Langsung ke konten utama

#I.4 BERHENTI MENJADI "PEOPLE PLEASER !" - Bagaimana Saya Bisa Menjadi Orang Seperti Itu ?

Artikel ini dirancang untuk membantu Anda menjadi tercerahkan dalam bersikap tidak ambil pusing tanpa melakukan kesalahan yang sama seperti saya.

Saya akan mencoba membantu dan membimbing Anda selangkah demi selangkah, membantu Anda menginventarisasi beban-beban Anda dan mengajari Anda cara mengindentifikasi apakah sesuatu perlu diambil pusing dan, kalau tidak, bagaimana bersikap mengubah Anda menjadi orang menyebalkan.

For your information, perjalanan saya sendiri menuju kehidupan yang tidak ambil pusing tidaklah menghilangkan sama sekali batu-batu sandungan. Ketika baru saja mulai, saya berhenti ambil pusing secara drastis; saya mencoba metode NotSorry di tingkat yang sangat tinggi dalam kaitan dengan teman dan keluarga--misalnya dengan lebih dahulu menolak datang ke acara khitanan sebelum undangan diberikan. Saya begitu bersemangat untuk tidak ambil pusing dengan ritual keagamaan sampai lupa bahwa saya perlu memperhatikan perasaan trman saya. Tepat saat saya mengirimkan pesan Asal tahu saja, saya tidak akan datang ke acara khitanan, istrinya sedang dalam proses persalinan pertamanya. Saya masih sangat menyesal telah melakukannya.

Saya mengoreksi pendekatan saya.
Inti Metode NotSorry adalah "tidak menjadi orang yang menyebalkan." Lagi pula, saya tidak ingin kehilangan teman, saya hanya ingin mengelola waktu secara lebih efektif agar bisa lebih menikmati (dan tidak terlalu merasa terganggu) ketika berkumpul bersama teman-teman saya.

Dan saya mendapati bahwa perpaduan antara kejujuran dan kesopanan yang bekerja sama dalam beragam tingkat (tergantung situasi; lihat "pesan terkait khitanan yang salah waktu"), menghasilkan transisi paling mulus dalam memperbanyak sikap tidak ambil pusing.

==================
Kejujuran dan kesopanan : dwitunggal

Agar berhasil mencapai puncak NotSorry dalam proses tidak ambil pusing, kejujuran saja tidak akan berhasil, begitu pula kesopanan. Anda bisa sangat jujur tapi sangat kasar, yang berarti seseorang berhak menerima permintaan maaf. Atau Anda mungkin supersopan sekaligus pembohong. Dusta kecil adalah satu hal, tapi jika Anda terjebak dalam kebohongan besar, saya jamin Anda akan mengesal, yang sekaligus membuyarkan tujuan keseluruhan Metode NotSorry. Kuncinya adalah memadukannya menjadi kombinasi yang sempurna, seperti Batman dan Robin. Bersama-sama, keduanya mampu mendatangkan keajaiban, menyampaikan pesan yang tepat, dan menyelamatkan hati Anda. Dan keduanya tidak pernah gagal melengkapi satu sama lain, bahkan ketika terkadang yang satu lebih bersinar daripada yang lain, atau dimangsa oleh harimau.
==================

Akan tetapi, prasyarat dasar sebelum menerapka Metode NotSorry--bahkan sebelum mencapai Langkah 1 atau bersikap jujur dan sopan--adalah berhenti ambil pusing tentang pandangan orang lain.

Mari kita bahas secara terperinci.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

RIYADHUSH SHALIHIN - BAB IKHLAS DAN MENGHADIRKAN NIAT DALAM SEGALA PERBUATAN, PERKATAAN, DAN KEADAAN, BAIK YANG NAMPAK MAUPUN YANG TERSEMBUNYI

Referensi penjelasan detail : Ust.Khalid Basalamah        Ust. Syafiq Riza Basalamah ~~~~~~~~      Allah Ta'ala berfirman : وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ   ۝٥ "Dan mereka tidak diperintahkan kecuali agar beribadah kepada Allah dengan mengikhlaskan²⁴ agama (ketaatan) kepadaNya juga menjadi orang-orang yang lurus,²⁵ dan juga agar mendirikan shalat dan menunaikkan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar)." (Qs. Al-Bayyinah : 5). ___ ²⁴ Saya katakan, Dalam ayat ini terdapat dalil wajibnya niat dalam seluruh ibadah, baik ibadah tersebut memang tujuan utama seperti shalat misalnya, maupun hanya sebagai perantara untuk ibadah lainnya seperti bersuci. Hal itu karena ikhlas tidak mungkin terjadi tanpa niat. Ini adalah madzhab mayoritas ulama, dan inilah yang benar, yang tidak ada keraguan tentangnya. ___ ²⁵ Y...

HSI-SILSILAH 05 - HALAQOH 14 - Tanda-Tanda Besar Dekatnya Hari Kiamat

 السّلام عليكم ورحمة الله و بر كاته  ... الحمد لله و الصلاة والسلام على رسول الله و على اله و صحبه اجمعين ꜜꜜꜜ Tanda-tanda besar dekatnya hari kiamat adalah 10 tanda menjelang datangnya hari kiamat. Yang apabila sudah muncul 10 tanda tersebut, maka akan terjadilah hari kiamat. Tanda-tanda besar tersebut apabila muncul satu, maka akan segera diikuti oleh yang lain. Suatu saat Nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam melihat para Shahābat sedang saling berbicara.      Maka Beliau bertanya, “Apa yang sedang kalian bicarakan?”      Merekapun menjawab, “Kami sedang mengingat hari kiamat.”      Maka, Beliau Shallallāhu ‘Alayhi wa Sallam bersabda : إِنَّهَا لَنْ تَقُومَ حَتَّى تَرَوْنَ قَبْلَهَا عَشْرَ آيَاتٍ “Sesungguhnya tidak akan bangkit hari kiamat tersebut sampai kalian melihat sebelumnya 10 tanda-tanda.” Kemudian Beliau Shallallāhu ‘Alayhi wa Sallam menyebutkan 10 tanda tersebut. Asap Dajjal Daabbah (seekor hewan melata) Terbitnya...

HSI-SILSILAH 05 - HALAQOH 25 - Meninggalnya Orang-Orang Beriman Sebelum Hari Kiamat, Terbenamnya Tanah di Tiga Tempat dan Keluarnya Api dari Yaman

  السّلام عليكم ورحمة الله و بر كاته  ... الحمد لله و الصلاة والسلام على رسول الله و على اله و صحبه اجمعين ꜜꜜꜜ      Sebelum terjadinya hari kiamat, Allah Subhānahu wa Ta’āla akan mengirim angin yang mencabut nyawa semua orang yang beriman, sehingga tidak tersisa di dunia kecuali sejelek-jelek manusia.      Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda : “Kemudian Allah akan mengutus angin yang dingin dari arah Syam maka tidak ada seorang pun di bumi yang di dalam hatinya ada kebaikan atau iman meski sebesar biji sawi kecuali akan dicabut nyawanya oleh angin tersebut. Sampai seandainya salah seorang mereka masuk ke dalam gunung, niscaya angin tersebut akan masuk bersamanya dan mencabut nyawanya. Maka tersisalah sejelek-jelek manusia yang ringan berbuat kerusakan seperti ringannya burung dan mereka ganas dalam berbuat kezhaliman satu dengan yang lain seperti ganasnya hewan buas. Mereka tidak mengenal kebaikan dan tidak mengingkari kemungkaran.” ...