

  السّلام عليكم ورحمة الله و بر كاته  ... الحمد لله و الصلاة والسلام على رسول الله و على اله و صحبه اجمعين ꜜꜜꜜ      Sebelum terjadinya hari kiamat, Allah Subhānahu wa Ta’āla akan mengirim angin yang mencabut nyawa semua orang yang beriman, sehingga tidak tersisa di dunia kecuali sejelek-jelek manusia.      Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda : “Kemudian Allah akan mengutus angin yang dingin dari arah Syam maka tidak ada seorang pun di bumi yang di dalam hatinya ada kebaikan atau iman meski sebesar biji sawi kecuali akan dicabut nyawanya oleh angin tersebut. Sampai seandainya salah seorang mereka masuk ke dalam gunung, niscaya angin tersebut akan masuk bersamanya dan mencabut nyawanya. Maka tersisalah sejelek-jelek manusia yang ringan berbuat kerusakan seperti ringannya burung dan mereka ganas dalam berbuat kezhaliman satu dengan yang lain seperti ganasnya hewan buas. Mereka tidak mengenal kebaikan dan tidak mengingkari kemungkaran.” ...

RIYADHUSH SHALIHIN - BAB IKHLAS DAN MENGHADIRKAN NIAT DALAM SEGALA PERBUATAN, PERKATAAN, DAN KEADAAN, BAIK YANG NAMPAK MAUPUN YANG TERSEMBUNYI

Referensi penjelasan detail : Ust.Khalid Basalamah        Ust. Syafiq Riza Basalamah ~~~~~~~~      Allah Ta'ala berfirman : وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ   ۝٥ "Dan mereka tidak diperintahkan kecuali agar beribadah kepada Allah dengan mengikhlaskan²⁴ agama (ketaatan) kepadaNya juga menjadi orang-orang yang lurus,²⁵ dan juga agar mendirikan shalat dan menunaikkan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar)." (Qs. Al-Bayyinah : 5). ___ ²⁴ Saya katakan, Dalam ayat ini terdapat dalil wajibnya niat dalam seluruh ibadah, baik ibadah tersebut memang tujuan utama seperti shalat misalnya, maupun hanya sebagai perantara untuk ibadah lainnya seperti bersuci. Hal itu karena ikhlas tidak mungkin terjadi tanpa niat. Ini adalah madzhab mayoritas ulama, dan inilah yang benar, yang tidak ada keraguan tentangnya. ___ ²⁵ Y...

HSI-SILSILAH 01- HALAQOH 18 - MERAMAL NASIB DENGAN BINTANG

  السّلام عليكم ورحمة الله و بر كاته   ... الحمد لله و الصلاة والسلام على رسول الله و على اله و صحبه اجمعين ꜜꜜꜜ     Bintang adalah makhluk yang menunjukkan kebesaran Allah penciptanya, Allah telah mengabarkan di dalam Al-Qur'an bahwa bintang ini memiliki 3 faedah : Sebagai perhiasan langit, Sebagai pelempar setan, Sebagai petunjuk manusia, seperti ; Mengetahui arah utara atau selatan, Mengetahui arah daerah, Arah kiblat, atau Mengetahui kapan datangnya musim menanam, musim hujan, Dan lain-lain      Allah Subhanahu Wa Ta'ala tidak menciptakan bintang pun perkara yang lain selain 3 perkara yang di atas.     Seorang salaf Qotadah bin Di'amah As-Sadusi Rahimahullah seorang ulama yang meninggal kurang lebih pada tahun 110 Hijriah, beliau menjelaskan bahwa ;  " Barangsiapa yang meyakini bintang memiliki faedah yang laen selain 3 hal di atas, maka dia telah bersalah dan berbicara tanpa ilmu ". Ucapan ini dikeluarkan oleh Al-Imam Al-Bukhari...