Langsung ke konten utama

KISAH ORANG SHALIH - ABDULLAH BIN SALAM (Dan al-Urwatul Wutsqa)

 ┈┈◅◁◈◈▷▻┈┈

ABDULLAH BIN SALAM

Dan al-Urwatul Wutsqa

┈┈◅◁◈◈▷▻┈┈

    Qais bin Abbad berkata,

"Ketika aku duduk di dalam masjid Madinah, tiba-tiba masuklah seorang lelaki yang dari raut wajahnya terpancar kekhusyu'an. Para sahabat yang berada di masjid berkata, 'Orang itu termasuk penghuni Surga'. Kemudian dia mengerjakan shalat dua rakaat lalu keluar masjid.

Aku mengikuti langkahnya dan bertanya, 'Ketika engkau masuk masjid tadi, orang-orang berkata, 'Inilah orang yang termasuk penghuni Surga !' Dia berkata, 'Subhanallah', tidak pantas seseorang mengatakan sesuatu yang tidak diketahui, akan aku beritahukan kepadamu bagaimana sebenarnya.

Ketika itu, pada masa Rasulullah Sholallahu 'Alayhi Wa Sallam masih hidup, aku pernah bermimpi, kemudian mimpi itu aku ceritakan kepada Rasulullah Sholallahu 'Alayhi Wa Sallam, seolah-olah aku berada di tengah-tengah taman, aku sebutkan seberapa luasnya dan bagaimana indahnya, di tengah taman itu terdapat beberapa tiang terbuat dari besi, pangkalnya menancap kuat di dalam bumi dan ujungnya tinggi di udara. Di ujung besi tersebut terdapat tali. Dikatakan kepadaku, 'Naiklah kamu !' Aku jawab, 'Aku tidak bisa memanjat'. Kemudian aku ikat dan menyingsingkan bajuku dari arah belakang, lalu aku memanjat sehingga aku mencapai bagian paling atas, hingga aku bisa mengambil tali itu. Dikatakan lagi kepadaku, 'Pegangi kuat-kuat'.

Tiba-tiba aku terbangun. Maka mimpiku itu aku ceritakan kepada Nabi Sholallahu 'Alayhi Wa sallam. Selanjutnya beliau bersabda, 'Yang dimaksud dengan taman adalah al-Islam, sedang tiang itu adalah tiang Islam. Tali yang dimaksud adalah al-Urwatul Wutsqa. Sungguh kamu akan tetap dalam keadaan Islam sehingga kematian menjemputmu'."³⁶


❉❉❉❉❉

__________"³⁶ Shafwah ash-Shafwah, 1/720. Hadits dalam Kitab al-Bukhari, no.63, 19 dan 38.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RIYADHUSH SHALIHIN - BAB IKHLAS DAN MENGHADIRKAN NIAT DALAM SEGALA PERBUATAN, PERKATAAN, DAN KEADAAN, BAIK YANG NAMPAK MAUPUN YANG TERSEMBUNYI

Referensi penjelasan detail : Ust.Khalid Basalamah        Ust. Syafiq Riza Basalamah ~~~~~~~~      Allah Ta'ala berfirman : وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ   ۝٥ "Dan mereka tidak diperintahkan kecuali agar beribadah kepada Allah dengan mengikhlaskan²⁴ agama (ketaatan) kepadaNya juga menjadi orang-orang yang lurus,²⁵ dan juga agar mendirikan shalat dan menunaikkan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar)." (Qs. Al-Bayyinah : 5). ___ ²⁴ Saya katakan, Dalam ayat ini terdapat dalil wajibnya niat dalam seluruh ibadah, baik ibadah tersebut memang tujuan utama seperti shalat misalnya, maupun hanya sebagai perantara untuk ibadah lainnya seperti bersuci. Hal itu karena ikhlas tidak mungkin terjadi tanpa niat. Ini adalah madzhab mayoritas ulama, dan inilah yang benar, yang tidak ada keraguan tentangnya. ___ ²⁵ Y...

HSI-SILSILAH 05 - HALAQOH 14 - Tanda-Tanda Besar Dekatnya Hari Kiamat

 السّلام عليكم ورحمة الله و بر كاته  ... الحمد لله و الصلاة والسلام على رسول الله و على اله و صحبه اجمعين ꜜꜜꜜ Tanda-tanda besar dekatnya hari kiamat adalah 10 tanda menjelang datangnya hari kiamat. Yang apabila sudah muncul 10 tanda tersebut, maka akan terjadilah hari kiamat. Tanda-tanda besar tersebut apabila muncul satu, maka akan segera diikuti oleh yang lain. Suatu saat Nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam melihat para Shahābat sedang saling berbicara.      Maka Beliau bertanya, “Apa yang sedang kalian bicarakan?”      Merekapun menjawab, “Kami sedang mengingat hari kiamat.”      Maka, Beliau Shallallāhu ‘Alayhi wa Sallam bersabda : إِنَّهَا لَنْ تَقُومَ حَتَّى تَرَوْنَ قَبْلَهَا عَشْرَ آيَاتٍ “Sesungguhnya tidak akan bangkit hari kiamat tersebut sampai kalian melihat sebelumnya 10 tanda-tanda.” Kemudian Beliau Shallallāhu ‘Alayhi wa Sallam menyebutkan 10 tanda tersebut. Asap Dajjal Daabbah (seekor hewan melata) Terbitnya...

#I.1 BERHENTI MENJADI "PEOPLE PLEASER !" - Tentang Kapan Harus Peduli dan Kapan Harus Tidak Ambil Pusing

Ajukan pertanyaan berikut kepada diri sendiri : Apakah saya stres, memiliki jadwal yang terlalu padat, dan/ atau merasa kewalahan ? Jika jawabannya "ya" untuk yang mana pun, berhentilah sejenak dan tanyakan : Mengapa ? Saya berani menebak jawaban yaitu : karena Anda terlalu banyak ambil pusing. Atau, lebih spesifik, karena Anda berpikir Anda wajib memusingkan semuanya. Saya siap membantu. Di sepanjang Artikel ini dan lanjutannya, Anda akan melihat istilah ambil pusing digunakan dalam dua cara : * Ada makna tidak formal dari sikap peduli terhadap sesuatu, yang dipertimbangkan untuk Langkah 1 (memutuskan apa yang tidak usah Anda pusingkan). * Ada makna harfiah dari sikap sungguh peduli kepada seseorang atau sesuatu, dalam bentuk waktu, energi, dan/ atau uang. Ini dipertimbangkan untuk Langkah 2 (tidak ambil pusing tentang semua itu). Dalam kedua makna tadi, cara satu-satunya untuk mengubah hidup Anda menjadi lebih baik adalah dengan berhenti ambil pusing atas banyak di antarany...