Langsung ke konten utama

#I.7 BERHENTI MENJADI "PEOPLE PLEASER !" - Menyusun Anggaran Tidak Ambil Pusing

Anda tahu, betapa puas rasanya ketika setelah beberapa bulan menabung untuk membeli sesuatu yang sangat Anda inginkan, lalu pergi ke toko sambil membawa uang, kemudian keluar dengan snowboard baru atau apa pun ?

Pada saat tersebut, Anda barangkali tidak sampai berpikir dua kali tentang hal-hal yangvtelah Anda korbankan selama seratus hari terakhir agar dapat mengumpulkan cukup uang untuk membeli snowboard baru itu. Namun, Anda benar-benar berkorban. Barangkali Anda tidak membeli menu favorit di restoran cepat saji selama tiga bulan. Atau barangkali Anda bekerja beberapa jam lebih lama untuk mendapatkan uang tambahan (karenanya mengorbankan waktu santai). Apa pun caranya, Anda mempunyai sasaran--menabunh untuk membeli snowboard--dan Anda patuh pada anggaran terkait seberapa banyak uang yang harus Anda tabung dan/ atai berapa jam Anda harus bekerja untuk meraih sasaran Anda.

Saya menganjurkan Anda menerapkan anggaran untuk hal-hal yang tidak Anda ambil pusing.

Bagaimana kalau, alih-alih mengalami krisis sesaat tentang apakah Anda harus membeli selai kacang yang tidak Anda sukai agar tidak melukai perasaan teman, Anda semata memikirkannya sebagai salah satu baris dalam Anggaran Tidak Ambil Pusing Anda ?

Dua puluh dolar untuk membeli satu stoples selai kacang = satu faktor pembuat pusing.

Dan tidak ambil pusing tentang selai kacang berarti satu faktor pembuay pusing Anda bisa berkurang lagi---misalnya dua puluh dolar itu bisa dipakai untuk pulang kantor naik taksi (sehingga tidak harus menjalani penderitaan dinkereta bawah tanah yang penuh sesak). Dua puluh dolar tambahan untuk membeli snowboard. Atau untuk membayar sewa apartemen.

Sikap tidak ambil pusing mulai menjadi lebih berharga, bukan ?

Tentu saja, tidak semuanyabterkait dengan uang. Banyak pembuat pusing yang terkait dengan waktu atau energi, kalau bukan dengan dompet Anda. Namun dengan dapat menganggarkan waktu dan energi Anda sama mudahnya seperti menganggarkan uang.

Misalkan teman-teman anak Anda memiliki orangtua yang secara rutin memanggang kue untuk penggalangan dana pesta kelas. Kue dengan hiasan wajah kecil sedang tersenyum dan satu loyang yang bebas gluten, khusus untuk kucing. Betul, barangkali Anda tidak punya WAKTU dan ENERGI untuk memanggang kue sendiri. Dan barangkali Anda sungguh mempunyai dua puluh dolar tapi mencemaskan pandangan orangtua lain seandainya Anda menyumbang Oreo dari toko, bukan membeli hasil karya orangtua murid.

Anda paham maksud saya, kan ?
Anda perlu (a) berhenti mencemaskan apa yang orang lain pikirkan dan (b) memasukkan pembuay pusing itu ke anggaran. Tidak punya wajtu dan energi ? Tinggal beli Oreo !

Terlaku sering, kita mengalokasi pembuat pusing tanpa sasaran yang terlihat. Kita menjawab ya, membuay rencana, setuju menghabiskam akhir pekan di Paris sebelum sadar, Wah, aku tidak sempat memikirkannya dengan cermat. Anda perlu mempertimbangkan hasil sebelum membuat komitmen untuk melakukan sesuatu. Waktu, energi, dan/ atau uang yang Anda keluarkan harus menghasilkan kebahagiaan lebih besar bagi Anda. Seandainya hasilnya akan membuay kesal, Anda tidak ingin sudaj berada di Eurostar ketika menyadarinya. Berhenti sejenak. Perhitungkan. Dan barangkali tidak perlu ambil pusing.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RIYADHUSH SHALIHIN - BAB IKHLAS DAN MENGHADIRKAN NIAT DALAM SEGALA PERBUATAN, PERKATAAN, DAN KEADAAN, BAIK YANG NAMPAK MAUPUN YANG TERSEMBUNYI

Referensi penjelasan detail : Ust.Khalid Basalamah        Ust. Syafiq Riza Basalamah ~~~~~~~~      Allah Ta'ala berfirman : وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ   ۝٥ "Dan mereka tidak diperintahkan kecuali agar beribadah kepada Allah dengan mengikhlaskan²⁴ agama (ketaatan) kepadaNya juga menjadi orang-orang yang lurus,²⁵ dan juga agar mendirikan shalat dan menunaikkan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar)." (Qs. Al-Bayyinah : 5). ___ ²⁴ Saya katakan, Dalam ayat ini terdapat dalil wajibnya niat dalam seluruh ibadah, baik ibadah tersebut memang tujuan utama seperti shalat misalnya, maupun hanya sebagai perantara untuk ibadah lainnya seperti bersuci. Hal itu karena ikhlas tidak mungkin terjadi tanpa niat. Ini adalah madzhab mayoritas ulama, dan inilah yang benar, yang tidak ada keraguan tentangnya. ___ ²⁵ Y...

HSI-SILSILAH 05 - HALAQOH 14 - Tanda-Tanda Besar Dekatnya Hari Kiamat

 السّلام عليكم ورحمة الله و بر كاته  ... الحمد لله و الصلاة والسلام على رسول الله و على اله و صحبه اجمعين ꜜꜜꜜ Tanda-tanda besar dekatnya hari kiamat adalah 10 tanda menjelang datangnya hari kiamat. Yang apabila sudah muncul 10 tanda tersebut, maka akan terjadilah hari kiamat. Tanda-tanda besar tersebut apabila muncul satu, maka akan segera diikuti oleh yang lain. Suatu saat Nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam melihat para Shahābat sedang saling berbicara.      Maka Beliau bertanya, “Apa yang sedang kalian bicarakan?”      Merekapun menjawab, “Kami sedang mengingat hari kiamat.”      Maka, Beliau Shallallāhu ‘Alayhi wa Sallam bersabda : إِنَّهَا لَنْ تَقُومَ حَتَّى تَرَوْنَ قَبْلَهَا عَشْرَ آيَاتٍ “Sesungguhnya tidak akan bangkit hari kiamat tersebut sampai kalian melihat sebelumnya 10 tanda-tanda.” Kemudian Beliau Shallallāhu ‘Alayhi wa Sallam menyebutkan 10 tanda tersebut. Asap Dajjal Daabbah (seekor hewan melata) Terbitnya...

#I.1 BERHENTI MENJADI "PEOPLE PLEASER !" - Tentang Kapan Harus Peduli dan Kapan Harus Tidak Ambil Pusing

Ajukan pertanyaan berikut kepada diri sendiri : Apakah saya stres, memiliki jadwal yang terlalu padat, dan/ atau merasa kewalahan ? Jika jawabannya "ya" untuk yang mana pun, berhentilah sejenak dan tanyakan : Mengapa ? Saya berani menebak jawaban yaitu : karena Anda terlalu banyak ambil pusing. Atau, lebih spesifik, karena Anda berpikir Anda wajib memusingkan semuanya. Saya siap membantu. Di sepanjang Artikel ini dan lanjutannya, Anda akan melihat istilah ambil pusing digunakan dalam dua cara : * Ada makna tidak formal dari sikap peduli terhadap sesuatu, yang dipertimbangkan untuk Langkah 1 (memutuskan apa yang tidak usah Anda pusingkan). * Ada makna harfiah dari sikap sungguh peduli kepada seseorang atau sesuatu, dalam bentuk waktu, energi, dan/ atau uang. Ini dipertimbangkan untuk Langkah 2 (tidak ambil pusing tentang semua itu). Dalam kedua makna tadi, cara satu-satunya untuk mengubah hidup Anda menjadi lebih baik adalah dengan berhenti ambil pusing atas banyak di antarany...