Langsung ke konten utama

KISAH ORANG SHALIH - AL-ALA' BIN AL-HADHRAMI Rodhiyallahu 'anhu (Menunggang Kuda di Atas Air)

  ┈┈◅◁◈◈▷▻┈┈

AL-ALA' BIN AL-HADHRAMI Rodhiyallahu 'anhu

Menunggang Kuda di Atas Air

┈┈◅◁◈◈▷▻┈┈

    Dari Sahm bin Minjab, dia berkata,

    "Kami ikut serta memerangi wilayah Darain -nama suatu tempat di Bahrain- bersama Al-Ala' bin Al-Hadhrami, dalam perjalanan itu Al-Ala' memanjatkan tiga untaian do'a, dan ketiga do'a itu dikabulkan Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

    Kisahnya begini, kami berjalan bersama beliau, sehingga kami tiba di suatu tempat. Kami mencari air untuk wudhu tetapi kami tidak mendapatkannya. Lalu Al-Ala' bin Hadhrami berdiri untuk mengerjakan shalat dua rakaat kemudian berdo'a,

'Ya Allah, Yang Maha Mengetahui, Yang Mahasantun, Yang Mahatinggi dan Mahaagung, sesungguhnya kami ini adalah hamba-hamba-Mu yang sedang dalam perjalanan untuk memerangi musuh-Mu, maka turunkanlah hujan untuk kami agar kami dapat minum, dan berwudhu dari hadats, dan jika kami telah meninggalkan tempat itu, janganlah ada seorang pun yang Engkau beri jatah dari air hujan itu'.

    Belum jauh kami berlalu dari situ, kami tiba di sebuah sungai deras yang airnya (terlihat jelas) berasal dari air hujan. Maka kami berhenti di sungai itu untuk minum. Aku juga mengisi penampungan airku, lalu aku beranjak dan sengaja meninggalkannya di tempat itu. Aku berkata (pada diriku), 'Aku ingin lihat, apakah betul do'anya dikabulkan ?'

    Kemudian kami berjalan kurang lebih satu mil. Aku berkata kepada teman-temanku, 'Aku lupa penampung airku'. Lalu aku balik lagi ke tempat itu, maka aku mendapati seolah-olah di sekitar daerah itu tidak pernah ada air. Selanjutnya aku ambil bejanaku dan membawanya kembali.

    Setelah kami sampai Darain, kami mendapati di hadapan kami terbentang sungai besar yang menghalangi antara kami dan pasukan musuh. Maka Al-Ala' Rodhiyallahu 'Anhu memanjatkan do'a lagi,

'Wahai Allah, Dzat Yang Maha Mengetahui, Yang Mahasantun lagi Maha Agung, sesungguhnya kami ini adalah hamba-hamba-Mu yang sedang dalam perjalanan memerangi musuh-Mu, maka berilah kami jalan untuk menuju musuh-Mu'.

    Kemudian beliau memimpin kami mengarungi sungat besar itu, dan demi Allah, pelana kuda-kuda kami pun tidak basah terkena air, sehingga kami dapat berhadapan dan menyerang musuh.

    Setelah kami kembali dari peperangan, Al-Ala' mengeluh sakit perut, yang menyebabkan beliau meninggal dunia. Sementara itu kami tidak mendapatkan air untuk memandikan jenazahnya. Kemudian kami kafani dengan baju yang beliau kenakan lalu kami kuburkan.'

    Tidak berapa lama dari perjalan kami, kami mendapatkan mata air yang melimpah. Kemudian kami saling berkata, 'Marilah kita balik ke tempat itu untuk mengeluarkan jenazah Al-Ala' dan memandikannya'. Kami semua kembali, menyusuri tempat beliau dimakamkan. Ternyata kami tidak mampu menemukan makamnya, dengan demikian kami gagal memandikan jenazahnya.

    Kemudian ada seorang laki-laki berkata, 'Aku pernah mendengar beliau berdo'a kepada Allah, 

'Ya Allah, Dzat Yang Maha Mengetahui, Mahasantun, Maha Tinggi dan Mahaagung, sembunyikanlah jenzahku, jangan Engkau perlihatkan auratku kepada seorang pun'.

    Maka kami pun pulang dan meninggalkan tempat itu". ⁸


━━━━ ⁸ Hidayah Al-Aulia', 1/7.

☸☸☸☸

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RIYADHUSH SHALIHIN - BAB IKHLAS DAN MENGHADIRKAN NIAT DALAM SEGALA PERBUATAN, PERKATAAN, DAN KEADAAN, BAIK YANG NAMPAK MAUPUN YANG TERSEMBUNYI

Referensi penjelasan detail : Ust.Khalid Basalamah        Ust. Syafiq Riza Basalamah ~~~~~~~~      Allah Ta'ala berfirman : وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ   ۝٥ "Dan mereka tidak diperintahkan kecuali agar beribadah kepada Allah dengan mengikhlaskan²⁴ agama (ketaatan) kepadaNya juga menjadi orang-orang yang lurus,²⁵ dan juga agar mendirikan shalat dan menunaikkan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar)." (Qs. Al-Bayyinah : 5). ___ ²⁴ Saya katakan, Dalam ayat ini terdapat dalil wajibnya niat dalam seluruh ibadah, baik ibadah tersebut memang tujuan utama seperti shalat misalnya, maupun hanya sebagai perantara untuk ibadah lainnya seperti bersuci. Hal itu karena ikhlas tidak mungkin terjadi tanpa niat. Ini adalah madzhab mayoritas ulama, dan inilah yang benar, yang tidak ada keraguan tentangnya. ___ ²⁵ Y...

HSI-SILSILAH 05 - HALAQOH 14 - Tanda-Tanda Besar Dekatnya Hari Kiamat

 السّلام عليكم ورحمة الله و بر كاته  ... الحمد لله و الصلاة والسلام على رسول الله و على اله و صحبه اجمعين ꜜꜜꜜ Tanda-tanda besar dekatnya hari kiamat adalah 10 tanda menjelang datangnya hari kiamat. Yang apabila sudah muncul 10 tanda tersebut, maka akan terjadilah hari kiamat. Tanda-tanda besar tersebut apabila muncul satu, maka akan segera diikuti oleh yang lain. Suatu saat Nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam melihat para Shahābat sedang saling berbicara.      Maka Beliau bertanya, “Apa yang sedang kalian bicarakan?”      Merekapun menjawab, “Kami sedang mengingat hari kiamat.”      Maka, Beliau Shallallāhu ‘Alayhi wa Sallam bersabda : إِنَّهَا لَنْ تَقُومَ حَتَّى تَرَوْنَ قَبْلَهَا عَشْرَ آيَاتٍ “Sesungguhnya tidak akan bangkit hari kiamat tersebut sampai kalian melihat sebelumnya 10 tanda-tanda.” Kemudian Beliau Shallallāhu ‘Alayhi wa Sallam menyebutkan 10 tanda tersebut. Asap Dajjal Daabbah (seekor hewan melata) Terbitnya...

#I.1 BERHENTI MENJADI "PEOPLE PLEASER !" - Tentang Kapan Harus Peduli dan Kapan Harus Tidak Ambil Pusing

Ajukan pertanyaan berikut kepada diri sendiri : Apakah saya stres, memiliki jadwal yang terlalu padat, dan/ atau merasa kewalahan ? Jika jawabannya "ya" untuk yang mana pun, berhentilah sejenak dan tanyakan : Mengapa ? Saya berani menebak jawaban yaitu : karena Anda terlalu banyak ambil pusing. Atau, lebih spesifik, karena Anda berpikir Anda wajib memusingkan semuanya. Saya siap membantu. Di sepanjang Artikel ini dan lanjutannya, Anda akan melihat istilah ambil pusing digunakan dalam dua cara : * Ada makna tidak formal dari sikap peduli terhadap sesuatu, yang dipertimbangkan untuk Langkah 1 (memutuskan apa yang tidak usah Anda pusingkan). * Ada makna harfiah dari sikap sungguh peduli kepada seseorang atau sesuatu, dalam bentuk waktu, energi, dan/ atau uang. Ini dipertimbangkan untuk Langkah 2 (tidak ambil pusing tentang semua itu). Dalam kedua makna tadi, cara satu-satunya untuk mengubah hidup Anda menjadi lebih baik adalah dengan berhenti ambil pusing atas banyak di antarany...