السّلام عليكم ورحمة الله و بر كاته ...
Ketika manusia dalam keadaan panas dan susah, Allah Subhanahu Wa Ta’ala memuliakan sebagian orang-orang yang beriman dengan memberikannya teduhan, yaitu berada di bawah bayangan ‘Arsy Allah Subhānahu wa Ta’āla.
Rasulullah ﷺ bersabda :
Kemudian beliau ﷺ menyebutkan 7 golongan :
1. Pemimpin yang adil yaitu seorang pemimpin yang meletakkan segala sesuatu pada tempatnya sesuai dengan syariat Allah Subhānahu wa Ta’āla.
2. Pemuda yang tumbuh dalam ketaatan dan ibadah kepada Allah. Yaitu tidak menggunakan masa mudanya untuk berhura-hura atau mengikuti hawa nafsu seperti kebanyakan pemuda.
3. Laki-laki yang hatinya bergantung dengan masjid,maksudnya sangat mencintai masjid, diantaranya adalah menjaga sholat 5 waktu secara berjamaah bagi laki-laki.
4. Dua orang yang saling mencintai karena Allah, bersatu karena Allah Subhānahu wa Ta’āla dan berpisah karena Allah. Maksudnya bukan saling mencintai karena dunia atau karena kerabat semata akan tetapi karena ketaatan saudaranya kepada Allah.
5. Laki-laki yang diajak berzina oleh seorang wanita yang memiliki kedudukan dan kecantikan kemudian laki-laki tersebut berkata “Aku takut kepada Allah”, maksudnya dia meninggalkan perzinaan tersebut karena takut kepada Allah Subhānahu wa Ta’āla.
6. Seseorang yang bershadaqah kemudian menyembunyikan shadaqah tersebut sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfaqkan oleh tangan kanannya. Maksudnya dia menyembunyikan shadaqah tersebut sehingga jauh dari pandangan manusia dan pendengaran mereka.
7. Seseorang yang mengingat Allah dalam keadaan sendiri kemudian matanya meneteskan air mata karena takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. (Hadits Shahih Riwayat Al-Bukhari dan Muslim).
Tujuh golongan diatas bukanlah pembatasan, di dalam hadits yang lain, Rasululllah ﷺ bersabda :
Di dalam hadits yang lain Beliau ﷺ bersabda:
Allah akan memberikan dia teduhan di bawah bayangan ‘Arsy-Nya” (HR Tirmidzi dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu).
Di dalam hadits yang lain Beliau ﷺ bersabda :
Bertaubatlah dari segala dosa, perbanyaklah istighfar, manfaatkan waktu dan potensi yang kita miliki untuk bisa mengamalkan amalan-amalan di atas dan perbanyaklah menghilangkan kesusahan orang lain. Semoga Allah Subhānahu wa Ta’āla memudahkan kita dan menghilangkan kesusahan-kesusahan kita di hari kiamat.
Komentar
Posting Komentar