Langsung ke konten utama

HSI-SILSILAH 05 - HALAQOH 34 - Keadaan Orang yang Beriman dan Bertaqwa di Hari Kiamat

 السّلام عليكم ورحمة الله و بر كاته  ...


الحمد لله و الصلاة والسلام على رسول الله و على اله و صحبه اجمعين

ꜜꜜꜜ

   Secara umum, orang-orang yang beriman dan bertaqwa, mereka di hari tersebut akan:

  • Mendapatkan rasa aman.
  • Tidak takut dengan apa yang akan mereka hadapi di hari kiamat.
  • Dan mereka tidak bersedih, yaitu dengan dunia yang telah mereka tinggalkan.

Rasa aman ini Allah Subhānahu wa Ta’āla berikan sesuai dengan kadar keimanan dan ketaqwaan mereka.
↪ Barangsiapa yang sempurna iman dan juga taqwanya maka dia akan mendapatkan rasa aman yang sempurna.
↪ Dan barangsiapa yang kurang iman dan juga taqwanya maka akan berkurang pula rasa aman yang akan dia dapatkan.

Allah Subhānahu wa Ta’āla berfirman :

أَلَآ إِنَّ أَوۡلِيَآءَ ٱللَّهِ لَا خَوۡفٌ عَلَيۡهِمۡ وَلَا هُمۡ يَحۡزَنُونَ (٦٢) ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَڪَانُواْ يَتَّقُونَ (٦٣) لَهُمُ ٱلۡبُشۡرَىٰ فِى ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا وَفِى ٱلۡأَخِرَةِ‌ۚ
“Ketahuilah, sesungguhnya wali-wali Allah tidak ada ketakutan atas mereka dan mereka tidak akan bersedih. Yaitu orang-orang yang beriman dan mereka bertaqwa. Bagi merekalah kabar gembira di dunia dan juga di akhirat.”
(QS Yunus: 62- 64)

Allah Subhānahu wa Ta’āla juga berfirman:

ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَلَمۡ يَلۡبِسُوٓاْ إِيمَـٰنَهُم بِظُلۡمٍ أُوْلَـٰٓٮِٕكَ لَهُمُ ٱلۡأَمۡنُ وَهُم مُّهۡتَدُونَ (٨٢)
“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuri keimanan mereka dengan kezhaliman (kesyirikan) merekalah orang-orang yang akan mendapatkan keamanan dan merekalah orang-orang yang mendapatkan petunjuk.” (QS Al An’ām: 82)

Yang demikian itu karena mereka selama di dunia takut kepada Allah dan takut adzab di hari kiamat.

Maka Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan rasa aman kepadanya di hari kiamat.

Allah Subhānahu wa Ta’āla berfirman menceritakan tentang ucapan orang-orang yang beriman :

إِنَّا نَخَافُ مِن رَّبِّنَا يَوۡمًا عَبُوسً۬ا قَمۡطَرِيرً۬ا (١٠) فَوَقَٮٰهُمُ ٱللَّهُ شَرَّ ذَٲلِكَ ٱلۡيَوۡمِ وَلَقَّٮٰهُمۡ نَضۡرَةً۬ وَسُرُورً۬ا (١١)
“Sesungguhnya kami takut dari Rabb kami pada hari di mana orang bermuka masam penuh dengan kesulitan. Maka Allah Subhānahu wa Ta’āla menjaga mereka dari kesusahan pada hari tersebut. Dan memberikan kepada mereka kecerahan wajah dan kegembiraan hati.” (QS Al Insān: 10-11)

↪ Umat Nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam akan memiliki ciri khusus yang tidak dimiliki oleh umat nabi yang lain. Wajah, tangan, dan kaki mereka akan berwarna putih bekas wudhu mereka di dunia. (HR Bukhāri dan Muslim)

Orang yang mengumandangkan adzan di dunia adalah orang yang paling panjang lehernya di hari kiamat. (HR Muslim)


⇒ Ada yang mengatakan bahwasanya hikmahnya adalah kepalanya lebih jauh dari genangan keringat daripada yang lain.

↪ Orang-orang yang berbuat adil ketika memberikan keputusan, baik untuk dirinya, keluarganya maupun orang-orang yang di bawah kekuasaannya maka dia akan berada di atas mimbar dari cahaya. (HR Muslim)

Semoga Allah Subhānahu wa Ta’āla menjadikan kita termasuk orang-orang yang mewujudkan iman dan juga taqwa.
⇒ Beriman artinya membenarkan dan mempercayai dengan hati.
⇒ Bertaqwa artinya mengamalkan kepercayaan tersebut dan keyakinan tersebut.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya

** Materi audio ini disampaikan di dalam grup WA Halaqah Silsilah Ilmiyyah (HSI) Abdullah Roy.

و السّلام عليكم ورحمة الله وبركاته


Komentar

Postingan populer dari blog ini

RIYADHUSH SHALIHIN - BAB IKHLAS DAN MENGHADIRKAN NIAT DALAM SEGALA PERBUATAN, PERKATAAN, DAN KEADAAN, BAIK YANG NAMPAK MAUPUN YANG TERSEMBUNYI

Referensi penjelasan detail : Ust.Khalid Basalamah        Ust. Syafiq Riza Basalamah ~~~~~~~~      Allah Ta'ala berfirman : وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ   ۝٥ "Dan mereka tidak diperintahkan kecuali agar beribadah kepada Allah dengan mengikhlaskan²⁴ agama (ketaatan) kepadaNya juga menjadi orang-orang yang lurus,²⁵ dan juga agar mendirikan shalat dan menunaikkan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar)." (Qs. Al-Bayyinah : 5). ___ ²⁴ Saya katakan, Dalam ayat ini terdapat dalil wajibnya niat dalam seluruh ibadah, baik ibadah tersebut memang tujuan utama seperti shalat misalnya, maupun hanya sebagai perantara untuk ibadah lainnya seperti bersuci. Hal itu karena ikhlas tidak mungkin terjadi tanpa niat. Ini adalah madzhab mayoritas ulama, dan inilah yang benar, yang tidak ada keraguan tentangnya. ___ ²⁵ Y...

HSI-SILSILAH 05 - HALAQOH 14 - Tanda-Tanda Besar Dekatnya Hari Kiamat

 السّلام عليكم ورحمة الله و بر كاته  ... الحمد لله و الصلاة والسلام على رسول الله و على اله و صحبه اجمعين ꜜꜜꜜ Tanda-tanda besar dekatnya hari kiamat adalah 10 tanda menjelang datangnya hari kiamat. Yang apabila sudah muncul 10 tanda tersebut, maka akan terjadilah hari kiamat. Tanda-tanda besar tersebut apabila muncul satu, maka akan segera diikuti oleh yang lain. Suatu saat Nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam melihat para Shahābat sedang saling berbicara.      Maka Beliau bertanya, “Apa yang sedang kalian bicarakan?”      Merekapun menjawab, “Kami sedang mengingat hari kiamat.”      Maka, Beliau Shallallāhu ‘Alayhi wa Sallam bersabda : إِنَّهَا لَنْ تَقُومَ حَتَّى تَرَوْنَ قَبْلَهَا عَشْرَ آيَاتٍ “Sesungguhnya tidak akan bangkit hari kiamat tersebut sampai kalian melihat sebelumnya 10 tanda-tanda.” Kemudian Beliau Shallallāhu ‘Alayhi wa Sallam menyebutkan 10 tanda tersebut. Asap Dajjal Daabbah (seekor hewan melata) Terbitnya...

#I.1 BERHENTI MENJADI "PEOPLE PLEASER !" - Tentang Kapan Harus Peduli dan Kapan Harus Tidak Ambil Pusing

Ajukan pertanyaan berikut kepada diri sendiri : Apakah saya stres, memiliki jadwal yang terlalu padat, dan/ atau merasa kewalahan ? Jika jawabannya "ya" untuk yang mana pun, berhentilah sejenak dan tanyakan : Mengapa ? Saya berani menebak jawaban yaitu : karena Anda terlalu banyak ambil pusing. Atau, lebih spesifik, karena Anda berpikir Anda wajib memusingkan semuanya. Saya siap membantu. Di sepanjang Artikel ini dan lanjutannya, Anda akan melihat istilah ambil pusing digunakan dalam dua cara : * Ada makna tidak formal dari sikap peduli terhadap sesuatu, yang dipertimbangkan untuk Langkah 1 (memutuskan apa yang tidak usah Anda pusingkan). * Ada makna harfiah dari sikap sungguh peduli kepada seseorang atau sesuatu, dalam bentuk waktu, energi, dan/ atau uang. Ini dipertimbangkan untuk Langkah 2 (tidak ambil pusing tentang semua itu). Dalam kedua makna tadi, cara satu-satunya untuk mengubah hidup Anda menjadi lebih baik adalah dengan berhenti ambil pusing atas banyak di antarany...