Langsung ke konten utama

14.1 - BANGUN KESHALIHAN PRIBADI

 Artikel ini merupakan REWRITE dari buku Best Seller  "ZERO to HERO (Mendahsyatkan Pribadi Biasa Menjadi Luar Biasa)"

Penulis - Solikhin Abu Izzudin

╼╾

"Menjadi penting itu baik, tetapi menjadi baik itu lebih penting."

"Kebaikan adalah akhlak yang baik, dan dosa adalah apa yang melintas dalam benakmu dan kamu membencinya bila orang lain mengetahuinya." (HR. Muslim)

    Tentu kita rindu surga bukan ? Nah, surga pun merindukan kita, tapi ada syaratnya. Karena surga adalah tempat yang mulia, derajat yang mulia, tak akan bisa dimasuki kecuali oleh orang-orang yang menyamakan frekuensi surga dalam hidupnya. Merekalah orang-orang yang shalih. Lalu siapakah orang yang shalih itu ?

    Meski fitrahnya suci, seorang anak yang baru lahir belum bisa dihukumi sebagai orang yang shalih. Sebab belum teruji. Paling baru anak shalih, calon orang shalih. Mungkin ia membawa potensi dan bakat kepada kebaikan sebagaimana fitrah yang dianugerahkan. Tetapi pertarungan untuk mewujudkan potensi itu menjadi kuat dan lebih kuat lagi masih memerlukan waktu dan perjalanan yang panjang. Pertarungan dan perjuangan melawan godaan hawa nafsu dan bisikan syetan. Karena selain ada potensi kebaikan ada juga potensi keburukan yang disertakan. Kedua kekuatan itu dalam jiwa akan saling melawan dan mengalahkan. Allah menginformasikan, "Dan jiwa dengan penyempurnaannya, maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya." (Qs. Asy Syam : 7 - 10) Persoalannya adalah bagaimana kita memenagkan pertarungan itu untuk mencapai sukses tersebut.

    Kunci sukses ada dalam diri kita masing-masing. Karena setiap kita lebih tahu apa yang ada dalam diri kita, kecenderungannya, bahkan apa-apa yang disimpan di hatinya. Rahasia ada di tangannya dan di file catatan Allah yang Maha Mengetahui segalanya. Maka hati-hati dengan gejolak hati yang kadang menggiring ke jalan sesat dan terlaknat. Imam Ibnu Rajab berkata, "Sesungguhnya keinginan berbuat jahat yang tersembunyi di dalam hati akan mengantarkan seseorang pada su'ul khatimah". Na'udzubillah.

    Kini mari selami lagi surat Al Ashr ini agar kita tak merugi. "Demi masa, sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian, kecuali ..." Siapa yang dikecualikan oleh Allah ? Siapakah yang tidak termasuk orang-orang yang merugi. Rugi-bagi dirinya dan tentu bisa merugikan orang lain.

  1. Pertama adalah orang yang beriman. Orang beriman menjadikan segalanya adakah sukses. "Sungguh beruntunglah (sukseslah) orang-orang yang beriman ..." (Qs. Al Mukminun : 1) Sudah, tiket ini kita kantongi dulu agar kita optimis untuk mendapatkan satu bagian di surga. Besarnya ? Tergantung episode selanjutnya.
  2. Kedua, amal shalih. Amal shalih adalah buahnya, buah ilmu dan iman. Karena bila iman tak melahirkan amal shalih berarti iman yang hampa. Iman yang kosong. Iman yang salah, keliru, kesasar, hanya berputar-putar. Iman yang tak berdaya guna. Iman yang tidak berhasil guna. Tidak efektif dan tidak efisien. Seperti pohon tanpa buah. Seperti rumah tanpa cahaya. Gelap gulita. Rasulullah Sholallahu 'alayhi wa Sallam memberikan rambu-rambu, "Bukanlah imam itu berupa angan-angan dan khayalan belaka, tetapi sejatinya iman adalah keyakinan yang mengakar dalam hati dan terekspresi dalam amal shalih ? (HR. Dailamy)
    Bila ilmu, iman dan amal shalih menyatu, maka jadilah mukmin yang benar. Iman dan amal shalih itulah yang membangun kepribadian menjadi pribadi mukmin sejati. Itu dalam ranah minimal, karena "Barangsiapa bertambah ilmunya tetapi dia tidak bertambah keimanannya, maka tidaklah menambah kepada Allah kecuali semakin jauh ..." (HR. Muslim)
    
    Biar iman itu ada buahnya dalam kepribadian, perlu dicari caranya dan ditempuh jalannya. Ada empat pilar penting yang mesti ditegakkan untuk menggapai keshalihan itu.


Next Episode → 14.2 - BANGUN KESHALIHAN PRIBADI || SHALIH DALAM AQIDAH, IBADAH, AKHLAK & KELUARGA

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HSI-SILSILAH 05 - HALAQOH 25 - Meninggalnya Orang-Orang Beriman Sebelum Hari Kiamat, Terbenamnya Tanah di Tiga Tempat dan Keluarnya Api dari Yaman

  السّلام عليكم ورحمة الله و بر كاته  ... الحمد لله و الصلاة والسلام على رسول الله و على اله و صحبه اجمعين ꜜꜜꜜ      Sebelum terjadinya hari kiamat, Allah Subhānahu wa Ta’āla akan mengirim angin yang mencabut nyawa semua orang yang beriman, sehingga tidak tersisa di dunia kecuali sejelek-jelek manusia.      Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda : “Kemudian Allah akan mengutus angin yang dingin dari arah Syam maka tidak ada seorang pun di bumi yang di dalam hatinya ada kebaikan atau iman meski sebesar biji sawi kecuali akan dicabut nyawanya oleh angin tersebut. Sampai seandainya salah seorang mereka masuk ke dalam gunung, niscaya angin tersebut akan masuk bersamanya dan mencabut nyawanya. Maka tersisalah sejelek-jelek manusia yang ringan berbuat kerusakan seperti ringannya burung dan mereka ganas dalam berbuat kezhaliman satu dengan yang lain seperti ganasnya hewan buas. Mereka tidak mengenal kebaikan dan tidak mengingkari kemungkaran.” ...

RIYADHUSH SHALIHIN - BAB IKHLAS DAN MENGHADIRKAN NIAT DALAM SEGALA PERBUATAN, PERKATAAN, DAN KEADAAN, BAIK YANG NAMPAK MAUPUN YANG TERSEMBUNYI

Referensi penjelasan detail : Ust.Khalid Basalamah        Ust. Syafiq Riza Basalamah ~~~~~~~~      Allah Ta'ala berfirman : وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ   ۝٥ "Dan mereka tidak diperintahkan kecuali agar beribadah kepada Allah dengan mengikhlaskan²⁴ agama (ketaatan) kepadaNya juga menjadi orang-orang yang lurus,²⁵ dan juga agar mendirikan shalat dan menunaikkan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar)." (Qs. Al-Bayyinah : 5). ___ ²⁴ Saya katakan, Dalam ayat ini terdapat dalil wajibnya niat dalam seluruh ibadah, baik ibadah tersebut memang tujuan utama seperti shalat misalnya, maupun hanya sebagai perantara untuk ibadah lainnya seperti bersuci. Hal itu karena ikhlas tidak mungkin terjadi tanpa niat. Ini adalah madzhab mayoritas ulama, dan inilah yang benar, yang tidak ada keraguan tentangnya. ___ ²⁵ Y...

HSI-SILSILAH 01- HALAQOH 18 - MERAMAL NASIB DENGAN BINTANG

  السّلام عليكم ورحمة الله و بر كاته   ... الحمد لله و الصلاة والسلام على رسول الله و على اله و صحبه اجمعين ꜜꜜꜜ     Bintang adalah makhluk yang menunjukkan kebesaran Allah penciptanya, Allah telah mengabarkan di dalam Al-Qur'an bahwa bintang ini memiliki 3 faedah : Sebagai perhiasan langit, Sebagai pelempar setan, Sebagai petunjuk manusia, seperti ; Mengetahui arah utara atau selatan, Mengetahui arah daerah, Arah kiblat, atau Mengetahui kapan datangnya musim menanam, musim hujan, Dan lain-lain      Allah Subhanahu Wa Ta'ala tidak menciptakan bintang pun perkara yang lain selain 3 perkara yang di atas.     Seorang salaf Qotadah bin Di'amah As-Sadusi Rahimahullah seorang ulama yang meninggal kurang lebih pada tahun 110 Hijriah, beliau menjelaskan bahwa ;  " Barangsiapa yang meyakini bintang memiliki faedah yang laen selain 3 hal di atas, maka dia telah bersalah dan berbicara tanpa ilmu ". Ucapan ini dikeluarkan oleh Al-Imam Al-Bukhari...